Bab 7 - First Kiss?

"Mau langsung pulang atau mau mampir dulu?" Tanya Airyn membuat Juna menggelengkan kepala nya. Dia ingin langsung pulang sekarang dan beristirahat. 

"Langsung pulang saja, Nona." Jawab Arjuna. 

"Oke, kamu sudah makan?" Tanya Airyn lagi, tanpa melihat ke arah Juna karena dia sedang fokus mengemudi. Berhubung malam ini adalah malam minggu, jadi suasana malam ini benar-benar ramai oleh pasangan muda mudi yang pacaran. 

"Belum, Nona."

"Nyari makan dulu yuk?" Ajak Airyn, meskipun tadi dia sudah makan mie instan satu porsi plus telur, sosis dan bakso. Tapi perut nya masih lapar saat ini. 

"Ti-tidak usah, Nona. Saya biasa masak di rumah."

"Bisa masakin buat aku sekalian?"

"Boleh, Nona. Tapi palingan hanya makanan sederhana, apa tidak apa-apa?" Tanya Arjuna, membuat Airyn tersenyum kecil. 

"Tidak, apapun itu jika kamu yang membuat nya, aku akan memakan nya." Jawab Airyn dengan senyum manis nya, dia melirik sekilas ke samping, ke arah Arjuna yang masih merona wajah nya setelah mendengar ucapan nya. 

"Nona membuat saya malu.."

"Malu? Haha, kenapa harus malu sih? Apa kamu telanjaang? Enggak kan, jadi kenapa harus malu hmm?" Tanya Airyn membuat wajah Arjuna malah semakin memerah saja di buat nya. 

Arjuna mengangguk, dia meremaas jemari nya. Tapi saat dia melirik ke samping, dia malah di suguhkan dengan paha yang putih dan mulus. Terlihat sangat aahhh..

'Astaga apa yang aku lihat ini? Ya Tuhan, jangan biarkan dia terbangun, sekarang bukan saat nya.' Batin Arjuna. Dia benar-benar tidak tahan saat melihat paha yang mulus itu, benar-benar sangat menggoda jiwa kelelakian. Lagian, kenapa sih Airyn harus mengenakan dress pendek seperti ini malam hari? Bikin berabe aja. 

"Nona.."

"Iya, kenapa?" Tanya Airyn, dia melirik sekilas ke arah Juna.

"Kenapa Nona mengenakan dress pendek seperti ini?"

"Memang nya kenapa hmm? Kau tergoda ya?" Tanya Airyn dengan senyum menggoda nya, Arjuna memalingkan wajah nya ke arah jendela. Dia menikmati suasana malam hari ini yang terasa lebih sejuk, meskipun terkadang merasa bosan juga karena pemandangan nya hanya gedung-gedung tinggi menjulang sepanjang perjalanan. 

"Wajah mu menjawab semua nya, Jun. Tak apa, aku lebih suka jika kamu jujur." 

"Iya, Nona. Saya sedikit tergoda, saya kan masih normal."

"Baguslah, usia mu juga sudah legal kan?" Tanya Airyn, Juna mengangguk polos membuat Airyn tertawa. 

"Sudahlah, dimana kost an mu?"

"Di depan belok kanan, Nona." Jawab Arjuna. Airyn menganggukan kepala nya, lalu membelokan kendaraan nya ke kanan, sesuai dengan petunjuk dari Arjuna. 

Akhirnya, setelah hampir satu jam berkendara di jalanan, Juna pun sampai di kost an nya. Pemuda itu keluar dan membuka sepatu nya, lalu meletakan nya di rak khusus yang ada di luar, dekat pintu.

"Nona, mau mampir dulu?"

"Tentu saja, kamu kan akan memasak untuk ku."

"Astaga, aku lupa. Mari masuk, Nona." Jawab Juna. Dia pun membuka pintu kost an nya lebar-lebar dan membiarkan Airyn masuk lebih dulu. Lagi-lagi, mata Juna malah salah fokus saat melihat dua bongkahan bulat nan sintal juga berisi di bagian belakang. Kedua nya bergerak-gerak manja saat Airyn berjalan. 

