Bab 17

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Athar menatap pantulan dirinya di depan cermin. Lelaki itu sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian yang sudah disiapkan oleh Raline. “Sempurna memang apa yang kamu pilih untukku, Raline, tapi kenapa kamu tidak bisa menyempurnakan cintaku? Hanya Sesil satu-satunya,” gumam laki-laki itu setelah menghela nafas berkal-kali.

“Ini hanya sebulan dan setelah itu, semuanya akan kembali dengan keadaan yang aku inginkan,” lanjut Athar yakin dengan semua langkah dan tindakan yang telah dia ambil. Setelah selesai mematut dirinya di depan cermin, Athar berbalik dan berjalan untuk segera menyusul raline beserta Izel.

“Itu Papa, Ma,” ucap Izel senang saat melihat Papanya berjalan menuruni tangga. Kini anak dan ibu itu sudah duduk di ruang keluarga dengan kue ulang tahun pernkahan yang tadi sudah disiapkan.

Raline menoleh. Wanita itu tersenyum melihat Athar yang mengenakan pakaian yang tadi dia siapkan. Sungguh, suaminya nampak sangat tampan ditambah dengan senyum mais yang selalu menghiasi bubur athar saat turun tangga.

Aku rasanya semakin jatuh cinta, Mas. Bagaimana mungkin aku menghilangkan rasa ini saat hatiku semakin mencintai kamu. Batin Raline campur aduk. Wanita itu tidak tahu harus senang atau sedih saat menerima perubahaan Athar ini. jujur saja, dia sangat bahagia sekali, tapi ada rasa hampa di sudut hatinya yang dia tidak tahu apa penyebabnya.

“Papa ganteng,” ucap Izel jujur setelah Athar sampai di depan mereka.

Athar tersenyum. “Semua ini karena baju yang dipilihkan mama kamu, nak,” jawab Athar. Kini lelaki itu memakai jas hitam dan kemeja serba hitam dengan sedikit hiasan pink di bagian bawah namun tak menghilangkan kesan gantle dari Athar.

“Pilihan Mama memang yang terbaik. Ini, baju sama rambut Izel juga mama yang pilihin modelnya, sama kayak Mama,” jawab anak itu antusias membanggakan bahwa ibunya yang terbaik.

“kKita beruntung punya mama, nak,” ucap Athar sambil menatap Raline yang dibalas senyuman oleh wanita itu. Sungguh, debaran jantung Raline sangat tak terkendali melihat tatapan Athar yang kini berbeda kepadanya. Tatapan yang biasanya datar itu kini berubah teduh dan lembut.

“Ayo kita potong kue, mas. Izel udah gak sabar dari tadi nungguin kamu,” ucap Raline yang mencoba mengalihkan pembicaraan untuk menyelamatkan keadaan jantungnya.

Athar mengangguk sedangka Izel, anak itu sudah melompat kesenangan karena akan mecicipi kue buatannya bersama sang ibu.

Raline mengambil korekyang sudah ada di sebelah kue dan menyalakan lilin yang bertuliskan angka tujuh diatas kue. Setelahnya wanita itu mengangkat kue dan menghadap kepada Athar. “Selamat tujuh tahun pernikahan kita, Mas,” ucap Raline lembut dengan tatapan penuh cinta pada Athar.

Athar membalas tatapan Raline. Lelaki itu mengangguk dan tersenyum. “Selamat juga istriku. Ayo tiup lilinya,” ucap Athar mengajak Raline.

Izel bersorak riang ketika Raline dan Athar telah selesai meniup lilin. “Sekarang ayo potong kuenya, tuan dan nyonya,” ucap anak itu menunduk layaknya pelayan yang menghormati majikannya.

Raline dan Athar yang melihat itu tersenyum. Athar segera mengambil pisau plastik yang sudah disediakan dan memotong kecil bagian pinggir kue. “Kue pertama untuk istri Papa dulu, ya,” ucap Athar meminta izin kepada Izel dan dibalas anggukan oleh anak itu.

Athar memberikan suapan pertama kepada Raline. Dengan senang hati perempuan itu menerimanya dan kembali menyuapi Athar setelah menghabiskan kue di dalam mulutnya.

“Dan ini, untuk anak papa,” ucap Athar setelah memotong kuenya lagi dan memberikan suapan kepada Izel.

