"Heii.. Apa yang kalian lakukan kepada wanita itu?" Elleana berteriak sehingga kedua pria itu terkejut dan menoleh.
"Wah wah.. Sepertinya kita kedatangan satu wanita catik lagi," ucap pria bertubuh tegap dengan bulu-bulu halus di sekitar rahangnya. Pria itu memandangi Elleana dari atas hingga bawah.
"Kau benar Kak, sepertinya kita sangat beruntung malam ini ada dua wanita cantik yang akan nenemani kita," timpal pria satunya lagi yang melihat Elleana tanpa berkedip.
Sedangkan Elleana melihat mereka dengan kesal dan jijik.
"Tutup mulut kalian. Ck, menjijikan !!" Elleana berdecak kesal, ia sungguh jijik dengan perkataan kedua pria itu.
"Kurang ajar sekali kau, Nona!" hardik salah satu dari mereka, lalu menghampiri Elleana untuk menampar mulut cantiknya.
Tanpa berbasa-basi, Elleana langsung menepis tangan pria itu lalu menendang pusaka sakti milik pria tersebut.
Buugg
Pria itu langsung jatuh tersungkur ke tengah jalan.
"Sialan kau, Nona. Kau ingin mencari mati ya!" umpat pria yang satu, mengeraskan rahangnya ketika melihat temannya jatuh tersungkur, lalu tanpa rasa kasihan pria itu langsung menjambak rambut Elleana dengan keras.
"Aaww.. " pekik Elleana yang merasa kesakitan karena rambutnya di tarik oleh pria itu. Namun ia segera menarik tangan pria tersebut dan membantingnya. Seketika itu pula pria yang merasa hebat itu terjatuh. Sebelum kemudian Elleana menendang tubuhnya tanpa ampun.
Kedua pria itu merasakan sakit yang luar biasa, karena tidak menyangka pukulan dan tendangan dari seorang wanita akan terasa menyakitkan seperti ini.
Wanita yang telah di selamatkan oleh Elleana pun hanya diam, ia sangat terkejut dan terpana akan aksi Elleana yang menghajar kedua pria bodoh itu dengan mudah.
Puas melampiaskan amarahnya kepada mereka, Elleana menghampiri gadis cantik itu.
"Apa kau baik-baik saja, Nona?" tanya Elleana dengan wajah yang sedikit panik.
"Eh, iya aku baik-baik saja, Kakak. Terima kasih karena sudah menolongku. Kau sangat hebat kakak!" seru gadis tersebut yang begitu antusias karena itu adalah kali pertama melihat seorang wanita yang pandai bela diri. Dengan tersenyum mengulurkan tangannya. "Namaku Jennifer Alexandra Romanov, Kak, panggil saja Jennie. Senang bisa bertemu dengan Kakak cantik yang hebat."
"Ah iya.. Sama-sama Namaku Leana Callista. Kau bisa memanggilku Lea atau Leana juga tidak apa-apa"," sahutnya disertai senyuman ramah.
Perlu diketahui bahwa Elleana menyembunyikan identitas aslinya selama tinggal di Los Angeles dan hanya memperkenalkan dirinya sebagai Leana Callista tanpa nama marganya. Itulah sebabnya semua pegawainya di cafe memanggil dirinya dengan Leana, karena mereka memang tidak mengetahui identitas Pemilik cafe tempat mereka bekerja.
"Baiklah, ini sudah tengah malam, sebaiknya kita harus pulang sebelum bertambah lagi pria-pria jahat," ucapnya sembari melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. "Apa kau ingin aku mengantarmu?" lanjutnya kemudian dan berjalan menuju mobilnya.
"Tidak perlu kak, aku masih bisa mengendarai mobilku sendiri. Terima kasih sekali lagi, Kak. Tapi bagaimana kita bisa bertemu kembali, Kak ?" Jennie yang masih ingin bertemu dengan Elleana dan tidak rela jika harus berpisah malam itu juga.
"Datanglah ke Elle's Cafe jika kau ingin bertemu denganku, Nona Kecil," ucap Elleana yang langsung di jawab oleh Jennie.
"Hmm oke Kak, aku pasti akan datang." Lalu keduanya masuk ke mobilnya masing-masing dan melajukan mobilnya.
****
Keesokan harinya di kediaman Romanov. Mereka sedang berkumpul untuk sarapan di ruang makan.
"Apa Jennie masih belum bangun, sayang?" tanya pria paruh baya yang masih terlihat awet muda dan tampan. Ya, pria paruh baya itu Daddy dari Jennie.
"Belum, anak itu sepertinya pulang larut lagi." Marry, istri dari Jhonny menjawabnya dengan hembusan napas kesal. Wanita paruh baya itu masih tampak cantik meskipun sedang kesal pada putrinya.
"Selamat pagi, Mommy Daddy." Tiba-tiba Jennie mendaratkan tubuhnya di kursi, lalu mengambil roti yang sudah di olesi dengan selai coklat.
"Katakan, darimana saja kau tadi malam, Gadis Kecil Huh?! Sudah berani nakal sekarang ya. Apa perlu Daddy mu memblokir seluruh kartumu?!" ujar Marry berbicara tanpa jeda membuat Jennie jengah dan memutar bola matanya.
"Astagaa Mommy, kenapa pagi-pagi sudah marah-marah sih," gerutu Jennie yang mengerucutkan bibirnya.
"Jawab saja sayang, Mommy mu sangat mengkhawatirkanmu tadi malam. Memangnya kau tidak bisa mengabarkan kami nak?" timpal Jhony sang Daddy.
Jennie sejenak diam, dirinya memang salah karena tidak memberi kabar kepada kedua orang tuanya. "Maafkan Jenn, Mom Dad. Karena ada pesta kecil di tempat Alice, Jadi Jennie pulang terlambat. Tolong jangan memblokir kartu kredit Jennie dad." Dengan tatapan puppy eyes-nya yang selalu membuat sang daddy tidak tega.
"Begitulah jadinya kalau daddy terlalu memanjakannya," sinis sang mommy menyindir Jennie. Jennie hanya terkekeh mendengarnya.
"Mom, dimana Kak Vie? Apa dia sudah kembali ke mansionnya?" Jennie mencari keberadaan sang kakak karena tidak terlihat sejak tadi. Ya, keluarganya selalu memanggil kakaknya Xavier dengan panggilan Vie dan itu hanya untuk orang-orang terdekatnya saja.
"Dia sudah berangkat ke kantor pagi tadi. Salahmu sendiri kenapa lama sekali turun ke bawah," jawab Marry sambil meletakkan susu yang di minumnya ke atas meja
Mereka bertiga menikmati sarapannya hingga selesai tanpa ada pembicaraan lagi.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
Semoga kalian suka ya.. Jangan lupa Like-nya.. Author akan usahakan untuk update setiap hari.. Terima kasih yang sudah mendukung 🤗🤗😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 216 Episodes
Comments
Adriana Wiriadinata
sukaaa
2024-07-21
0
gian rasyid
suka...suka....tdk bnyak drama. 👍👍👍👍
2023-11-22
1
Neni Apriani
suka cceritanya,,, seneng deh dapat lg koleksi novel 🤗
2023-10-28
1