"Apa Putih tidak suka wortel 🥕? Kalau tidak suka lalu Putih sukanya makan apa?" Tanya Julia sambil membuka nasi bungkus.
Ketika Julia membuka bungkusan nasi bersamaan kelinci putih melompat ke arah makanan Julia namun tidak memakannya melainkan menatap ke arah Julia sambil tangannya menunjuk ke arah makanan Julia.
Seakan mengatakan kalau dirinya ingin makan bersama Julia sedangkan Julia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Putih, mau makan bersamaku?" Tanya Julia memastikan.
Kelinci itu pun menganggukkan kepalanya tanda betul kalau dirinya ingin makan bersama Julia.
"Baiklah, Kita makan bersama." Jawab Julia yang entah kenapa dirinya tidak merasa jijik sedikitpun makan bersama kelinci.
Kelinci itupun yang sudah mendapatkan ijin langsung makan begitu pula Julia namun sebelumnya Julia berdoa terlebih dahulu. Mereka makan dalam diam dan tanpa disadari oleh Julia kalau makanan itu tidak akan habis selama Julia belum kenyang.
"Makanannya ternyata sangat banyak sampai perutku mulai kenyang tapi kalau makanannya di buang kan sayang. Ayo Putih semangat kita habiskan makanan ini supaya makanan ini tidak di buang." Ucap Julia memberikan semangat ke Kelinci.
Kelinci itupun diam-diam mengeluarkan sihirnya dan makanan yang Mereka makan berangsur-angsur habis tanpa sisa sedikitpun.
"Aduh kenyangnya." Ucap Julia sambil membelai perutnya yang gendut.
Julia mengambil gelas yang sudah disediakan di meja kemudian menuangkan botol yang berisi air mineral yang tadi dibelinya. Julia meminum hingga menyisakan setengah gelas kemudian menatap ke arah kelinci tersebut.
"Minumlah." Ucap Julia sambil mengangkat tubuh kelinci.
Julia memiringkan gelas kemudian diarahkan ke mulut kelinci tersebut dan kelinci itupun meminumnya hingga habis tanpa sisa. Julia meletakkan gelas tersebut ke arah samping kemudian mengangkat tubuh kelinci agar menatap dirinya.
"Lukamu sudah mulai sembuh tapi saat ini jangan mandi dulu kecuali besok dan seterusnya barulah Putih mandi." Ucap Julia sambil membelai wajah kelinci dengan menggunakan ibu jari kanannya.
"Putih, tadi waktu di hutan Aku mendengar suara ke empat temanku yang sudah meninggal. Mereka memanggil namaku dan sepertinya Mereka sangat tersiksa tapi Aku tidak bisa menolongnya." Ucap Julia dengan wajah sedih.
"Seandainya saja Aku bisa tahu apa yang mereka katakan dan juga bisa menolongnya alangkah bahagianya Aku." Ucap Julia dengan mata berkaca-kaca.
Julia berdiri kemudian berbaring di ranjang sambil meletakkan kelinci tersebut di dadanya dan membelainya dengan lembut.
"Selain itu Aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi waktu itu." Sambung Julia.
Tes
Tes
Tes
"Hiks ... Hiks .... Hiks .... Mereka berempat temanku yang selalu menemaniku baik dalam sehari-hari, pekerjaan dan juga kemping." ucap Julia sambil terisak dan masih membelai Kelinci dengan lembut.
Tubuhnya yang sangat lelah membuat Julia memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Julia tidur dengan pulas.
Whushh
Tiba-tiba muncul kumpulan asap di tubuh kelinci tersebut dan kelinci tersebut mendadak menghilang bersamaan muncul pangeran yang sangat tampan memakai pakaian kerajaan pada umumnya.
Pangeran William berada di atas tubuh Julia membuat Pangeran William menggulingkan tubuhnya ke arah samping dan duduk di sisi ranjang sambil menatap wajah cantik Julia.
"Aku akan kabulkan permintaanmu karena Aku tidak tega melihatmu menangis." Ucap Pangeran William sambil menghapus air mata Julia.
Whushh
Pangeran William menarik roh Julia kemudian masuk ke dunia lain di mana Ririn, Alex, Bela dan Kelik belum meninggal dunia.
"Tuan siapa?" Tanya Julia dengan wajah terkejut.