“Enwaak,” ucap Izel tak jelas karena mulutnya kini penuh oleh kue itu.

“Habiskan dulu, nak,” ucap Raline menegur anaknya dengan lembut.

Izel mengangguk dan mengangkat jempolnya menjawab teguran Raline. Setelah kunyahannya habis, anak itu kembali meminta potongan kuenya pada raline untuk di makan. Izel tidak akan membuat ue ini basi begitu saja karena dia sudah lelah membantu mamanya membuat ini tadi.

Setelah acara tiup lilin dan potong kue, kini keluarga kecil itu menikmati tontonan televisi yang pastinya menayangkan kartun kesukaan athar dan Izel apalagi kalau bukan doraemon. DVD doraemon bahkan sudah memenuhi satu laci tempat meja televisi sebagai koleksi mereka.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, Raline sudah tertidur di pangkuan Athar sedangkan raline sudah ke kamar untuk membersihkan diri. Tadi dipertengahan film, wanita itu izin ke kamar untuk membersihkan diri.

Melihat anaknya yang sudah tertidur, Athar mematikan televisi dan pemutar DVD nya. Lelaki itu mengangkat tubuh Izel untuk dipindahkan ke kamar. Sampai di kamar Izel, Athar tidak mengganti pakaian anak itu karena menurutnya, gaun yang Izel gunakan cukup nyaman untuk dibawa tidur.

“Selamat tidur anak, Papa. Semoga nanti kamu tidak pernah membenci papa, nak. Semoga nanti kamu bisa menerima ibu lain dalam hidupmu,” gumam Athar menatap Izel yang sudah berbaring di tempat tidur.

Setelah mencium wajah sang anak, Athar berjalan keluar kamar. Namun sebelumnya, athar mematikan lampu kamar izel terlebih dahulu, karena dia tahu anaknya tidak bisa tidur dalam keadaan terang.

.....

Athar memasuki kamar. Dia mendengar suara air dari kamar mandi. “Raline masih di kamar mandi?” tanya Athar bingung. Pasalnya, ini sudah lebih dari satu jam raline meminta izin untuk membersihkan dirinya.

Tidak ingin pusin, Athar memilih untuk membuka jas dan meletakkan di kasur begitu saja. Lelaki itu memilih untuk duduk dan bersandar di kepala kasur sambil memainkan ponselnya.

Sedangkan di kamar mandi, Raline masih sibuk membersihkan hidungnya yang tiba-tiba mimisan. Wanita itu sungguh kaget saat membersihkan wajahnya, tiba-tiba kapas kecantikannya berwarna merah saat membersihkan hidungnya. “Ini kenapa, ya?” gumam Raline bertanya pada dirinya sendiri. Rasanya raline tidak salah makan atau kurag tidur dan semacamnya tapi kenapa dia bisa mimisan seperti ini? “Mungkin aku kurang minum,” gumam Raline menerka karena dia juga merasakan sedikit sakit pada tenggorokannya.

Raline menengadah untuk berusaha menghentikan darah agar tak keluar dari hidungnya. Setelah beberapa menit dengan posisi seperti itu, dia kembali menormalkan posisi kepalanya. “Alhamdulillah,” ucap Raline saat cairan merah kental itu tida lagi mengalir dari hidungnya.

Raline membuang semua tisu yang berdara itu ke tempat sampah yang ada di kamar mandi, setelahnya dia mencuci muka agar terlihat kembali segar. Setelahnya wanita itu berjalan keluar dari kamar mandi.

“Kenapa lama sekali?” tanya Athar saat Raline sudah keluar dari kamar mandi.

“Sakit perut, Mas,” jawab Raline tak jujur karena tak mau membuat Athar khawatir. Ya, meskipun hatinya ragu Athar akan kahwatir jika dia mengatakan yang sebenarnya.

Athar mengangguk. Lelaki itu melempar sembarang ponselnya dan bangkit dari kasur. Dia berjalan dan berhenti tepat di depan Raline. Kini sepasang suami istri itu saling tatap.

Athar tersenyum. “Tunggu aku di kasur.”

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

Kasna Wati

Kasna Wati

semoga attar cepat sadar thor

2023-06-23

0

Ratna Dadank

Ratna Dadank

jangan buat Raline sakit donk Thor

2023-06-22

0

Daulat Pasaribu

Daulat Pasaribu

kasih karma lah Thor untuk Athar

2023-06-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!