HAPPY READING
.
.
Di dalam gedung yang menjulang tinggi, terdapat seorang pria tampan yang sedang berdiri di dekat jendela sambil memandangi kota Los Angeles yang sangat luas itu. Ya, pria itu adalah Xavier, terlihat dia sedang memikirkan sesuatu dari cara tangannya yang sedang menopang dagunya.
Benar, pria itu sedang memikirkan seorang wanita yang menabraknya tempo hari, dan tiba-tiba menarik kedua sudut bibirnya. Entahlah seperti orang yang tidak waras karena senyumannya itu membuat Jack menjadi terheran, apa yang sedang di pikirkan oleh bosnya.
"Ehem.." Suara Jack tiba-tiba menyadarkan Xavier yang sedang termenung.
"Kau.. Kenapa tidak mengetuk pintu?!" hardik Xavier dengan wajah yang terlihat kesal karena ketahuan bahwa dirinya sedang melamun.
"Sudah bos, tapi kau tidak mendengarnya. Aku kira kau tidak berada di ruangan karena tidak menjawab ketukan ku, tapi ternyata pikiranmu sedang berada di tempat lain," goda Jack dengan nada santainya.
Xavier menatap tajam Jack yang sengaja menggodanya. Ia memang malu ketahuan bahwa dirinya sedang melamun.
"Sudahlah.. ada perlu apa?" tanya Xavier yang mengalihkan pembicaraan.
"Nanti siang kita ada meeting bos. Apa perlu aku yang menggantikanmu?" tanya Jack karena dia tahu jika ada rapat yang tidak terlalu penting maka Jack lah yang akan menggantikan bosnya untuk meeting.
"Ya, kau urus saja semuanya, nanti laporkan kepadaku. Dan sekarang kau boleh pergi," perintahnya acuh. Ia melanjutkan pekerjaannya kembali.
Jack pun dibuat gemas dengan sikap bosnya itu yang seenaknya saja menyuruhnya pergi dan datang dengan sesuka hati.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=
Elle's Cafe
Hari ini cafe telah di booking oleh seorang wanita yang cukup kaya. Entahlah ada acara apa, dia hanya mengatakan ingin membooking cafe.
Ya memang cukup ramai, banyak pria dan wanita kaya yang hadir. Mungkin acara reuni pikirnya.
Elleana yang masih mencoba memantau keadaan sekitarnya tiba-tiba terkejut dengan kehadiran sosok cantik yang seperti dia kenal.
"Astaga kau mengejutkanku!" ucap Elleana saat melihat sosok cantik yang sudah berdiri di hadapannya. Gadis itu adalah Jennifer, gadis cantik yang dia selamatkan pada malam itu.
"Halloo Kakak. Maaf aku mengejutkanmu. Aku baru saja datang dan terkejut karena cafe ini terlihat ramai sekali, lalu aku bertanya pada salah satu pegawai cafe dan ternyata kakak benar berada disini," ucap Jennier sambil memamerkan deretan gigi putihnya yang rata itu.
"Iya, memang cafe ini sudah di booking seseorang untuk sebuah acara," jawab Elleana lalu mengajak Jennie duduk di kursi tepat di depan ruangannya.
"Apa cafe ini milik Kakak?" tanya Jennie dengan antusias kemudian Elleana mengangguk sebagai jawabannya.
"Wah, Kakak hebat sekali bisa mempunyai cafe keren seperti ini. Cafe ini kan sangat terkenal!" Jennie memperhatikan sekitarnya, dilihatnya dekorasi yang sangat elegan dan sangat nyaman.
"Terima kasih," jawab Elleana. "Apa kau mau minum sesuatu, Jennie?" tanyanya kemudian.
Jennie menggeleng cepat. "Tidak perlu kak, lagi pula aku tidak akan lama disini."
"Oke baiklah..." ucap Elleana. Tak berselang lama, terdengar suara langkah kaki seorang wanita yang menghampiri.
"Permisi, aku ingin bertanya siapa manager di cafe ini?" tanya seorang wanita yang cukup cantik.
Elleana segera beranjak dari duduknya. "Managernya sedang tidak berada di tempat. Ada perlu apa, Nona? Apa ada yang bisa saya bantu?" Bertanya seramah mungkin, wanita itu menatap Elleana dari kepala hingga ujung kaki.
"Apa kau salah satu pegawai disini?" tanyanya kembali, dirinya cukup terheran saat melihat Elleana karena sebagai seorang pegawai, Elleana terlihat sangat cantik dan juga mempesona meskipun tidak mengenakan make up yang tebal.
Wanita tersebut tersenyum sinis. "Sampaikan pada Manager anda, bahwa saya kurang puas dengan pelayanan cafe ini, tempat ini ternyata lebih kecil dari dugaanku!" gerutunya.
Elleana yang mendengar hal itu menjadi kesal.
"Mohon maaf Nona, cafe ini pelayanannya sudah maksimal, tugas kami hanya menyediakan makanan serta minuman saat anda membooking bukan untuk mengambilkan setiap minuman atau makanan kalian. Kalau anda merasa cafeku ini tidak begitu luas, silahkan saja nona mencari tempat lain," jawab Elleana dengan sikapnya yang masih tetap tenang.
"Jadi kau pemilik cafe ini?" Wanita itu cukup tertegun dengan sikapnya yang masih terlihat angkuh.
"Aku hanya menyampaikan pendapatku saja, Nona. Mohon di terima karena bagaimanapun tamu adalah raja," lanjutnya kembali.
"Baiklah, terima kasih karena sudah memberikan pendapat anda Nona, kedepannya kami akan memperbaiki pelayanan kami." Elleana berbicara dengan tenang dan santai, sebuah senyuman tersemat di sudut bibirnya.
Wanita itupun menjadi kesal, lalu pergi meninggalkan Elleana dan Jennie. Elleana hanya tersenyum tipis melihat kepergian wanita angkuh itu.
"Astaga, apa maksud dari perkatannya kak, aku rasa cafe ini sudah bagus dan sangat nyaman, apa dia sengaja berbicara seperti itu untuk membuatmu malu kak?" Jennie mendengkus kesal, ia mulai mengerti maksud dari perkataan wanita tadi.
"Sudahlah Jenn, tidak perlu di pikirkan. Memang terkadang ada pelanggan yang sikapnya terlebih sama dengan wanita yang tadi." Ya, Elleana memang sudah pernah menghadapi pelanggan yang sombong seperti itu kemudian Jennie hanya menanggapi dengan ber-oh-ria saja.
"Baiklah kak, aku pergi dulu ya?" ucap Jennie yang sudah pergi keluar cafe.
"Dasar gadis kecil." Elleana menggelengkan kepalanya karena terheran dengan sikap Jennie yang bisa datang kapan saja serta bisa pergi begitu saja.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
Semoga kalian masih tetap suka ya dengan ceritanya. Terimakasih 🤗🤗😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 216 Episodes
Comments
gian rasyid
hmmm....datang tidak di jemput...pulang tidak di antar 🤭🤭🤭🤭
2023-11-22
0
Jacklin Clarisa morgana
jgn2 debora tu mntan xavir yg sok2an itu
2023-02-18
0
Alexandra Juliana
Jennie ky lagu dong...Kau datang dan pergi sesuka hatimuuuuu...😁😁
2022-12-13
0