"Panggil saja William jangan menggunakan kata Tuan, apakah Kamu lupa dengan namaku?" Tanya Pangeran William sambil menatap Julia dengan tatapan penuh cinta.
"Maaf. Oh ya sekarang Kita ada di mana?" Tanya Julia yang melihat dirinya melihat suasananya sangat gelap gulita dan banyak pohon besar.
"Bukankah Kamu ingin melihat apa yang terjadi dengan ke empat temanmu?" Tanya Pangeran William.
"Ke empat temanku?" tanya ulang Julia dengan wajah terkejut.
"Benar, Mereka adalah Ririn, Alex, Miko, Bela dan Kelik." Jawab Pangeran William.
"Aku akan memperlihatkan kenapa Mereka meninggal dunia dan rohnya tertahan di hutan ini." sambung Pangeran William.
Grep
"Baiklah tapi Aku minta jangan pergi jauh dariku karena Aku sangat takut sendirian." Ucap Julia sambil memeluk Pangeran William.
"Tenang saja, Aku akan selalu berada di sampingmu." Jawab Pangeran William sambil membalas pelukan Julia.
"Oh ya ingat selama melihat apa yang terjadi dengan ke empat temanmu jangan berteriak ataupun menolong Mereka karena roh dan tubuh Mereka sudah terlepas dan otomatis tidak bisa kembali lagi ke alam manusia." Sambung Pangeran William menjelaskan apa yang akan terjadi nanti.
"Baik Aku mengerti." Jawab Julia kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Kini Julia dan Pangeran William berdiri di tengah hutan sambil melihat Ririn dan Alex mengobrol di tempat yang sangat sunyi dan jauh dari orang - orang yang sedang melakukan kemping.
"Kenapa Kita ke sini?'' Tanya Ririn dengan wajah terkejut.
"Ririn, Aku sangat mencintai dirimu dan ingin Kita menikah." ucap Alex tanpa menjawab pertanyaan Ririn dan Bela.
"Sayangnya Aku tidak mencintai Kak Alex dan Aku tidak mau menikah dengan Kak Alex." Ucap Ririn.
"Kenapa Sayangku, menolak cintaku yang sangat tulus?" Tanya Alex pura - pura sedih dan mulai melancarkan rayuan mautnya.
"Bukankah Kak Alex sudah menikah dan apalagi Aku mendengar Kak Alex suka mempermainkan perasaan gadis dan wanita." Ucap Ririn menjelaskan.
"Kami berencana akan bercerai karena istriku selingkuh dengan pria lain padahal selama ini apapun yang di mintanya Aku selalu memberikannya termasuk berfoya-foya menghabiskan uang ku dan membebaskan istriku berteman dengan teman sosialitanya tapi yang Aku dapat? Istriku selingkuh dengan sahabatku dan langsung menggugat cerai." Ucap Alex sambil mengeluarkan air mata buayanya.
Grep
"Wanita itu tidak pantas untuk ditangisi jadi lebih baik turuti permintaannya untuk bercerai." Ucap Ririn sambil memeluk tubuh kekar Alex.
"Terima kasih sayang, berkat dirimu membuatku tidak bersedih lagi." Ucap Alex sambil membalas pelukan Ririn.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya dan tiba-tiba suasananya sangat dingin membuat tubuh mereka gemetaran.
"Kak Alex, dingin." ucap Ririn sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Kakak ada caranya supaya tidak dingin lagi." Ucap Alex.
"Apa itu Kak?" Tanya Ririn tanpa curiga sedikitpun.
"Peluk Kakak." Ucap Alex sambil merentangkan ke dua tangannya.
Tanpa curiga sedikitpun Ririn memeluk tubuh Alex dan Alex pun membalas pelukan Ririn kemudian Alex mencium leher Ririn membuat tubuh Ririn seperti terkena sengatan listrik.
"Apa yang Kak Alex lakukan?" Tanya Ririn sambil menikmati sentuhan Alex ketika Alex memberikan tanda kepemilikan dilehernya.
"Membuat tubuhmu tidak dingin." Jawab Alex sambil tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan Ririn.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Aditya HP/bunda lia
enak yah kalo punya kelinci kayak gitu bisa awet beras dan bahan masakan di kulkas 😂😂
2023-06-16
2
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2023-06-16
1
Desyi Alawiyah
lanjut kak author...🙏🙏🙏
2023-06-16
1