"Jun, kost an kamu sempit sekali." Ucap Airyn sambil berbalik, membuat Juna langsung memalingkan pandangan nya ke arah lain. Airyn tahu benar kemana arah pandang pemuda itu, pasti sudah jelas ke arah pantaat nya.

"Jun, kamu nakal juga ternyata.." Ucap Airyn sambil terkekeh. 

"Maaf, Nona. Saya tahu kalau saya tidak sopan, maafkan saya."

"Tidak apa-apa, Jun." Jawab Airyn sambil tersenyum.

"Silahkan duduk dulu, saya mau bikin teh dulu."

"Hmmm, iya." Jawab Airyn, dia duduk lesehan di lantai karena tidak ada sofa atau kursi. Kalau pun ada sofa, pasti tidak akan muat karena ruangan nya terlalu sempit dan kecil. Televisi saja tidak ada disini. 

"Ini teh nya, Nona."

"Panggil saja aku Airyn, Jun."

"Itu terlalu tidak sopan, Nona." Jawab Arjuna sambil tersenyum kecil. 

"Lebih tidak sopan mana saat kamu melihat pantaat ku hmm?" Tanya Airyn yang membuat wajah Arjuna memerah padam. Karena dia ketahuan memperhatikan sesuatu dari tubuh nya dan itu, bagian yang cukup sensitif. 

"Maaf, Nona.."

"Tidak apa-apa, panggil saja aku Airyn atau sayang juga tidak apa-apa." 

"Aku panggil mbak aja, boleh?"

"Gak mau, keliatan banget aku udah tua nya." Jawab Airyn dengan ketus.

"Ya sudah, kakak saja. Bagaimana?"

"Nama saja atau sayang, titik!" Tegas Airyn membuat Juna menghela nafas nya, dia merasa tidak sopan jika harus memanggil perempuan itu dengan memanggil nama nya, jadi terpaksa lah dia harus memanggil Airyn dengan panggilan sayang? Karena pilihan nya hanya dua, memanggil nama atau sayang. 

"Iya, yang."

"Kedengeran nya jauh lebih enak." Jawab Airyn sambil tersenyum.

"Hmm, aku ke belakang dulu ya. Mau mandi dulu, terus masak nanti."

"Oke, jangan lama tapi." Jawab Airyn sambil tersenyum kecil. Juna pun pergi dari hadapan Airyn dan pergi ke belakang untuk mandi. Dia harus membersihkan tubuh nya terlebih dulu agar dia bisa tidur dengan tenang nanti nya. 

Airyn celingukan, dia melihat lihat ruangan berbentuk persegi yang sangat sempit, namun cukup rapih untuk ukuran seorang pemuda yang ngekost sendirian. Barang-barang pun di letakan sesuai dengan tempat nya. 

"Rapih juga kost an nya.." Gumam Airyn sambil melihat-lihat tempat tinggal pemuda itu. 

Airyn mengintip ke arah kamar, rapih juga. Ada kasur busa tipis yang di balut seprei bermotif bulan dan bintang. Rapih dan bersih, benar-benar tidak terlihat seperti tempat tinggal seorang pemuda. 

"Lho, Nona. Lagi ngapain?"

"Eehh, astaga.." Jawab Airyn, dia terlonjak kaget lalu mengusap dada nya saat melihat ternyata Juna lah orang yang sudah membuat nya terkejut. 

"Maaf, kaget ya?"

"I-iya, Jun." Jawab Airyn. Tapi dia malah salah fokus dengan perut kotak-kotak yang tersaji di depan mata nya. Benar-benar menantang untuk di sentuh, tapi rasanya sangat malu kalau dia tiba-tiba menyentuh perut seorang pemuda kan?

"Kenapa, Nona?"

