Bab 16 - Juna Posesif

"Yang.." Panggil Airyn setelah dia memakai pakaian yang di berikan oleh Juna. Kaos yang biasa jika di kenakan oleh Juna, tapi malah jadi kaos oversize jika Airyn yang memakai nya. 

"Celana nya, hahaha.." Juna tergelak saat melihat celana yang biasa dia kenakan saat akan tidur itu kedodoran di tubuh Airyn. Tubuh mereka memang berbeda jauh, Juna dengan postur tubuh tinggi tegap, sedangkan Airyn terlihat mungil bagi Juna karena tinggi nya hanya sebahu Juna. Padahal tinggi Airyn sama seperti kebanyakan perempuan lain nya. 

"Diem isshh, melorot ini. Gimana dong?" Tanya Airyn sambil memegangi karet celana yang ada di pinggang nya. 

"Pakai apa atuh? Gak ada lagi, celana aku satu ukuran semua, segede itu." 

"Yaudahlah, aku gak usah pakai celana aja." Celetuk Airyn membuat Juna melotot. 

"Apa-apaan sih, yang. Kamu ini ada-ada aja, aku emang masih kecil tapi aku pria yang normal." 

"Jadi kamu ngakuin kalau kamu emang bocil ya?" Tanya Airyn dengan senyum menggoda nya.

"Iya, sama kamu doang aja aku ngaku bocil nya. Kalau sama yang lain mah ogah." Jawab Juna sambil memalingkan wajah nya ke samping. 

"Aku ada hot pants sih di mobil, tapi masa aku keluar begini sih?"

"Aku aja yang ambilin, di mana?" Tanya Juna. 

"Di jok belakang, di dalam paperbag." Jelas Airyn sambil tersenyum karena dia senang, ternyata pemuda ini benar-benar peka, padahal dia tidak meminta nya tapi Juna langsung menawarkan diri nya. 

"Ini kunci nya, sayang." Airyn menyerahkan kunci mobil miliknya, Juna menerima nya lalu keluar dari kost an nya, Airyn ikut keluar dan menunggu di kursi yang ada di teras. Tapi, lagi-lagi dia mendapatkan tatapan nakal dari penghuni kost yang lain, khusus nya laki-laki. Kalau perempuan, hanya menatap penampilan nya dari atas sampai bawah sana. Mungkin mereka iri saat melihat wajah dan tubuh Airyn yang indah bak model.

"Sayang, gimana ini? Susah buka nya."

"Itu ada tombol nya di pencet dulu, yang." Jawab Airyn, Juna pun mengangguk lalu terkekeh saat pintu mobil nya bisa di buka. Dengan cepat Juna mengambil paperbag dan menutup kembali pintu mobil nya, tak lupa kembali menekan tombol di kunci yang dia pegang. 

Setelah itu dia berlari kembali ke kost an nya, tapi dia melihat penghuni kost lain itu menatap kekasih nya dengan tatapan nakal. Kalau boleh jujur, dia tak suka. Dia cemburu saat melihat tatapan tak bersahabat mereka saat melihat Airyn, kekasih nya. 

"Ini paperbag nya, cepat masuk. Udara malam hari gak bagus buat kesehatan!" Ucap Juna sedikit ketus, membuat Airyn keheranan sendiri. Juna terlihat sedang kesal, padahal tadi dia terlihat baik-baik saja bukan?

"Sayang, kamu kenapa? Kok begitu sih ekspresi nya."

"Kesel aja, dikit." Jawab Juna sambil duduk dengan wajah asam nya. Asam, benar-benar asam seperti buah lemon. Airyn terkekeh, lalu tanpa ragu dia duduk di pangkuan Juna setelah dia mengganti celana kebesaran nya dengan celana hotpants milik nya, tentu saja itu pas di tubuh nya karena itu miliknya.

"Kesel kenapa hmm? Bicara dong, jangan ngambek sama aku, padahal aku gak salah apa-apa lho sama kamu." Ucap Airyn sambil menggantungkan tangan nya di leher Juna.

"Aku gak suka liat tatapan laki-laki di teras sana saat lihat kamu." Jawab Juna yang membuat Airyn tersenyum kecil.

"Cerita nya sayangku ini cemburu, begitu?" Tanya Airyn lagi, Juna menganggukan kepala nya dengan manja, Airyn tergelak melihat Juna yang terlihat sangat menggemaskan sekali sekarang ini.

"Astaga, pacar aku gemesin banget sih." Ucap Airyn sambil mengecup pipi kanan dan kiri Juna dengan gemas.

"Kalau kamu gak suka aku di liatin kayak gitu, gimana kalau kamu pindah aja ke apartemen aku?" Tanya Airyn lagi.

