Bab 7

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Setelah selesai memandikan Izel, kini giliran Raline yang mempersiapkan dirinya untuk ikut makan malam bersama sang suami. Harusnya Raline semangat, harusnya ini menjadi sedikit obat dari kegelisahan hati yang sejak tadi dia rasakan, tapi tetap saja kecemasan itu masih ada dalam dirinya.

Tadi siang, Raline mendapat pesan dari Dino agar dia segera bersiap untuk ikut makan malam bersama athar, dan yang membuat Raline sedikit kecewa adalah knapa harus Dino yang menyampaikan kepadanya? Kenapa bukan athar langsung yang mengajaknya? Ingin sekali Raline menelpon Athar dan menanyakan alasan semua itu, tapi untuk apa? Dia hanya akan buang-buang waktu karena menanyakan sesuatu yang sudah dia tahu jawabannya.

“Karena terpaksa,” gumam Raline sendu. Ya, semua ini karena kolega bisnis athar yang membawa suaminya makan malam makanya dirinya juga ikut andil. Seumur pernikahannya, tidak pernah Raline merasakan yang namanya makan malam berdua dengan athar. Hanya ada makan malam bisnis da berakhir dengan pulang tanpa singgah ke tempat romantis.

Raline menghela afas pelan, sekarang waktu untuknya bersiap-siap. Raline sudah mengatakan pada Izel mengenai hal ini dan anak itu dengan patuh mengiyakan perintah mamanya untuk tetap di rumah bersama bibi atau pembantu mereka.

Setelah satu jam berdandan akhirnya raline selesai dengan segala riasannya. Padahal yang memakai cream wajah dan menata rambutnya, tapi wanita itu tetap menghabiskan waktu selama satu jam, dan tentu saja penyebabnya adalah pakaian. Inilah Raline, dia sama dengan wanita lainnya yang membutuhkan waktu paling lama dalam menentukan dress apa yang akan digunakan untuk keluar bersama sang suami. Padahal dia punya banyak baju, tapi tetap saja dalam pikiranya mengatakan bahwa dia tidak punya baju apapun. Semua yang ada di dalam lemar hanya jadi tumpukan kain yang sudah tak terpaki jika wanita sudah memilih pakaian.

Raline mematut dirinya di depan cermin. Cantik dan natural, itulah dua kata yang kini terlintas dalam pikiran Raline saat melihat dirinya sendiri. “Tapi tetap saja kamu tidak dicintai, Ralin. Kamu tetap kalah,” gumam Raline lesu.

Raline memejamkan mata sebentar dan mengatur nafasnya untuk memberi sedikit ketenangan pada dirinya. Saat dirasa sudah agak lega, Raline membuka matanya dan tersenyum. “Kau cantik, kau baik, dan kau adalah istri idaman, Raline. Waktu saja yang belum berpihak padamu, tunggu kapannya dan kamu akan bahagia,” gumama Raline menyemangati dirinya sendiri.

“Lets go,” ucap Raline semangat dan segera keluar dari kamarnya untuk pergi ke tempat yang sudah dikabari oleh Dino tadi.

.....

Sedangkan di tempat lain, Fatan saat ini sedang berada di rumah temannya untuk memberi kabar mengenai keberangkatan mereka besok ke jakarta.

“Apa kau gila Fatan? Anakku masih sakit,” ucap wanita yang menjadi rekan fatan dalam kerjasama kali ini.

“Tapi memang begitu keputusannya, Sil. Pihak Arthesi meminta kita untuk ke jakarta besok dan membawa rancangan yang baru sesuai dengan permintaa mereka.

“Kalau begitu aku tak ikut,” ucap wanita itu dengan melipat kedua tangan di dada dan wajah yang kesal mendengar kabar yang baru saja didapat dari Fatan, rekan kerjanya.

“Kau jangan gila, Sesilia Putri, kita harus menyelesaikan semua ini sampai akhir kalau tak mau diminta ganti rugi oleh pihak Arthesi,” ucap Fatan gemes dengan temannya itu.

Ya, dia adalah Sesilia Putri. Seorang wanita cantik yang menjadi rekan fatan dalam membuat rancangan vila yang akan dibangun oleh pihak Arthesi Corporation, alias perusahaan milik Athar. Jika saja Sesil tahu siapa pemilik Arthesi, apakah dia masih menolak atau malah ingin bertemu dengan pemilik perusahaan itu untuk sebuah tujuan?

Ya, Sesil adalah gadis masa lalu yang sampai sekarang ini masih bertahta di hati Athar. Karena sebuah restu yang tidak mereka kantongi membuat hubungan keduanya kandas tanpa akhir dan tanpa kata perpisahan. Bingung bukan? Karena memang begitulah adanya. Tidak ada kata putus atau pisah yang keluar dari bibir Athar maupun Sesil, keduanya hanya saling menjauh dan tak pernah bertemu selama tujuh tahun.

