...Mobil untuk ayah....
"Viki, apakah kamu bisa menukar uang virtual menjadi uang cash? Lalu, simpan uang itu di menu Inventori?"
Kling!
[Bisa, Tuan. Apakah anda hendak menukar Dana Virtual dengan cash?]
Felix sontak membuka lebar matanya dan tersenyum kecil.
"Kalau begitu, tukar kan 10 juta rupiah."
Kling!
[Anda ingin ditukarkan dengan cash fisik apa? Seratus ribu? Lima puluh ribu? ...]
"Baiklah, tukar kan dengan uang kertas 50 ribu rupiah!"
Kling!
[S-Banking: 10.000.000 rupiah telah dikeluarkan untuk penukaran uang kertas 50 ribu rupiah. Saldo: 24.003.300.000]
[Anda mendapatkan uang kertas 50.000 rupiah x200.]
[Uang kertas telah tersimpan di menu Inventori.]
Felix yang memahami keefektifan sistem membuat nya bernafas lega terlebih lagi ada fitur Auto Pay di S-Banking.
Yang dimana, pengguna S-Banking akan mampu mengirim cepat ke rekening reality pengguna sesaat pengguna ingin mengunakan Debit kartu ATM atau kartu kredit meski jumlah saldo kosong.
Sebagai contoh nya, saat ini Felix di rekening bank nya hanya memiliki saldo 50.000. Namun, berkat Kartu Menu Auto Pay. Felix bisa debit satu juta meski seharusnya saldo tidak mencukupi.
Inilah yang dilakukan Felix saat belanja beberapa kebutuhan nya saat ini.
Selain itu juga Felix sempat terheran-heran dengan kemunculan benda di menu Inventori seperti uang kertas 50 ribu rupiah asli dan gres layaknya diambil dari bank.
Menurut nya, ini di luar nalar. Namun, pemikiran itu Felix langsung mengesampingkan nya lantaran diri nya kembali ke masa lalu juga merupakan kejadian di luar nalar.
...# 14 July 2008 (Pagi)...
Sejak pertemuan nya dengan Irene, dia pun melakukan pendekatan dengan terus berkomunikasi dengan Chat BB. Irene pun menerima dan membalas semua chat Felix. Kemampuan nya dalam berkomunikasi ini didapatkan nya dari game sistem yang berjudul;
Dating Simulator.
Sebuah game simulasi yang dimana memberikan pelajaran cara untuk mendekati lawan jenis yang baik dengan hadiah penambahan karisma.
Berkat itu juga Karisma Felix sudah mencapai angka 130 dan saat mendapatkan skor tertinggi, Felix juga mendapatkan kartu pasif yakni;
Charm (Pesona)
Karena pasif skill ini juga membuat banyak wanita melirik kearah Felix dan sebenarnya hal itu sedikit membuat tidak nyaman untuk nya namun, Felix tidak mempermasalahkan karena menurut nya ada banyak pria yang lebih tampan, kaya dan mempesona dibandingkan dirinya.
Dan, berkat keterampilan pasif Charm. Felix bisa berteman baik dengan wanita sekelas Irene. Padahal dirinya baru kenalan semalam saja dengan Felix.
Selain chating dari Irene, Felix juga mendapatkan kabar dari Mike yang dimana dia sudah membuatkan SIM A dan SIM C untuk Felix tanpa harus mengikuti tes. Meski begitu, Felix harus membayar mahal. SIM A seharga 3 juta rupiah dan SIM C seharga 1 juta.
Kling!
[S-Banking: 4.000.000 telah dikeluarkan untuk membuat SIM. Saldo: Saldo: 23.999.300.000]
Sebelum menemui Irene, Felix harus mempersiapkan segala penampilan nya. Irene bukanlah wanita yang sembarangan jadi Felix hari berpenampilan kelas atas untuk itulah, Felix pergi ke salah satu penjualan mobil bersama ayah nya.
Setibanya disana, Andika sempat tidak enak dengan anak nya.
"Aish, ayah sungguh tidak enak jika harus membeli mobil dari uang mu, Felix."
"Tidak apa-apa, ayah. Bukan kah ayah selalu ingin membeli mobil besar yang bisa kita sekeluarga menaikinya."
Andika tersenyum kecil, "Benar juga. Ayah ingin sekali pergi ke pantai bersama semua nya."