"Tapi, sayang.."

"Tunggu apa lagi hmm? Kamu gak suka aku di liatin kayak gitu sama cowok lain kan?" Tanya Airyn sambil menggelayut manja di leher Juna.

"Aku.."

"Aku gak mau denger alasan kamu, yang."

"Ckk, kalau sudah begini apa aku bisa menolak?"

"Tidak, hehe." Jawab Airyn sambil terkekeh. 

"Ya sudah, harusnya dari kemarin kamu tuh nurut gini sama aku, sayang. Kan ganteng nya nambah berkali-kali lipat kalau kamu nurut begini sama aku, sayang." Ucap Airyn sambil tersenyum kecil. 

"Gini nih kalau kemauan nya di turuti, muji nya sebesar gunung."

"Idih, aku muji kamu berdasarkan fakta. Bukan cuma karena ada mau nya aja kali." Jawab Airyn sambil tersenyum.

"Kamu pake celana begini gak dingin?"

"Udah biasa, sayang."

"Kamu gak malu gitu kalo make celana begini di depan umum?" Tanya Juna. Airyn terkekeh lalu menggigit gemas leher Arjuna.

"Awwhss, kenapa kamu gigit aku sih?"

"Habis nya kamu gemesin banget sih." Jawab Airyn sambil terkekeh.

"Aku udah biasa tuh pakai celana kayak gini, kenapa memang nya?"

"Aku gak suka, jangan lagi pakai pakaian kurang bahan ya? Kalau pakai dress jangan yang terlalu pendek." Ucap Juna sambil menarik pinggang Airyn membuat posisi mereka sangat dekat, nyaris tanpa jarak sedikit pun.

"Dih, kenapa? Aku suka.."

"Tapi aku tidak suka sama sekali, karena semua yang ada di tubuh kamu ini milik aku!" Tegas Juna membuat Airyn terhenyak, kenapa pemuda di depan nya berubah menjadi posesif seperti ini. 

"Kok kamu jadi posesif gini sih, yang?"

"Salah kamu sendiri, kenapa mau pacaran sama aku tanpa tahu sifat aku yang sebenarnya. Aku gak suka apa yang jadi milik ku di lihat orang lain, kamu dengar itu hmm?" Tanya Juna sambil tersenyum menyeringai. Airyn menelan ludah nya dengan kepayahan. Juna terlihat seperti bukan Juna yang biasa dia lihat, dia seperti orang lain saat ini.

"Jadi, kemana-mana aku harus pakai gaun tertutup gitu? Cih, nyebelin."

"Kamu gak suka di bantah bukan? Aku juga begitu, sayang." 

"Iya iya, aku mengerti. Posesif amat deh punya laki." Cetus Airyn sambil tertawa kecil, membuat Juna gemas dan langsung mencium bibir Airyn. Perempuan itu terlihat sedikit shock dengan ciuman Juna, tapi akhirnya dia menikmati nya juga. Bahkan membalas setiap lumaatan pria itu dengan lembut. 

"Sa-yang.."

"Hmmm, kenapa sayang?"

"Lapar.." Lirih Airyn membuat Juna tertawa, benar. Tadi dia sedang bersiap untuk memasak makan malam, tapi ternyata keburu Airyn datang jadi dia tidak menyelesaikan masakan nya. 

"Baiklah, aku mau masak dulu." Jawab Juna sambil tersenyum kecil.

"Mau masak apa? Aku bantuin ya.." Tawar Airyn. 

"Hmm, bantu semangatin aja aku nya." Jawab Juna, tanpa ragu dia menggendong Airyn seperti bayi koala ke dapur. 

"Turunin dong, kamu masak nya gimana kalo sambil gendong aku kayak gini."

"Yaudah, tapi peluk aja dari belakang. Gimana?"

"Okay." Jawab Airyn. Juna pun melepaskan pelukan nya, Airyn pun langsung memeluk Juna dari belakang. Terasa hangat dan nyaman, sesekali tangan Airyn nakal meraba-rabaa tubuh Juna, membuat pemuda itu tak fokus memasak nya. Tapi dia menyukai suasana ini, dia menyukai saat Airyn bermanja-manja padanya. Suka nya nambah berkali-kali lipat saat Airyn seperti ini. Manja-manja gimana gitu, bikin gemes

......

🌻🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SO SWEET, JDI INGAT SMA MNTAN ISTRI PERTAMA SAAT AWAL2 MNIKAH... SAAT BLM BNR2 HIJRAH, MSKI UDH JDI MUALAF ISLAM,..

