...Next Bucket List...
# 19 Juni 2008 (Pagi)
Hari ini merupakan masa kelas meeting atau sekolah tanpa kegiatan ngajar-mengejar. Semua murid bebas melakukan kegiatan apapun termasuk Felix yang dimana dirinya hanya berdiam di kelas untuk memahami sistem nya lebih dalam.
Namun, murid-murid sekelas nya berbisik membicarakan Felix yang suka bermain tangan sendiri tanpa ada sesuatu yang disentuhnya.
Tatapan dan bisikan mereka tidak begitu dipedulikan oleh Felix lantaran dia fokus pada layar udara System yang ada dihadapannya.
Kartu Menu Inventori.
Felix yang seorang otaku di masa waktu sebelum nya. Dia pun memahami bahwa menu itu pasti memiliki kemampuan penyimpanan sihir.
Maka tanpa berpikir panjang lagi, Felix pun membuka menu inventori yang dimana sebuah layar udara yang baru terbuka dengan berisikan lima kotak dan kotak keenam yang masih bergambarkan gembok.
Felix mencoba untuk menekan kotak yang bergambar gembok namun, tidak berhasil ini dikarenakan dia harus membayar 3 G untuk penambahan kotak.
Huruf G disini berartikan Golden. Nilai poin virtual yang harus Felix isi atau Top Up seperti layaknya koin digital di aplikasi smartphone.
Sedangkan untuk nilai tukarnya, 1 G sama dengan 200 ribu rupiah.
Memahami itu, Felix mencoba nya dengan menekan salah satu kotak akan tetapi, tombol tidak tertekan melainkan tangan nya yang masuk kedalam layar udara.
Felix pun menjadi panik dan bergegas mengeluarkan tangan nya.
"Kenapa tangan ku yang masuk?" Felix melihat kondisi tangan kanan nya yang sebelumnya masuk dan terlihat baik-baik saja. "Seperti tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada tangan ku."
Lalu, Felix pun teringat akan film yang pernah di tonton nya. Maka, dia sontak coba mempraktekkan nya dengan mengambil batu lalu, memasukan nya kedalam layar menu Inventori. Hal hasil, batu itu berubah menjadi ikon kecil dengan gambar batu disalah satu Kotak nya dan pada ujung kanan bawah ikon terlihat x1 yang menandakan ada satu batu disana.
Seusai itu, Felix memasukan kembali tangan nya kedalam layar udara yang dimana kali ini dia merasakan ada nya batu disana sontak Felix meraih dan mengeluarkan tangan nya.
Saat tangan Felix sudah keluar didapatilah batu yang sebelumnya di masukan kedalam menu Inventori.
"Jadi, begitu cara nya mengunakan dan seperti nya, aku bisa saja menjadi pencuri handal dengan kemampuan ini. Hehehe..."
Sesaat kemudian, beberapa murid mulai memamerkan ponsel terbaru nya.
"Hei, lihat! Gua baru dibelikan ponsel blackberry dari papa. Gimana? Keren, bukan?"
"Wow! Keren! Tombolnya juga banyak."
"Benar, ini ponsel para artis."
Melihat itu, Felix tersenyum kecil lantaran dimatanya ponsel itu merupakan ponsel jadul yang sudah jauh dari masa 2023 yang dimana ponsel android saling beradu feature dan kecanggihan.
Meski begitu, dibandingkan dengan dirinya saat ini yang tidak punya ponsel. Felix pun memutuskan untuk membeli Blackberry Strom yang dimana memiliki fitur touchscreen seharga 2,3 juta saat itu.
"Meski ini touchscreen. Tetap saja layar nya terlalu kecil."
# 19 Juni 2008 (malam)
Felix mulai memainkan ponselnya yang dimana dia membuka jejaring sosial dan berita terkini. Lalu, Felix pun melihat sebuah rumah yang dikontrakkan murah bulanan namun, dia bukan tertarik dengan rumah nya melainkan isi didalam nya bahwasanya lokasi rumah itu berada tepat sama seperti di berita masa waktunya dahulu nya.
Sebuah berita di tahun 2008, seorang pengontrak di rumah itu menemukan emas sebesar 1 ton dibawah rumah nya dan sang pemilik rumah tidak tahu menahu yang pada akhirnya pengontrak dan pemilik rumah memutuskan untuk memberikan emas itu kepada negara.
Namun, tidak bagi Felix. Rasa keserakahan muncul dan membuat nya berpikir untuk mengambil emas itu seorang diri.
"Tidak akan kubiarkan emas dimiliki orang lain atau pun negara."
Felix yang sudah membuat keputusan, dia pun mengambil memo kecil dan membuat Bucket list untuk mendapatkan emas itu dan Bucket list berjudul ...
Project emas 1 ton.
Dengan list;
[ - Membuat KTP.
- Membuat rekening umum.
- Menemui pemilik rumah.
- Membayar kontrakan.
- Mencari emas.
- Menyimpan emas di menu Inventori.]
Dengan Bucket list ini, Felix berencana untuk mengelapkan emas.
# 20 Juni 2008 (Pagi)
Felix menemui Mike yang sedang membersihkan ruang warnet nya.
"Pagi, Mike," sapa Felix dari pintu masuk.
Mike menghentikan aktifitas sejenak, "Oh, Felix. Ngapain lu kesini? Mau main?"
