HAPPY READING
.
.
.
.
Di ruangan kerja Elleana sedang duduk di kursi nyamannya ia merenung seperti sedang memikirkan sesuatu.
Ia teringat telepon tadi siang itu ketika ia hendak menghampiri Xavier yang sedang menikmati makannya itu.
.
.
Ketika ia hendak menghampiri Xavier yang sedang menikmati makannya itu. Tiba-tiba ponselnya berdering.
Kriing.. Kriing
Ia senang setelah melihat nama si pemanggil yang tertera di ponselnya.
"Hallo Kak Ed.." Jawab Elleana yang senang ketika mendapatkan panggilan dari Edward. Ya yang sedang menelponnya adalah Edward kakak yang sangat di sayanginya. Sudah hampir satu bulan Edward tidak menghubungi Elleana karena kesibukan sang kakak.
"Elle bagaimana keadaanmu disana ? Apa kau baik-baik saja. Dengarkan aku, mereka sudah mengetahui keberadaanmu dan mereka sedang mencarimu saat ini Elle." Ucap Edward di seberang sana.
Seketika itu juga wajah Elleana menegang, ia terlihat sangat terkejut lalu berjalan cepat keruangannya.
"Bagaimana bisa kak ? Apa yang harus ku lakukan sekarang.. Apa aku masih harus bersembunyi lagi di tempat lain." Kata Elleana lagi, ia terlihat sangat syok dan sedih.
"Kau tenang saja, aku akan mengurusnya mereka tidak mungkin mencelakaimu saat ini. Perusahaan kita sedang krisis, aku sedang mencari investor untuk menyelamatkan perusahaan kita, tetapi kau tidak perlu khawatir.
Dan maaf Elle sepertinya besok kau harus segera kembali." Kata Edward yang berusaha menenangkan Elleana di sambungan teleponnya. Elleana yang mendengarnya berusaha untuk tetap tenang.
"Ya baiklah kak, aku akan berhati-hati.. Aku akan selalu mengabarimu. Kau juga berhati-hatilah kak. Sampai bertemu lagi." Kemudian Elleana memutuskan panggilannya.
.
.
.
Elleana menarik nafas dan membuangnya. Besok ia akan kembali ke negara N, sudah cukup lama ia bersembunyi, kakak serta perusahaannya sangat membutuhkannya saat ini.
Ia bergegas untuk pulang menyiapkan barang-barangnya yang akan ia perlukan. Kalau bisa ia ingin segera terbang ke negara N malam ini juga.
Kemudian Elleana keluar dari ruangannya, ia segera menuju parkiran cafe, masuk ke mobilnya lalu mengirim pesan kepada Millie. Pikirannya saat ini hanya satu yaitu ia harus cepat kembali ke apartemennya.
"Mill, aku harus segera pergi.. Tolong kau urus semuanya di sini ya, mungkin beberapa hari ini aku tidak akan ke cafe."
Begitulah isi pesan Elleana untuk Millie. Ia tidak ingin membuat sahabat cantiknya itu menjadi khawatir. Setelah itu ia melajukan mobilnya.
Di tengah perjalanan, Melalui kaca spion Elleana melihat ada sebuah mobil besar berwarna hitam yang sedang mengikutinya.
"Oh God, apa mereka orang-orang yang di maksud kak Ed." Gumam Elleana. Ia melihat sekelilingnya yang terlihat sangat sepi itu. Ia terus saja melajukan mobilnya mencari tempat yang ramai agar bisa terlepas dari mobil yang telah mengikutinya.
Tidak lama kemudian ia berhenti di depan supermarket yang cukup besar, tempat itu memang sangat ramai. Ia bisa bersembunyi terlebih dahulu di sini. Ya itulah yang ada di pikirannya lalu ia segera turun dari mobilnya dan masuk ke supermarket.
Elleana mengintip ke arah luar supermarket dan ternyata ia melihat mobil yang mengikutinya itu behenti juga dan tidak menunggu lama keluarlah empat pria bertubuh besar.
Glek. Elleana menelan ludahnya. mana bisa ia melawan empat pria bertubuh besar, ya walaupun ia ahli bela diri tetapi ia tak sekuat itu untuk menghadapi empat pria yang bertubuh besar. ia bisa saja mati saat itu juga jika melawan mereka.
Seketika itu ia di kejutkan oleh seorang pria yang berdiri di sampingnya, hampir saja Elleana berteriak jika tangan besar itu tidak segera membekap mulutnya.
Mata Elleana membelalak setelah melihat siapa pria yang membekapnya itu.
