KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Kenapa lama sekali?” tanya Athar saat Raline sudah keluar dari kamar mandi.
“Sakit perut, Mas,” jawab Raline tak jujur karena tak mau membuat Athar khawatir. Ya, meskipun hatinya ragu Athar akan kahwatir jika dia mengatakan yang sebenarnya.
Athar mengangguk. Lelaki itu melempar sembarang ponselnya dan bangkit dari kasur. Dia berjalan dan berhenti tepat di depan Raline. Kini sepasang suami istri itu saling tatap.
Athar tersenyum. “Tunggu aku di kasur," ucap athar lembut dan beralih berjalan memasuki kamar mandi.
dahi raline berkerut. "mas athar benar-benar sedikit aneh," gumam wanita itu masih dengan wajah bingungnya.
"Aku gak tahu apa harus senang atau enggak sama perubahan ini. tapi yang pasti aku cukup mendapat kejutan malam ini, Tuhan. yang pasti malam ini aku sangat bahagia, terimakasih," gumam Raline dengan kepala menengadah menatap langit-langit rumah untuk bersyukur kepada sang Pencipta.
"Apa malam ini aku bakal jadi istri sepenuhnya?" batin raline membayangkan tatapan athar saat memintanya untuk menunggu di kasur.
raline menggelengkan kepalanya pelan dengan bibir yang mengembangkan senyum sempurna, sangat cantik sekali.
Semoga saja. batin raline menghela nafas pelan sambil mengusap dadanya untuk merasakan jantungnya yang tiba saja berdebar lebih cepat. mungkin ini adalah saatnya dimana raline akan menjadi istri yang sebenarnya, setelah tujuh tahun mungkin inilah saatnya dia melayani sang suami tanpa ada jebakan licik yang harus dia berikan kepada athar.
.....
athar selesai membersihkan dirinya, kini lelaki itu sudah menggunakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah yang akan siap untuk menggempur sang istri demi menjadi suami yang baik. "haruskah aku melakukan hubungan ranjang?" gumam athar yang tiba-tiba merasa ragu dengan apa yang akan dia lakukan.
Athar menghela nafas dan memejamkan mata sejenak. setelahnya lelaki itu mengambil handuk kecil yang tergantung di sebelah kaca besar yang ada di kamar mandi untuk mengeringkan wajahnya yang basah.
"kau memang tampan, athar. pantas saja raline sangat tergila-gila padamu," gumam athar dengan segala kepercayaan dirinya.
selesai dengan kegiatannya, athar kembali menaruh handuk pada tempatnya dan tiba-tiba pandangan lelaki itu terhenti ketika matanya tak sengaja menangkap sebuah lembaran tisu yang sudah berantakan dengan noda darah yang cukup banyak.
athar membungkuk dan tangannya terulur mengambil selembar tissue. "ini tissue raline?" gumam athar bertanya entah pada siapa. "dikamar ini hanya aku dan raline, jelas hanya aku dan raline yang masuk ke kamar mandi ini. tapi, kenapa sebanyak ini?" tanya athar lagi heran.
athar mendekatkan tissue ke hidungnya. "gak salah lagi, ini darah," gumam athar ketika menciun bau yang darah yang khas dari tissue itu.
Tanpa pikir panjang, athar langusung keluar dari kamar mandi dengan membawa tissue itu ditangannya.
"Mas," panggil raline dengan senyumnya menatap athar yang kini berdiri di depannya hanya menggunakan handuk.
"ini darahmu?" tanya athar langsung tanpa menjawab panggilan raline.
Raline terdiam, setelahnya wanita itu mengangguk dengan wajah yang biasa saja tampa. ekspresi sedih ataupun khawatir. "tadi aku mimisan, mas. gak tau kenapa tiba-tiba aja mimisan," jawab raline jujur tanpa ada yang dia sembunyikan.
"sudah berapa kali kamu mimisan?" tanya athar dengan wajah sedikit khawatir.
"mas khawatir?" tanya raline dengan nada dan pandangan menggoda menatap athar.
"ini bukan saatnya bercanda, raline. aku bertanya karena kamu istriku, jika nanti kamu sakit-sakitan, aku yang akan di cap sebagai suami yang tak memperhatikan istrinya, dan tentu aku tidak mau itu terjadi," jawab athar tegas.