Felix menggelengkan kepalanya, "Tidak. Aku ingin meminta bantuan kakak."
Mike mengerutkan keningnya, "Bantuan apa?"
Felix tersenyum seraya menghampiri Mike, "Aku pernah dengar kalau kakak bisa membuat KTP nembak. Bisa buatkan untuk ku?"
KTP nembak merupakan kartu tanda penduduk yang dimana data umur pemilik ditambahkan satu atau dua tahun agar bisa membuat SIM atau urusan yang lain dengan mengunakan kartu tanda penduduk dengan biaya yang cukup mahal dibandingkan membuat KTP pada umumnya.
Felix yang masih berusia 15 tahun, tentu karena itu Felix belum diizinkan untuk membuat KTP secara legal.
Lalu, Mike pun meragukan Felix bisa membayarnya.
"Bisa saja. Tapi, mahal lho. Belum lagi komisi buat gua," jawab Mike dengan senyuman lebar.
"Tidak apa, aku ada cukup uang. Memang berapa?"
"1 juta. Gua mah jujur aja nih ya. 700 buat KTP dan 300 komisi Gua."
Felix pun sudah menduga nya maka dari itu, dia sontak mengambil dompet dan memberikan uang 1,5 juta.
"Ini 1,5 juta. 200 nya, Aku minta buat satu hari selesai."
"Oke, siap, Bos!"
Setelah, Felix ke langkah berikutnya yaitu menelepon pemilik atau penanggung jawab rumah.
"Selamat siang. Apakah kontrakan rumah di Gading masih kosong?"
Lalu, suara wanita dewasa menjawab nya.
"Masih. Apakah anda berminat?"
"Iya, saya tertarik dengan rumah yang ditawarkan. Biaya sewa nya berapa?"
"Karena itu rumah sudah lama kosong. Jadi, harga yang ditawarkan 20 juta pertahun. Apakah anda ingin melihat nya?"
"Baik. Akhir pekan ini, saya akan kesana."
"Iya, terimakasih. Maaf, dengan siapa saya bicara?"
"Saya Felix."
"Iya, Mas Felix. Saya tunggu kehadirannya akhir pekan. Semoga cocok ya."
"Iya."
Setelah itu, telepon tertutup dan Felix melanjutkan langkah berikutnya.
"Sekarang, waktunya meminta izin ke ayah dan Ibu!"
# 20 Juni 2008 (malam)
Felix sekeluarga makan malam bersama yang mana pada malam itu merayakan kenaikan kelas dan peringkat juara umum Felix.
Tawa dan canda mengisi makam malam itu dan Felix yang melihat itu, dia tersenyum senang lantaran di masa waktu sebelumnya. Felix tidak pernah hadir makan bersama yang penuh suka cita seperti itu.
Meski awalnya Renaldy tidak suka dengan prestasi Felix namun, Felix membayarnya dengan membelikan rokok satu slot untuk kakak nya itu dan membuat nya berubah menjadi adik yang membanggakan bagi nya.
Seusai makan malam, Felix pun memulai pembicaraan izin nya.
"Begini ibu, Ayah dan kakak semua. Ada yang ingin aku sampaikan."
Mendengar nada serius dari Felix membuat perhatian tertuju kepada nya.
"Ada apa?" tanya Andika.
"Aku ingin meminta izin untuk tinggal sendiri dan kos."
Andika yang mendengar itu, dia mengerutkan keningnya. "Apa? Kenapa kamu harus tinggal sendiri?"
"Karena aku berencana untuk masuk ke sekolah Utopia dan ingin fokus belajar."
Semua keluarga yang mendengar itu menjadi terkejut dan melihat satu sama lain.
Lalu, Nova mempertanyakan lagi ...
"Felix, kamu yakin? Untuk masuk sekolah itu kan sulit bahkan jika kamu masuk itu akan menambah beban ayah dan Ibu."
"Benar, Felix. Kenapa harus kesana? Terus kan saja di sekolah mu. Jika kamu terus peringkat pertama, kakak yakin kamu akan bisa kuliah ditempat yang bagus," sambung Renaldy.
"Ayah, Ibu, kakak tidak perlu khawatir. Aku sudah memiliki tabungan untuk sekolah disana jadi, aku juga tidak ingin membebani ayah dan ibu," jawab Felix.
Sarah pun tersenyum dan memegang tangan Andika yang mana Andika sontak melihat istrinya dan melihat senyuman nya.
"Baiklah, ayah setuju. Ayah tidak ingin menghalangi jalan masa depan mu," jawab Andika.
"Ibu juga mendukung mu apapun keputusan mu," sambung Sarah.
Nova yang mendengar itu, dia pun terheran.
"Ayah, Ibu. Yakin?"
Andika dan Sarah memberikan senyuman serta anggukan kepala kepada Nova.
Nova yang melihat itu, dia menghela nafas panjang. "Ahufuu... Terserah kalian saja."
"Terimakasih, ayah, Ibu, Kak Nova dan Kak Renaldy."
Dan, Felix pun mendapatkan izin untuk tinggal sendiri dan pindah sekolah ke Boarding Internasional School Utopia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Pengguna system v.02
BB sama nokia Express musik
2024-01-17
0
DEWA KEGELAPAN
uduttt isss goodddd
2023-08-05
2
Radilithiaaa
anj
2023-08-05
2