Bab 2

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Raline hanya bisa tersenyum mendengar apa yang athar katakan. Setidaknya, sekarang dia tidak menjadi orang bisu di kamar ini. Athar sudah lebih sering mengajaknya berbicara sekarang. Itu saja rasanya sudah sangat cukup bagi raline.

"Apa kamu akan berusaha untuk membuka hatimu untukku?" Tanya raline pelan.

"Apa kau masih berharap untuk itu?" Tanya athar menatap lekat istrinya.

Raline mengangguk yakin. "Hanya itu harapanku satu-satunya. Jika itu sudah aku dapatkan, maka aku akan ikhlas jika maut memisahkan kita," Jawab raline tegas.

"Bagaimana jika bukan maut yang memisahkan kita, raline?" Tanya athar lagi.

Raline terdiam. Namun wajahnya menunjukkan pertanyaan yang tentunya sangat athar mengerti. Sangat jarang sekali athar berbicara banyak begini kepadanya. Namun sekalinya mereka bicara, kenapa harus pembicaraan yang membuat hati raline tak karuan begini?

"Kau tentu tahu bahwa setiap manusia pasti ingin menghabiskan waktu dan sisa hidupnya dengan orang yang dia cintai," ucap athar menatap raline.

Sungguh, jantung raline berdetak tak karuan mendengar apa yang disampaikan oleh athar. Bibirnya sangat ingin berteriak bahwa tidak ada yang bisa memisahkan dirinya dan athar kecuali maut. Tapi dia hanya bisa menampilkan senyum. Semua isi hati dan pikirannya terpenjara oleh tatapan athar yang begitu dalam.

"Kamu mengharapkan jawaban yang bagaimana dariku, mas?" Tanya raline dengan tenang menatap athar disertai senyum manis di bibirnya.

Nampak raut keterkejutan dari wajah athar untuk beberapa detik. Tapi lelaki itu langsung      menetralkan ekspresi wajahnya Dan mental datar pada raline.

"Jawaban yang sesuai dengan hatimu saja," Jawab athar singkat.

"Mas yakin?" Tanya raline lagi yang mengundang kerutan di dahi athar mendengar pertanyaan raline.

Raline tersenyum. "Tentu aku harus bertanya terlebih dahulu. Karena jawaban yang diberikan hatiku pasti tidak akan sesuai dengan apa yang mas inginkan. Dan aku tidak ingin mengundang kemarahan dan umpatan dari mas atas jawabanku. Pikiran dan hatiku sudah tidak ada lagi tempat untuk semua umpatan itu. Aku bingung harus menyimpannya dimana lagi," Jawab raline panjang yang membuat athar terdiam.

"Jadi mas pasti tahu jawabanku, bukan?" Tanya raline lagi menatap lembut suaminya.

"Iya, mas. aku tidak akan membiarkan manusia menghancurkan janji suci yang disaksikan Allah dan malaikat," Jawab raline tegas dan yakin.

"Kau berusahalah untuk itu. Aku tidak janji bisa membantumu. Tapi aku akan berusaha untuk selalu menjadi ayah yang baik untuk izel," Jawab athar dan segera bangkit dari kasur untuk berjalan keluar kamar.

Raline menatap sendu kepergian athar. "Doaku akan lebih dahsyat daripada keras hatimu nanti, mas. Semoga saja," Gumam raline dengan tatapan sendu dan pandangan yang tak lepas dari pintu kamarnya.

.....

Athar memainkan bulpen yang ada di tangannya. lelaki itu pindah ke ruang kerjanya setelah bicara dengan raline tadi. athar menghela nafas pelan. setiap kali berbicara dengan raline pasti ujung ujungnya akan seperti ini. serius dan tak ada bercanda sama sekali. niat athar yang ingin mengajak raline bicara, tapi tanpa dia sadari arah pembicaraanya menjurus hal yang sangat serius seperti ini.

"Semuanya membuatku bimbang. Aku ingin  sekali mencoba untuk membuka hatiku. Tapi dia datang dengan segala alasan yang sangat sulit untukku tolak, raline," Gumam athar dengan pandangan kosong menatap foto besar yang terpajang di dinding ruang kerjanya.

"Aku akan mencoba untuk melampiaskan cinta ini kepadamu, raline. Bagaimanapun juga, aku lebih takut mengingkari janjiku kepada Allah daripada patah hati," Lanjut athar meyakinkan dirinya.

Pandangan athar beralih menatap pigura kecil yang ada di meja kerjanya. Di dalamnya terdapat foto gadis kecil dengan senyum manis membalas tatapannya. "Papa tidak menyesali kehadiran kamu, nak. Tapi maaf jika kamu harus melihat keharmonisan yang tidak nyata dalam rumah kita," Ucap athar mengusap kembut foto izel dengan tangannya.

