Bab 18 - Perona Pipi

"Yang, kamu kenapa sih? Aku liatin dari tadi kayak gelisah gitu? Kenapa, pengen pipis atau kenapa?" Tanya Airyn. Sedari tadi, dia melihat Juna duduk dengan tidak tenang. Dia meringis dan sesekali memegangi celana nya, terlihat seperti menahan sesuatu yang membuat nya tidak nyaman.

"Eehh, gapapa kok. Aku baik-baik saja, sayang." Jawab Juna sambil tersenyum kecil. 

"Jujur sama aku, jangan menyembunyikan apapun, sayang." Tanya Airyn lagi. Wajah Juna memerah, dia benar-benar merasa malu kalau semisal dia harus mengatakan masalah nya dengan jujur. Tapi, kalau bohong dan terus menahan nya juga dia yang menderita sendirian. 

"Sayang, heyy.."

"H-aahh, apa?" Tanya Juna membuat Airyn menggelengkan kepala nya, dia heran dengan sang kekasih. Kira-kira ada apa dengan Juna? Hingga membuat pemuda ini bengong dan kurang fokus.

"Kamu kenapa? Ayo cepetan bicara, jujur!" Tegas Airyn membuat Juna akhirnya pasrah, dia membuka tangan nya yang sedari tadi menutupi aset pribadi nya yang terlihat menggembung. Bisa Airyn lihat kalau bagian bawah sang kekasih itu menggembung. 

"Sa-yang..

"Iya, dia bangun gara-gara aku liat kamu gak pake baju tadi. Maaf, tapi aku normal." Jawab Juna lirih, Airyn menganga tapi sedetik kemudian dia terkekeh pelan.

"Hahaha, kamu pikir aku akan marah, sayang? Tidak kok, malahan bagus itu. Berarti milik mu berfungsi dengan baik." Jawab Airyn sambil tertawa pelan.

"Beneran kan kamu gak marah, Yang?"

"Enggak kok, mana ada aku marah." Jawab Airyn sambil tersenyum.

"Hehe, kali aja kamu marah gitu."

"Udah, ayo makan lagi. Sebentar lagi kita harus pergi kerja." Juna menganggukan kepala nya pelan, dia pun kembali menyuap makanan nya dan mengunyah nya secara perlahan.

Entahlah, rasa masakan nya sekarang ini terasa sangat nikmat. Apakah karena makan nya bersama dengan orang dia cintai atau rasa masakan nya memang enak ya? Entahlah, tapi saat melihat senyuman cantik sang kekasih, membuat hati Juna berdebar tak karuan padahal sebelum nya dia tidak pernah merasa seperti ini. Dia pertama kali merasakan getaran seperti ini hanya saat bersama Airyn saja.

Artinya itu dia benar-benar jatuh cinta pada perempuan itu? Mungkin benar kalau dia sudah jatuh cinta pada perempuan dewasa itu. Itu tidak masalah bukan? Usia hanyalah angka. Abaikan perbedaan usia mereka yang terpaut sepuluh tahun, tapi bukankah cinta itu tidak mengenal usia?

'Rasanya, memang aku sudah benar-benar jatuh cinta pada Airyn. Semoga saja hal ini tidak akan membuat aku merasakan sakit lagi nanti nya.' Juna membatin. Mengingat siapa dirinya dan siapa Airyn membuat nya merasa rendah diri. Padahal mereka sesama manusia, tapi tetap saja Juna sering kali merasa tidak pantas saat berdekatan dengan Airyn.

Apalagi saat melihat perempuan itu menaiki mobil mewah nya yang mengkilat itu membuat nya semakin sadar diri. Tapi saat melihat perempuan itu, apalagi senyum nya membuat Juna merasa nyaman. Wajah cantik nan teduh yang membuat nya ingin terus berdekatan dengan sosok perempuan cantik bernama Airyn itu.

"Nah kan bengong lagi, kamu kenapa sih hmm?"

"Hehe, enggak kok. Maaf ya?"

"Iya, gapapa kok. Ayo di habisin makan nya, setelah itu kita berangkat."