2024-02-19

7

yeonjunlope

yeonjunlope

gemes bgt woyy gk kuatt wkwkwkkk

2023-12-09

2

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Gemesi lho mereka,lanjuutt,,,

2023-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Awal Pertemuan
2 Bab 2 - Arjuna Reksa
3 Bab 3 - Kemarahan Airyn
4 Bab 4 - Pertemuan Kembali
5 Bab 5 - Ulat Keket
6 Bab 6 - Menjemput Juna
7 Bab 7 - First Kiss?
8 Bab 8 - Masakan Juna
9 Bab 9 - Second Kisses
10 Bab 10 - Sarapan Bersama
11 Bab 11 - Bocil Mesum
12 Bab 12 - Membeli Pakaian
13 Bab 13 - Lipbalm Alami
14 Bab 14 - Pacaran + VISUAL
15 Bab 15 - Gak Jadi Pulang
16 Bab 16 - Juna Posesif
17 Bab 17 - Juna Junior
18 Bab 18 - Perona Pipi
19 Bab 19 - Kedatangan Jack
20 Bab 20 - Maudi Asli atau Maudi Palsu?
21 Bab 21 - Juna Pingsan
22 Bab 22 - Kekuasaan Airyn
23 Bab 23 - Marco dan Juna
24 Bab 24 - Insecure
25 Bab 25 - Movie Date With Juna
26 Bab 26 - Tingkah Airyn
27 Bab 27 - Jalan-jalan
28 Bab 28 - Keras Kepala
29 Bab 29 - Pemuda yang Mandiri
30 Bab 30 - Orang Gila
31 Bab 31 - Arjuna Berbeda?
32 Bab 32 - Ke Khawatiran Airyn
33 Bab 33 - Gara-gara Tangtop
34 Bab 34 - Apple Juna?
35 Bab 35 - Kursus Mengemudi
36 Bab 36 - Pemuda Dewasa
37 Bab 37 - Juna Cemburu
38 Bab 38 - Bocil Cemburu
39 Bab 39 - Bibit Pelakor
40 Bab 40 - Airyn Cemburu
41 Bab 41 - Kebahagiaan Airyn
42 Bab 42 - Masakan Juna
43 Bab 43 - Kebaikan Airyn
44 Bab 44 - Bibit Unggulan
45 Bab 45 - Airyn Sakit
46 Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn
47 Bab 47 - Keasinan
48 Bab 48 - Sisi Lain Juna
49 Bab 49 - Singa Tidur
50 Bab 50 - Membiasakan Diri
51 Bab 51 - Pasangan Serasi
52 Bab 52 - Kerinduan Juna
53 Bab 53 - Airyn Pulang
54 Bab 54 - Princess
55 Bab 55 - Tukang Nyosor
56 Bab 56 - Kunjungan Orang Tua Airyn
57 Bab 57 - Keraguan Juna
58 Bab 58 - Butuh Bukti
59 Bab 59 - Bukti dari Airyn
60 Bab 60 - Kekesalan Maudy
61 Bab 61 - Memancing Singa Kelaparan
62 Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu
63 Bab 63 - Kelakuan Juna
64 Bab 64 - Pukis Sebelum Kerja
65 Bab 65 - Bad Mood
66 Bab 66 - Saling Melengkapi
67 Bab 67 - Night Ride
68 Bab 68 - Bertemu Orang Tua Airyn
69 Bab 69 - Daddy Jo
70 Bab 70 - Potong Rambut?
71 Bab 71 - Quality Time
72 Bab 72 - Di Mobil?
73 Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna
74 Bab 74 - Hari Pertama Kerja
75 Bab 75 - Ditarik Nikah
76 Bab 76 - Pulang Kampung
77 Bab 77 - Nikah sama Berondong?
78 Bab 78 - Nana Amira
79 Bab 79 - Kebaikan Hati Airyn
80 Bab 80 - Ke Khawatiran Airyn
81 Bab 81 - Kolak Candil
82 Bab 82 - Semua ada Alasan nya
83 Hiatus Sementara
84 Bab 83 - Membujuk Mamak
85 Bab 84 - Penjelasan Airyn
86 Bab 85 - Kekesalan Arjuna
87 Bab 86 - Kekesalan Juna #2
88 Bab 87 - Keputusan Airyn
89 Bab 88 - Airyn Sakit?
90 Bab 89 - Airyn Hamil
91 Bab 90 - Melamar Airyn
92 Bab 91 - Kemarahan Jonathan
93 Bab 92 - Pernikahan Arjuna & Airyn
94 Bab 93 - Setelah Pernikahan
95 Bab 94 - Monica & Mirna
96 Bab 95 - Makan Bersama
97 Bab 96 - Kehidupan Airyn
98 Bab 97 - Vitamin Juna
99 Bab 98 - Ketakutan Airyn