Sesil menghela nafas pelan. “Lalu anakku bagaimana?” tanya Sesil menatap Fatan meminta saran dari lelaki itu.

“Bawa saja,” jawab Fatan singkat yang mendapat pukulan keras dari Sesil di lenganya.

“Anakku masih sakit dan kau minta aku membawanya? Kau mau Sania mati?” tanya Sesil galak.

Fatan meringis sambil mengusap lengannya yang terasa panas dan sakit. “Ya, terus gimana?” ucap lelaki itu tidak tahu memberi solusi apa.

Saat keduanya berpikir, Sania yang memang sudah mulai mendingan keluar dari kamar dan menghampiri mamanya yang sedang berbicara di ruang tamu. “Ma,” panggil Sania pelan.

Sesil dan Fatan menoleh. “Sania kenapa keluar kamar, nak?” tanya Sesil kaget dan khawatir.

“Sania bosan di kamar terus, Ma. Lagian Sania juga udah sehat kok,” ucap anak itu menampilkan senyumnya menatap sesil.

“Hai, om Fatan,” sapa Sania ketika menyadari kehadiran Fatan disana.

Fatan tersenyum. “Hai gadis cantik. Sania sudah baikan?” tanya Fatan yang dibalas anggukan oleh Sania.

Fatan menatap Sesil yang juga menatapnya seolah memberi kode untuk membawa Sania ikut ke Jakarta.

Sesil menghela nafas pelan, dengan lembut dia mengangka tubuh Sania dan mendudukkan dipangkuannya. “Sania,” panggil Sesil lembut.

"Iya, Ma,” jawab anak itu mendongak menatap sesil.

“Besok mama ada kerjaan ke jakarta dan gak bisa ditunda, nak. Sania mau ikut gak?” tanya Sesil lembut.

Dengan semangat anak itu mengangguk. Dalam pikiraanya yang pasti dia akan pergi naik mobil bersama mamanya, jika naik mobil pasti akan lama diperjalanan nanti, dan itu adalah hal yang paling Sania sukai. “Sania mau ikut, Ma,” jawab Sania semangat.

“tapi Sania nanti harus tetap minum obat dulu, ya,” ucap Sesil yang dibalas anggukkan oleh gadis kecil itu.

“Wah Sania, Om sangat berterimakasih padamu, cantik,” ucap Fatan senang menatap sania.

Dia hanya tersenyum. Anak itu tidak tahu apa maksud ucapan terimakasih Fatan, tapi yang pasti fatan senang karena diriya mau ikut ke Jakarta.

“Tapi ada satu masalah lagi sil,” ucap Fatan dengan wajah memelasnya menatap Sesil.

“Apalagi?” tanya Sesil lelah. Beginilah yang harus sesil terima jika dia membiarkan Fatan meeting sendiri denan klien mereka. Lelaki itu tidak akan bisa meyakinkan klien dan hanya mengiyakan perintah tanpa ada pembelaan.

“Pihak Arthesi meminta rancangan baru sesuai permintaan mereka,” ucap Fatan pelan menatap penuh penyesalan pada sesil.

“Ya kau buat sendiri,” jawab Sesil sedikit ketus.

Fatan menmpilkan senyum bodohnya yang tentu saja Sesil sangat mengerti apa maksudnya.

Sesil menghela nafas pelan. “Permintaan pihak Arthesi tu gimana?” tanya Sesil akhirnya. Lebih baik dia turun tangan sendiri dari pada menyerahkan semuanya pada Fatan yang berujung pada kegagalan.

Sesil memindahkan Sania dari pangkuannya ke sofa agar bisa lebih leluasa berdiskusi dengan fatan. “Sania duduk disini, ya. Mama kerja sebentar,” ucap Sesil yang dibalas anggukkan oleh Sania yang kini anteng dengan tontonan televisi di depannya.

“Begini sil,” ucap Fatan dan menjelaskan permintaan yang tadi disampaikan oleh pihak Arthesi kepadanya mengenai rancangan gedung beserta interiornya.

Sesil mengangguk mengerti setelah menerima penjelasan dari fatan. Tapi satu hal yang membuat dia bingung. “Apa harus ada lambang A dan S begini disetiap kamarnya?” tana Sesil menatap heran pada Fatan.

Fatan mengangguk. “Mungkin singkatan dari nama perushaannya,” jawab Fatan singkat.

Sesil terdiam. Wanita itu tiba-tiba teringat akan satu hal yang berhubungan dengan dua haruf itu. Semoga saja bukan dia.

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!