"Suapin dong." Pinta Juna dengan manja, Airyn terkekeh pelan lalu mengambil alih piring milik Juna dan menyuapi pemuda tampan itu dengan telaten hingga makanan di piring mereka sama-sama bersih tak tersisa.

"Aduh, kenyang banget.." Lirih Juna sambil mengusap-usap perut nya.

"Roti sobek?" Gumam Airyn, dia menganga saat melihat Juna mengusap-usap perut nya, terlihat jelas dari balik kaos nya kalau Juna memiliki otot perut yang indah.

"Hmm, kamu bicara apa, sayang? Gak kedengeran."

"Eehh, enggak kok. Aku sudah selesai mencuci piring nya, kita berangkat sekarang saja yuk?" Ajak Airyn sebelum pikiran nya kemana-mana.

"Ayo, sayang. Aku pake jaket dulu sebentar." Jawab Juna, dia meraih Hoodie nya lalu memakai nya. Tadi, dia membuka nya kembali karena Airyn menegur nya. Untung saja, perempuan itu tidak marah karena ulah nya.

Pasangan kekasih itu pun pergi dari kost an Juna dengan menaiki kendaraan roda empat milik Airyn yang mewah dan mengkilat, Airyn menyetir dengan fokus. Namun bagi Juna, kecantikan Airyn bertambah berkali-kali lipat saat dia sedang menyetir.

"Kenapa kamu ngeliatin aku nya gitu banget, yang? Apa penampilan ku terlihat aneh?" Tanya Airyn sambil melirik sekilas ke arah Juna yang sedang senyam-senyum sendiri entah kenapa. Setelah tadi bengong terus, sekarang malah senyam-senyum kayak orang kesambet.

"Tidak, justru kamu kelihatan cantik sekali, sayang." Jawab Arjuna membuat wajah Airyn memerah seperti kepiting rebus, dia benar-benar tidak menyangka kalau sang kekasih akan menjawab seperti itu. Senang? Tentu saja, di puji cantik oleh pemuda yang dia cintai memang sangat menyenangkan plus membahagiakan.

Inilah salah satu alasan kenapa Airyn menyukai Arjuna, karena dia adalah pemuda yang jujur dan dia sangat menyukai orang yang apa adanya tanpa harus mengada-ada sesuatu.

"Wajah kamu merah, sayang. Kenapa?" Tanya Arjuna sambil tersenyum menggoda, sedangkan Airyn hanya mendelik sebal ke arah sang kekasih.

"Enggak kok, mungkin karena aku terlalu banyak menggunakan perona pipi." Jawab Airyn sambil menepuk-nepuk wajah nya yang memang memerah karena tersipu saat mendengar pujian yang di lontarkan oleh Juna.

.....

🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KRN TK PERNAH PACARAN, SEKALI PACARAN KYK ABG SI AIRYN😁😁😁😁😁

2024-02-19

3

💥yuii💥

💥yuii💥

aisssh tertipu dong para readers🤭🤭sudah ku Dugong 😂😂lanjut kk💪💪

2023-06-19

2

beybi T.Halim

beybi T.Halim

mimpi dipagi yg panasss🤣🤣

2023-06-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Awal Pertemuan
2 Bab 2 - Arjuna Reksa
3 Bab 3 - Kemarahan Airyn
4 Bab 4 - Pertemuan Kembali
5 Bab 5 - Ulat Keket
6 Bab 6 - Menjemput Juna
7 Bab 7 - First Kiss?
8 Bab 8 - Masakan Juna
9 Bab 9 - Second Kisses
10 Bab 10 - Sarapan Bersama
11 Bab 11 - Bocil Mesum
12 Bab 12 - Membeli Pakaian
13 Bab 13 - Lipbalm Alami
14 Bab 14 - Pacaran + VISUAL
15 Bab 15 - Gak Jadi Pulang
16 Bab 16 - Juna Posesif
17 Bab 17 - Juna Junior
18 Bab 18 - Perona Pipi
19 Bab 19 - Kedatangan Jack
20 Bab 20 - Maudi Asli atau Maudi Palsu?
21 Bab 21 - Juna Pingsan
22 Bab 22 - Kekuasaan Airyn
23 Bab 23 - Marco dan Juna
24 Bab 24 - Insecure
25 Bab 25 - Movie Date With Juna
26 Bab 26 - Tingkah Airyn
27 Bab 27 - Jalan-jalan
28 Bab 28 - Keras Kepala
29 Bab 29 - Pemuda yang Mandiri
30 Bab 30 - Orang Gila
31 Bab 31 - Arjuna Berbeda?
32 Bab 32 - Ke Khawatiran Airyn
33 Bab 33 - Gara-gara Tangtop
34 Bab 34 - Apple Juna?
35 Bab 35 - Kursus Mengemudi
36 Bab 36 - Pemuda Dewasa
37 Bab 37 - Juna Cemburu
38 Bab 38 - Bocil Cemburu
39 Bab 39 - Bibit Pelakor
40 Bab 40 - Airyn Cemburu
41 Bab 41 - Kebahagiaan Airyn
42 Bab 42 - Masakan Juna
43 Bab 43 - Kebaikan Airyn
44 Bab 44 - Bibit Unggulan
45 Bab 45 - Airyn Sakit
46 Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn
47 Bab 47 - Keasinan
48 Bab 48 - Sisi Lain Juna
49 Bab 49 - Singa Tidur
50 Bab 50 - Membiasakan Diri
51 Bab 51 - Pasangan Serasi
52 Bab 52 - Kerinduan Juna
53 Bab 53 - Airyn Pulang
54 Bab 54 - Princess
55 Bab 55 - Tukang Nyosor
56 Bab 56 - Kunjungan Orang Tua Airyn
57 Bab 57 - Keraguan Juna
58 Bab 58 - Butuh Bukti
59 Bab 59 - Bukti dari Airyn
60 Bab 60 - Kekesalan Maudy
61 Bab 61 - Memancing Singa Kelaparan
62 Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu
63 Bab 63 - Kelakuan Juna
64 Bab 64 - Pukis Sebelum Kerja
65 Bab 65 - Bad Mood
66 Bab 66 - Saling Melengkapi
67 Bab 67 - Night Ride
68 Bab 68 - Bertemu Orang Tua Airyn
69 Bab 69 - Daddy Jo
70 Bab 70 - Potong Rambut?
71 Bab 71 - Quality Time
72 Bab 72 - Di Mobil?
73 Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna
74 Bab 74 - Hari Pertama Kerja
75 Bab 75 - Ditarik Nikah
76 Bab 76 - Pulang Kampung
77 Bab 77 - Nikah sama Berondong?
78 Bab 78 - Nana Amira
79 Bab 79 - Kebaikan Hati Airyn
80 Bab 80 - Ke Khawatiran Airyn
81 Bab 81 - Kolak Candil
82 Bab 82 - Semua ada Alasan nya
83 Hiatus Sementara
84 Bab 83 - Membujuk Mamak
85 Bab 84 - Penjelasan Airyn
86 Bab 85 - Kekesalan Arjuna
87 Bab 86 - Kekesalan Juna #2
88 Bab 87 - Keputusan Airyn
89 Bab 88 - Airyn Sakit?
90 Bab 89 - Airyn Hamil
91 Bab 90 - Melamar Airyn
92 Bab 91 - Kemarahan Jonathan
93 Bab 92 - Pernikahan Arjuna & Airyn
94 Bab 93 - Setelah Pernikahan
95 Bab 94 - Monica & Mirna
96 Bab 95 - Makan Bersama
97 Bab 96 - Kehidupan Airyn
