Bab 3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Athar selesai dengan segala kegiatannya. Lelaki itu sudah tampan dengan setelan jas dan kemeja yang melekat indah di tubuh sempurna athar. Dengan langkah tegas lelaki itu menuruni tangga dan membelokkan badan ke meja makan. Disana sudah ada izel dan raline yang duduk menunggu kedatangan athar.

"Selamat pagi papa," Ucap izel riang melihat kedatangan athar.

Athar tersenyum lembut dan duduk di kursi sebelah izel yang berhadapan dengan raline. Posisinya athar dan raline kini duduk berseberangan. "Selamat pagi anak papa," Jawab athar dan mencium puncuk kepala izel.

Izel tersenyum dan mengangguk. Sedangkan raline yang duduk di depan mereka berdua hanya terkekeh pelan. Anaknya itu memang sangat manja dan dekat dengan sang suami.

"Mas mau nasi goreng atau nasi biasa?" Ucap raline menanyakan apa yang mau dimakan suaminya.

Athar mengedarkan pandangannya menatap satu persatu menu makan yang ada di meja makan. "Aku makan nasi saja," Jawab athar yang langsung dianggukki oleh raline.

Izel yang mendengar jawaban papanya cukup terkejut. "Kok papa makan nasi? Biasanya papa makan nasi goreng buat sarapan," Tanya anak itu bingung.

raline yang mendengar pertanyaan anaknya tersenyum kecil tanpa ada diketahui oleh izel dan athar. Dia sebenarnya juga cukup terkejut mendengar jawaban athar, dan pertanyaan izel sangat mewakili pikirannya.

athar tersenyum mendengar petanyaan anaknya. “papa butuh tenaga banyak hari ini, jadi papa harus makan nasi,” jawab athar lembut. "terimakasih,” ucap athar ketika menerima piring dari raline yang sudah berisi nasi beserta lauk dan sayurnya.

Tapi Keluarga kecil itu melanjutkan sarapan dengan hening. Athar memang menerapkan aturan dalam keluarganya untuk tidak bersuara saat makan. Setengah jam sarapan selesai.

Raline dan izel mengantar ahar ke depan rumah untuk berangkat kerja. “aku aka pulang sedikit terlambat. Tidak usah menungguku untuk makan malam. Dan jika mengantuk tidurlah,” ucap athar menatap raline yang dibalas anggukkan olh wanita itu.

Athar beralih menatap izel yang berdiri disebelah raline. Lelaki itu besimpuh untuk menyamakan tinggu tubuhnya dengan izel. Izel jadi anak yang baik, ya. Papa berangkat kerja dulu. Jangan buat mamanya capek ya, nak,” ucap athar lembut.

Izel tersenyum cerah. Anak itu mengangguk semangat mengiyakan perintah papanya. "papa juga gak boleh nakal, ya. Jangan buat om dino susah juga,” ucap izel yang dibalas kekehan oleh athar.

“Om dino yang sering nyusahin papa, nak. Nanti kalau om dino datang, izel marahin, ya,” ucap athar malah menyudutkan asisten pribadi sekaligus sekretarisnya di kantor.

"Bisa diatur kalau sesuai bayaran,” jawab anak itu menirukan candaan papa dan sahabatnya yang biasa dia dengar.

Athar dan raline sontak tertawa. Athar mengusap lembut pipi gadis kecilnya itu. “kalau gitu papa berangkat dulu, ya. Raline harus selalu ingat pesan papa dan selalu dengar apa yang mama bilang,” ucap athar kembali mengigatkan izel yang diangguki anak itu dengan semangat.

Athar menegakkan tubuhnya. “aku berangkat. Assalamualaikum,” ucap athar dan segera berbalik berjalan menuju mobilnya. Athar memang mengendarai mobilnya sendiri. Lelaki itu hanya memakai jasa supir untuk mengantar anak dan istrinya.

"Waalaikumsalam,” jawab raline menatap mobil athar yang sudah hilang dari gerbang rumah mereka.

Izel langsung berlari ke dalamrumah. Anak itu sudah tidak sabar untk menonton kartunnya botak kesayangannya yang sudah tayang sejak setengah jam yang lalu.

Sedangkan raline masih berdiri di teras rumah. Wanita itu memegang dadanya sambil menghela nafas pelan. Menatap athar yang tadi membalas senyumnya membuat detak jantung raline tidak normal. Wanita itu tersenyum lebar menyalurkan kebahagiaan hatinya. “semoga kamu masih bisa berubah untuk menumbuhkan cinta buat aku, mas,” gumam raline dengan harapan yang sangat dalam akan cinta suaminya.