"Kau jangan berteriak, ini aku Xavier." Ucap Xavier kepada Elleana yang kemudian melepaskan tangannya dari wajah Elleana.
Ya pria itu adalah Xavier.
"Kau.. Mengapa kau bisa berada di sini." Kata Elleana yang matanya terbelalak karena masih terkejut dengan kehadiran Xavier.
Xavier memang sengaja mengikuti mobil Elleana karena setibanya di depan cafe, ia yang melihat Elleana keluar dari cafe dan memasuki mobil. Tanpa pikir panjang ia segera mengikuti mobil yang di kendarai oleh Elleana. Tetapi saat di tengah perjalanan ia melihat mobil hitam besar juga sedang mengikuti mobil Elleana. Xavier terus melajukan mobilnya, ia penasaran dengan mobil yang mengikuti Elleana. Ia mencemaskan Elleana, Elleana pasti panik saat mengetahui ada mobil lain yang mengikutinya. itu yang ada di pikirannya. Dan ia masih harus tetap fokus memperhatikan kedua mobil di depannya itu agar tidak kehilangan jejak.
Tak selang berapa lama ia melihat mobil Elleana berhenti di depan supermarket dan ternyata mobil hitam itupun berhenti dan Xavier terkejut melihat empat pria bertubuh besar yang keluar dari mobil itu. Tanpa pikir panjang ia keluar mobil dan masuk ke dalam supermarket. ia berfikir pasti Elleana ada di dalam sana.
"Aku tidak sengaja melihat mobilmu di ikuti seseorang. Tanpa pikir panjang aku segera mengikuti mobilmu juga." Ucap Xavier ya dia tidak sepenuhnya berbohong, dari awal dia memang sedang mengikuti Elleana.
Elleana menatap tajam Xavier penuh selidik.
"Jadi karena kau tahu aku telah di ikuti seseorang lalu kau juga masuk ke dalam supermarket ini dan memastikan keadaanku. Begitu hmm ?" Kata Elleana dan kemudian Xavier menjadi gugup.
"Hmm ya anggap saja seperti itu." Ucap Xavier menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal.
"Katakan padaku apa kau sedang mencemaskanku ? Tetapi mengapa kau harus mencemaskanku ?" Tanya Elleana lagi yang sedang menyipitkan kedua matanya ke arah Xavier seakan meminta penjelasan. Xavier menjadi semakin gugup, ia memikirkan jawaban apa yang tepat.
"Ya... ya karena aku mengenalmu, dan ya karena kau juga berteman dengan Jennie jadi ku pikir aku harus memastikan keadaanmu. Ya seperti itu lah." Ucap Xavier dengan senyum canggungnya.
Untuk pertama kalinya ia begitu terlihat sangat bodoh di hadapan wanita. Dan Elleana yang mendengarnya pun hanya ber-oh-ria saja.
"Ah ya bagaimana caranya agar aku bisa terlepas dari mereka." Elleana yang masih melihat ke arah luar supermarket itu. Xavier yang menyadari kecemasan di wajah wanita cantik ini menawarkan bantuan.
"Bagaimana kalau kau menaiki mobilku saja ? Mereka sudah tahu mobilmu akan sangat sulit terbebas dari mereka jika kau terus menggunakan mobil itu. Aku akan mengantarmu." Kata Xavier dan sekejap itu pula ada kelegaan yang Elleana rasakan.
"Tapi sebelum itu kau membutuhkan topi dan syal untuk menutupi wajahmu. Kau tunggulah disini aku akan segera kembali." Ucap Xavier sekali lagi.
Ia berjalan menuju rak yang terdapat topi juga syal lalu membayarnya ke kasir. Setelah itu ia menghampiri Elleana dan membantu Elleana memakaikan topi serta syalnya. Sungguh ada perasaan hangat yang Elleana rasakan.
Ia sangat nyaman saat Xavier memperhatikannya. Ia terus memandang wajah tampan Xavier dan Xavier yang merasa ada sepasang mata cantik yang sedang memandanginya itu hanya tersenyum.
Tidak lama kemudian mereka keluar dari supermarket dan melewati ke empat pria itu, Elleana merasa sangat tegang, Xavier yang menyadari itu segera merangkul pinggul Elleana lalu mereka masuk ke mobil milik Xavier.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
.
.
Terimakasih 🤗
.
.
Jangan lupa Like, Vote and Follow Me 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 216 Episodes
Comments
AD E N
Kesempatan buat xavier
2023-11-03
1
Ina
Xavier udah mulai modus dulu nich 🤣🤣🤣
2022-07-03
0
Isfiq Q Neeiss
woww
2021-11-24
0