98 Bab 97 - Vitamin Juna
99 Bab 98 - Ketakutan Airyn
100 Bab 99 - Welcome Baby Arshaka
101 Bab 100 - Happy Ending
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Awal Pertemuan
2
Bab 2 - Arjuna Reksa
3
Bab 3 - Kemarahan Airyn
4
Bab 4 - Pertemuan Kembali
5
Bab 5 - Ulat Keket
6
Bab 6 - Menjemput Juna
7
Bab 7 - First Kiss?
8
Bab 8 - Masakan Juna
9
Bab 9 - Second Kisses
10
Bab 10 - Sarapan Bersama
11
Bab 11 - Bocil Mesum
12
Bab 12 - Membeli Pakaian
13
Bab 13 - Lipbalm Alami
14
Bab 14 - Pacaran + VISUAL
15
Bab 15 - Gak Jadi Pulang
16
Bab 16 - Juna Posesif
17
Bab 17 - Juna Junior
18
Bab 18 - Perona Pipi
19
Bab 19 - Kedatangan Jack
20
Bab 20 - Maudi Asli atau Maudi Palsu?
21
Bab 21 - Juna Pingsan
22
Bab 22 - Kekuasaan Airyn
23
Bab 23 - Marco dan Juna
24
Bab 24 - Insecure
25
Bab 25 - Movie Date With Juna
26
Bab 26 - Tingkah Airyn
27
Bab 27 - Jalan-jalan
28
Bab 28 - Keras Kepala
29
Bab 29 - Pemuda yang Mandiri
30
Bab 30 - Orang Gila
31
Bab 31 - Arjuna Berbeda?
32
Bab 32 - Ke Khawatiran Airyn
33
Bab 33 - Gara-gara Tangtop
34
Bab 34 - Apple Juna?
35
Bab 35 - Kursus Mengemudi
36
Bab 36 - Pemuda Dewasa
37
Bab 37 - Juna Cemburu
38
Bab 38 - Bocil Cemburu
39
Bab 39 - Bibit Pelakor
40
Bab 40 - Airyn Cemburu
41
Bab 41 - Kebahagiaan Airyn
42
Bab 42 - Masakan Juna
43
Bab 43 - Kebaikan Airyn
44
Bab 44 - Bibit Unggulan
45
Bab 45 - Airyn Sakit
46
Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn
47
Bab 47 - Keasinan
48
Bab 48 - Sisi Lain Juna
49
Bab 49 - Singa Tidur
50
Bab 50 - Membiasakan Diri
51
Bab 51 - Pasangan Serasi
52
Bab 52 - Kerinduan Juna
53
Bab 53 - Airyn Pulang
54
Bab 54 - Princess
55
Bab 55 - Tukang Nyosor
56
Bab 56 - Kunjungan Orang Tua Airyn
57
Bab 57 - Keraguan Juna
58
Bab 58 - Butuh Bukti
59
Bab 59 - Bukti dari Airyn
60
Bab 60 - Kekesalan Maudy
61
Bab 61 - Memancing Singa Kelaparan
62
Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu
63
Bab 63 - Kelakuan Juna
64
Bab 64 - Pukis Sebelum Kerja
65
Bab 65 - Bad Mood
66
Bab 66 - Saling Melengkapi
67
Bab 67 - Night Ride
68
Bab 68 - Bertemu Orang Tua Airyn
69
Bab 69 - Daddy Jo
70
Bab 70 - Potong Rambut?
71
Bab 71 - Quality Time
72
Bab 72 - Di Mobil?
73
Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna
74
Bab 74 - Hari Pertama Kerja
75
Bab 75 - Ditarik Nikah
76
Bab 76 - Pulang Kampung
77
Bab 77 - Nikah sama Berondong?
78
Bab 78 - Nana Amira
79
Bab 79 - Kebaikan Hati Airyn
80
Bab 80 - Ke Khawatiran Airyn
81
Bab 81 - Kolak Candil
82
Bab 82 - Semua ada Alasan nya
83
Hiatus Sementara
84
Bab 83 - Membujuk Mamak
85
Bab 84 - Penjelasan Airyn
86
Bab 85 - Kekesalan Arjuna
87
Bab 86 - Kekesalan Juna #2
88
Bab 87 - Keputusan Airyn
89
Bab 88 - Airyn Sakit?
90
Bab 89 - Airyn Hamil
91
Bab 90 - Melamar Airyn
92
Bab 91 - Kemarahan Jonathan
93
Bab 92 - Pernikahan Arjuna & Airyn
94
Bab 93 - Setelah Pernikahan
95
Bab 94 - Monica & Mirna
96
Bab 95 - Makan Bersama
97
Bab 96 - Kehidupan Airyn
98
Bab 97 - Vitamin Juna
99
Bab 98 - Ketakutan Airyn
100
Bab 99 - Welcome Baby Arshaka
101
Bab 100 - Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!