"itu bukan apa-apa, mas. Ini baru pertama kalinya aku mimisan, mungkin karena kurang minung, soalnya aku juga ngerasain tenggorokannya sedikit kering," ucap raline jujur mengatakan dugaannya kepada athar.
"sekarang apakah ada yang sakit?" tanya athar lagi.
Raline menggeleng. "udah gak papa, mas. udah baik-baik aja, aku juga udah minum. itu gelasnya udah kosong," ucap raline menatap sebentar gelas yang ada di meja kecil sebelah kasur.
Athar mengangguk. "jika ada apa-apa, katakan padaku," ucap athar lembut. lelaki itu kembali ke kamar mandi untuk membuang tissue yang tadi dia bawa.
raline tersenyum. "suamiku benar-benar berubah menjadi lebih perhatian sekarang," gumam raline senang dengan perhatian yang diberikan oleh athar.
Setelah dari kamar mandi, athar kembali menyusul raline, dan laki-laki itu segera naik ke kasur dengan badan yang hanya tertutup handuk dari pinggang sampai lututnya.
"pakai baju dulu, mas," ucap raline lembut.
"apa aku perlu baju?" tanya athar.
raline mengangguk dengan gugup. sungguh, apa yang athar katakan membuat wanita itu sulit berpikir jernih. "tentu, perlu. nanti mas masuk angin," jawab raline pelan.
Athar terkekeh. "kamu keliatan gugup banget," ucap athar merangkak mendekat ke sisi kasur yang di duduki raline.
"ti-tidak," jawab raline berusaha tetap tenang. padahal. kini jantungnya sudah berdetak tak karuan.
Athar tersenyum. "tatap aku, raline," ucap athar sambil mengangkat dagu raline agar dia bisa melihat pipi merah istrinya.
raline menurut. dia meringankan wajahnya saat tangan athat menyentuh dagunya.
Dia lucu juga kalau malu begini. batin athar memindai wajah raline.
Athar melepaskan tangannya dari dagu raline. "bisa aku bicara serius?" tanya athar.
raline mengangguk. "katakanlah, mas," jawab raline membalas tatapan sang suami.
"ayo kita mulai semua dari awal," ucap athar dengan serius menatap wajah sang istri.
"mas," panggil raline tak percaya dengan apa yang athar katakan. wanita itu ingin memastikan kembali apa benar yang diucapkan raline atau tidak.
athar mengangguk. "ayo kita mulai rumah tangga ini dengan hal yang menyenangkan, raline. mulai hari ini, aku akan mencoba untuk jadi suamimu yang seutuhnya. aku akan coba untuk melakukan hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya, raline," ucap athar menyampaikan maksudnya kepada raline.
"mas serius?" tanya raline memastikan.
athar mengangguk. "aku serius. ayo kita ciptakan kebahagiaan yang sebenarnya untuk izel," ucap lelaki itu lembut.
"apakah ada maksud lain, mas?" tanya raline manatap intens pandangan suaminya.
athar mengangguk. "aku hanya ingin menjadi suami dan ayah yang baik, raline," jawab athar.
raline tersenyum. wanita itu mengangguk dan memeluk tubuh sang suami yang kini belum mengenakan baju.
athar terdiam. dia memejamkan mata menikmati pelukan raline yang terasa hangat. perlahan tangan athar terangkat membalas pelukan raline.
aku akan jalani ini, raline. entah nanti akan tumbuh cinta baru untukmu, atau akan tetap dengan hatiku yang hanya untuk sesil, apapun akhirnya aku harap semua yang terbaik untuk kau dan aku. Batin athar memasrahkan semuanya. lelaki itu memang bertekad hanya melakukan ini untuk sesil, tapi setelah dia pikir, tidak ada yang salah jika dia menyerahkan takdir kepada yang maha Kuasa.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Daulat Pasaribu
nyesal banget Thor bacanya novelnya...kalau tau di gantung begini dari awal GK baca
2024-05-20
0
Daulat Pasaribu
lanjut dong thor.novelnya bagus tapi sayang GK di lanjutkan
2024-03-31
0
Daulat Pasaribu
knp GK dilanjut lagi Thor padahal ceritanya ok kali
2024-01-28
0