.....

Athar sampai di kantornya setelah berkendara selama satu jam. Jarak yang bisa dtempuh dengan waktu tiga puluh menit itu menjadi enam puluh menit karen macetnya ibu kota. Athar memasuki kantornya dengan langkah tegas. Lelaki itu sama sekali tidak menebar senyum kepada karyawan yang menyapanya, Hanya anggukan singkat yang athar berikan kepada karyawannya.

Setelah menaiki lift, kini athar sampai di lantai dua puluh sembilan. Lantai paling atas khusus untuk para petinggi perusahaan. Termasuk athar yang merupakan CEO perusahaan itu.

"Selamat pagi, pak,” sapa seorang lelaki yang sudah menunggu kedatangan athar di depan ruangan lelaki itu.

"Ikut masuk, dino,” jawa athar tanpa membalas sapaan dino dan langsung memerintahkan dino untuk ikut masuk ke ruangannya.

Atha membuka jasnya dan menggantungnya disandaran kursi kerja. “jam berapa jadwal kita ke bogor?” tanya athar.

"Jadwal rapat pukul dua siang, Jadi kita bisa berangkat dari sini jam sepuluh siang ini, saya menjadwalkan lebih cepat karena takut nanti macet akan memperlambat perjalanan kita, pak,” jawab dino yang dianggukki oleh athar.

Athar dan dino memang berbicara layaknya atasan dan bawahan saat jam kerja begini tapi jika sudah diluar jam kerja, maka mereka akan berbicara layaknya sahabat.

"Dia masih di bogorkan?” tanya athar yang mendapat kerutan dari lelaki itu.

“Dia siapa, pak?” tanya dino tak paham.

“kau sangat tahu siapa yang aku maksud,” jawab athar pelan.

Dino menghela nafas pelan, Sekarang dia paham kemana arah pembicaraan atasan sekaligus sahabatnya itu.

Dino meletakkan ipad ditangannya ke atas meja dan duduk lurus menghadap athar, Mereka berdua hanya dibatasi meja kerja athar.

“jangan membuat api lagi, thar,” ucap dino serius.

"Aku tidak ada yang membuat api, Aku hanya bertanya dan kau memberi respon yang berlebihan, no,” jawab athar yang sedikit tidak terima dengan jawaba dino.

Dino menghela nafas pelan. “berawal dari sebuah pertanyaan yang jawabannya akan membuat penasaran. Dan rasa penasaranmu itu nanti yang akan membuat api untuk semua orang. Ingatlah keluargamu saat ini.

Jika bukan untuk raline, maka lakukan semuanya untuk izel,” ucap dino serius.

"Kau pikir mudah bagiku untuk melupakan semuanya? Aku meninggalkannya saat rahimnya mengandung anakku, dino. Aku melepaskan tanggung jawab yang harusnya aku berikan saat itu,” ucap athar pelan.

“Kau masih menganggap itu adalah anakmu?” tanya dino tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Tapi pada kenyataannya memang seperti itu,” jawab athar lagi dengan pandangan sayu.

Dino menghela nafas. Lelaki itu berdiri dan langsung mengambil ipadnya. “apapun anggapanmu, semua itu adalah salah, thar. Tidak ada yang harus kau pertanggung jawabkan terhadap masa lalu. Yang ada, kau harus mengingat dua malaikat cantik yang selalu menunggu kedatanganmu di rumah,” ucap dino dan langsung keluar meninggalkan ruangan athar.

Athar mengusap kepalanya pelan. “kenapa harus begini disaat aku ingin mencoba mecintaimu, raline,” gumam athar tak habis pikir dengan semua keadaannya.

.....

Raline memainkan ponselnya sambil menemani izel yang bermain dengan koleksi barbienya di ruang keluarga. Wanita itu dengan malas membuka satu persatu direct massage yang ada di aplikasi instagramnya. Mata raline terfokus pada sebuah pesan yang dikirim satu minggu yang lalu dari sahabatnya. Tanpa pikir panjang raline membuta pesan itu.

Mantan suamimu yang ular itu sekarang berada du bogor, lin.

DEG

Jantung raline berdetak kencang. Wanita itu menggelengkan kepalanya pelan. “tidak-tidak. Bogor itu luas. Mas athar tidak aka bertemu dengan orang itu lagi. Aku percaya dengan suamiku,” gumam raline mencoba meyakinkan dirinya.

Raline memejamkan mata. Jangan sampai izel menatap kekhawatiran dan ketidak tenangan dari pandangannya nanti. “tolong jaga hati suamiku, Ya Allah.”

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

cintamu terlalu berlebihan reline

2023-06-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!