"Kalau begitu, ayo kita cari waktu! Mumpung aku lagi liburan ayah. Jika sudah masuk sekolah, kita tidak tahu kapan aku bisa liburan bersama-sama."
Andika pun tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian, Felix melihat salah satu mobil besar yang cukup mewah bagi nya.
"Ayah, bagaimana dengan itu?" tanya Felix seraya menunjukkan salah satu mobil besar dengan tipe Pajero.
Andika mengikuti arah tunjuk Felix dan melihat mobil nya yang dimana dia sedikit terkejut dan sungkan.
"Felix seperti nya mahal."
Felix tidak menjawab, dia hanya tersenyum seraya menarik pelan ayahnya.
"Mbak, berapa ini?"
Sales wanita yang sedang berjaga sontak menghampiri Felix yang dimana diri langsung terpesona dengan Felix dan terbengong seraya memandang wajah Felix.
"Mbak, maaf? Berapa ya ini?"
Mendengar itu, sales wanita melepaskan lamunan dan menjawab nya.
"Oh, ini 500 juta rupiah. Bisa dicicil kok ..."
Sales itu pun terus berbicara memperkenalkan mobil yang diminati oleh Felix.
Felix dan Andika pun mendengar seraya melihat keseluruhan mobil.
"... Begitu lah, Mas. Bagaimana? Anda ingin membeli cash atau kredit?"
Andika sontak menghampiri Felix dan membujuk nya. "Felix, ini kemahalan. Kita cari yang lain saja ya."
"Ayah, bukan kah aku sudah katakan untuk tidak perlu khawatir. Aku memang berniat kesini membeli mobil untuk ayah."
"Tapi, tetap saja ...."
Felix tersenyum kecil. Lalu, dia mengambil kartu ATM nya.
"Mbak, saya bayar tunai!" ucap Felix seraya memberikan Kartu ATM kepada Sales.
"Iya, tunggu sebentar ya, Mas!" jawab sales wanita seraya mengambil kartu ATM.
Sales wanita itu pun mengambil alat debit nya dan menginput data harga sesudah nya kembali ke Felix.
"Silahkan, Mas! Pin nya!" seru sales seraya memberikan alat debit.
"Oh, Iya," jawab Felix seraya menerima alat debit dan menginput pin ATM nya juga Felix memberikan perintah kepada Viki. "Viki, transfer 500 juta."
Kling!
[S-Banking: 500 juta rupiah telah dikeluarkan untuk membeli mobil. Saldo: 23.499.300.000 rupiah.]
"Terimakasih dan ikut saya sebentar untuk mengurus surat-surat nya."
"Iya."
Felix dan Andika pun berjalan dibelakang sales ke meja Administrasi dan disana, Felix mengurus semua nya namun, dengan data ayahnya agar mobil itu menjadi milik ayahnya.
"Terimakasih telah membeli dan mengunakan jasa kami!" seru serempak para sales disana.
"Iya, sama-sama."
Felix melihat sekitar nya yang dimana tempat penjualan itu tidak ada mobil sport.
"Permisi, apakah disini tidak ada mobil sport?"
"Mohon maaf. Kami tidak menjual mobil sport. Ya tahu sendiri lah, mas untuk menampilkan itu membutuhkan biaya yang besar."
Felix menganggukkan kepalanya, "Oh, iya juga sih."
"Bagaimana kalau Tuan pergi ke Showroom Mobil yang ada di Metropolis Jakarta Selatan," ucap Sales sambil memberikan sebuah brosur kepada Felix.
"Terima kasih atas Infonya. Saya akan kesana," ucap Felix.
Setelah itu, sales wanita memberikan mobil dan tas yang berisikan aneka ragam bonus jika bayar tunai seperti voucher, jam tangan dan beberapa bonus lain nya. Namun, hadiah itu Felix berikan untuk ayahnya.
Dan, ayahnya yang sudah mahir mengendarai mobil. Mereka pun pulang bersama ke rumah dengan mobil baru yang tentu membuat heboh keluarga nya namun, sang ayah yang mengatakan bahwa uang itu berasal dari Felix.
Felix pun juga tidak jujur dengan alasan, harga saham yang ditaruhnya lagi naik sehingga mendapatkan banyak keuntungan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Ven
Fix butuh visual tempat mc dll
2023-08-04
2
the Amay one
mantap Thor
2023-07-31
2