100 Bab 99 - Welcome Baby Arshaka
101 Bab 100 - Happy Ending
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Awal Pertemuan
2
Bab 2 - Arjuna Reksa
3
Bab 3 - Kemarahan Airyn
4
Bab 4 - Pertemuan Kembali
5
Bab 5 - Ulat Keket
6
Bab 6 - Menjemput Juna
7
Bab 7 - First Kiss?
8
Bab 8 - Masakan Juna
9
Bab 9 - Second Kisses
10
Bab 10 - Sarapan Bersama
11
Bab 11 - Bocil Mesum
12
Bab 12 - Membeli Pakaian
13
Bab 13 - Lipbalm Alami
14
Bab 14 - Pacaran + VISUAL
15
Bab 15 - Gak Jadi Pulang
16
Bab 16 - Juna Posesif
17
Bab 17 - Juna Junior
18
Bab 18 - Perona Pipi
19
Bab 19 - Kedatangan Jack
20
Bab 20 - Maudi Asli atau Maudi Palsu?
21
Bab 21 - Juna Pingsan
22
Bab 22 - Kekuasaan Airyn
23
Bab 23 - Marco dan Juna
24
Bab 24 - Insecure
25
Bab 25 - Movie Date With Juna
26
Bab 26 - Tingkah Airyn
27
Bab 27 - Jalan-jalan
28
Bab 28 - Keras Kepala
29
Bab 29 - Pemuda yang Mandiri
30
Bab 30 - Orang Gila
31
Bab 31 - Arjuna Berbeda?
32
Bab 32 - Ke Khawatiran Airyn
33
Bab 33 - Gara-gara Tangtop
34
Bab 34 - Apple Juna?
35
Bab 35 - Kursus Mengemudi
36
Bab 36 - Pemuda Dewasa
37
Bab 37 - Juna Cemburu
38
Bab 38 - Bocil Cemburu
39
Bab 39 - Bibit Pelakor
40
Bab 40 - Airyn Cemburu
41
Bab 41 - Kebahagiaan Airyn
42
Bab 42 - Masakan Juna
43
Bab 43 - Kebaikan Airyn
44
Bab 44 - Bibit Unggulan
45
Bab 45 - Airyn Sakit
46
Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn
47
Bab 47 - Keasinan
48
Bab 48 - Sisi Lain Juna
49
Bab 49 - Singa Tidur
50
Bab 50 - Membiasakan Diri
51
Bab 51 - Pasangan Serasi
52
Bab 52 - Kerinduan Juna
53
Bab 53 - Airyn Pulang
54
Bab 54 - Princess
55
Bab 55 - Tukang Nyosor
56
Bab 56 - Kunjungan Orang Tua Airyn
57
Bab 57 - Keraguan Juna
58
Bab 58 - Butuh Bukti
59
Bab 59 - Bukti dari Airyn
60
Bab 60 - Kekesalan Maudy
61
Bab 61 - Memancing Singa Kelaparan
62
Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu
63
Bab 63 - Kelakuan Juna
64
Bab 64 - Pukis Sebelum Kerja
65
Bab 65 - Bad Mood
66
Bab 66 - Saling Melengkapi
67
Bab 67 - Night Ride
68
Bab 68 - Bertemu Orang Tua Airyn
69
Bab 69 - Daddy Jo
70
Bab 70 - Potong Rambut?
71
Bab 71 - Quality Time
72
Bab 72 - Di Mobil?
73
Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna
74
Bab 74 - Hari Pertama Kerja
75
Bab 75 - Ditarik Nikah
76
Bab 76 - Pulang Kampung
77
Bab 77 - Nikah sama Berondong?
78
Bab 78 - Nana Amira
79
Bab 79 - Kebaikan Hati Airyn
80
Bab 80 - Ke Khawatiran Airyn
81
Bab 81 - Kolak Candil
82
Bab 82 - Semua ada Alasan nya
83
Hiatus Sementara
84
Bab 83 - Membujuk Mamak
85
Bab 84 - Penjelasan Airyn
86
Bab 85 - Kekesalan Arjuna
87
Bab 86 - Kekesalan Juna #2
88
Bab 87 - Keputusan Airyn
89
Bab 88 - Airyn Sakit?
90
Bab 89 - Airyn Hamil
91
Bab 90 - Melamar Airyn
92
Bab 91 - Kemarahan Jonathan
93
Bab 92 - Pernikahan Arjuna & Airyn
94
Bab 93 - Setelah Pernikahan
95
Bab 94 - Monica & Mirna
96
Bab 95 - Makan Bersama
97
Bab 96 - Kehidupan Airyn
98
Bab 97 - Vitamin Juna
99
Bab 98 - Ketakutan Airyn
100
Bab 99 - Welcome Baby Arshaka
101
Bab 100 - Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!