Athar memeluk foto itu. Dia menyandarkan punggungnya kesandaran kursi kerja dan meletakkan foto itu di dada untuk dipeluknya. "Setidaknya kamu hadir sebagai alasan papa masih menjadi suami mama kamu, nak."

.....

Pagi-pagi sekali athar kembali ke kamarnya dengan keadaan masih setengah bangun.

Menyadari kehadiran suaminya, raline bergegas membereskan peralatan sholatnya dan mendekati athar. "Mas tidur di ruang kerja semalam, ya?" Tanya raline yang dibalas anggukkan oleh athar.

"Tolong siapkan pakaian kerjaku," Ucap athar dan langsung berjalan ke kamar mandi.

"Sepagi ini?" Tanya raline ragu.

"Aku harus ke bogor untuk meeting dengan klien," Jawab athar memberitahu.

"Menginap?" Tanya raline lagi yang dibalas gelengan oleh athar.

Raline mengangguk. Dia segera berjalan ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian kerja suaminya.

Sedangkan di dalam kamar mandi, tidak sadar athar mengangkat bibirnya membentuk senyum kecil mengingat apa yang terjadi. Dia sangat tahu bagaimana raline masuk ke kamarnya untuk memberi selimut dan ikut tidur disana.

*Flashback On*

Suara handel pintu terdengar. Athar yang sudah memejamkan mata malas untuk membuka matanya kembali. Dua tahu itu pasti raline yang memberinya selimut. Karena biasanya pasti akan seperti itu. Setelah mereka ribut malam, raline akan diam-diam memberikan athar selimut ketika tidur di ruang kerja.

Langkah pelan raline berjalan kecil mendekati meja kerja athar. Dia mengambil foto izel yang ada dipelukan athar dan kembali meletakkannya di meja. Raline tersenyum sedih. Yang selalu dipeluk athar adalah foto izel, tidak pernah foto dirinya yang hanya disimpan di dalam laci dengan posisi terbalik. Raline tahu itu karena dia menemukannya saat membersihkan ruang kerja athar. Raline sendiri yang meletakkan fotonya di sebelah foto izel yang ada di meja kerja athar. Tapi siapa sangka, fotonya malah disimpan di laci yang menandakan berapa tak ingin athar menatap wajahnya.

Pelan-pelan raline ikut naik dan duduk di pangkuan athar. Raline takut, tapi dia sangat ingin tidur di pangkuan suaminya. Dengan segala doa agar tidak bangun, raline memberanikan diri. Dengan hati-hati raline menyandarkan kepalanya di dada bidang athar dan menyelimuti tubuh mereka berdua.

Tanpa raline sadari, athar merasakan semuanya. Saat raline sudah bersandar, athar membuka matanya sedikit untuk mengintip. Saat dirasa aman, dia membuka lebar matanya melihat raline. Setelah beberapa menit hanya dia menatap, athar menggerakkan tangannya ke depan wajah raline untuk memastikan apakah raline sudah tidur atau belum.

Athar tersenyum kecil. Mungkin perhatian kecil begini yang tidak akan aku dapatkan jika melepaskanmu, raline. Aku bisa saja menceraikanmu kapanpun. Tapi entah kenapa hatiku selalu menahannya. Tidak ada yang spesial dariku untukmu, tapi perhatian kecil ini membuatku terpaku dan tertahan dalam jebakan pernikahan ini. Batin athar menatap kebawah memandang wajah raline.

Suara iqoman di mesjid dekat rumah membangunkan raline. Lehernya terasa pegal dengan badan yang tak nyaman. Raline berhasil membuka matanya dan yang pertama dia lihat adalah leher sang suami. Raline menghela nafas lega karena suaminya tak terbangun.

Raline segera bangun dengan perlahan dan mengambil selimut yang menutup tubuh mereka berdua. Dia tidak ingin nanti athar menyadari perhatiannya. Karena jika tahu, bisa saja nanti lelaki itu akan marah. Setelah memastikan athar masih tidur, raline segera berjalan keluar dari ruang kerja athar menuju kamarnya.

Athar membuka matanya. Bahkan dia sudah terbangun lebih dahulu dari raline saat masih adzan. "Benar-benar licik dan cerdik," Gumam athar sambil tersenyum kecil dan menggeleng pelan melihat semua cara raline memberikan perhatiannya.

Setelah menunggu sepuluh menit, dengan raut wajah yang pura-pura mengantuk athar berjalan keluar ruang kerja untuk menuju kamarnya.

*flashback off*

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

tahannn itu si athar, 7th hy menggauli istri sekali itupun pakai obat. benar2 definisi suami sholeh..hmmm

2023-06-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!