"Tidak kok, tidak apa-apa. Cepatlah berpakaian." Ucap Airyn sambil tersenyum canggung, Airyn pun berniat untuk pergi dari hadapan Juna. Tapi sialnya, dia malah terpeleset dan tak sengaja dia menarik handuk yang sedari tadi di gunakan oleh Arjuna, membuat pemuda itu ikut terjatuh menimpa tubuh Airyn.

Arjuna dan Airyn saling menatap dengan tatapan terkejut saat merasakan kalau bibir mereka bersentuhan sekarang ini. Bahkan posisi mereka terbilang sangat intim sekarang ini, Arjuna berada di atas tubuh Airyn. Bahkan perempuan itu bisa merasakan hembusan nafas hangat beraroma minta menerpa tubuh nya.

"Jun, berat.."

Arjuna pun langsung bangkit dari tubuh Airyn sambil membenarkan handuk nya, suasana saat ini benar-benar terasa sangat canggung saat ini.

"M-maaf, Nona.."

"Tidak apa-apa, cepatlah berpakaian." Jawab Airyn, meskipun sebenarnya dia sangat malu sekarang ini.

Arjuna pun pergi dari hadapan Airyn dan masuk ke kamar nya, tak lupa Juna menutup pintu kamar nya dan segera berpakaian. Di luar kamar, Airyn meraba bibir nya yang masih terasa basah. Bahkan dia masih bisa merasakan ciuman Arjuna di bibir nya.

'First kiss ku..'

.....

🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

au.. au... au...... gak kuku juunnn😂😂😂😂😂😂

2023-12-03

3

Kusii Yaati

Kusii Yaati

sebenarnya aq agak nggak suka sama cewek yg agresif duluan Thor...kayak gimana gitu,tp nggak papa aq suka ceritanya

2023-08-17

1

Sophia Aya

Sophia Aya

baca novel ginian jadi berasa muda kembali 😁😁👍👍

2023-07-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Awal Pertemuan
2 Bab 2 - Arjuna Reksa
3 Bab 3 - Kemarahan Airyn
4 Bab 4 - Pertemuan Kembali
5 Bab 5 - Ulat Keket
6 Bab 6 - Menjemput Juna
7 Bab 7 - First Kiss?
8 Bab 8 - Masakan Juna
9 Bab 9 - Second Kisses
10 Bab 10 - Sarapan Bersama
11 Bab 11 - Bocil Mesum
12 Bab 12 - Membeli Pakaian
13 Bab 13 - Lipbalm Alami
14 Bab 14 - Pacaran + VISUAL
15 Bab 15 - Gak Jadi Pulang
16 Bab 16 - Juna Posesif
17 Bab 17 - Juna Junior
18 Bab 18 - Perona Pipi
19 Bab 19 - Kedatangan Jack
20 Bab 20 - Maudi Asli atau Maudi Palsu?
21 Bab 21 - Juna Pingsan
22 Bab 22 - Kekuasaan Airyn
23 Bab 23 - Marco dan Juna
24 Bab 24 - Insecure
25 Bab 25 - Movie Date With Juna
26 Bab 26 - Tingkah Airyn
27 Bab 27 - Jalan-jalan
28 Bab 28 - Keras Kepala
29 Bab 29 - Pemuda yang Mandiri
30 Bab 30 - Orang Gila
31 Bab 31 - Arjuna Berbeda?
32 Bab 32 - Ke Khawatiran Airyn
33 Bab 33 - Gara-gara Tangtop
34 Bab 34 - Apple Juna?
35 Bab 35 - Kursus Mengemudi
36 Bab 36 - Pemuda Dewasa
37 Bab 37 - Juna Cemburu
38 Bab 38 - Bocil Cemburu
39 Bab 39 - Bibit Pelakor
40 Bab 40 - Airyn Cemburu
41 Bab 41 - Kebahagiaan Airyn
42 Bab 42 - Masakan Juna
43 Bab 43 - Kebaikan Airyn
44 Bab 44 - Bibit Unggulan
45 Bab 45 - Airyn Sakit
46 Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn
47 Bab 47 - Keasinan
48 Bab 48 - Sisi Lain Juna
49 Bab 49 - Singa Tidur
50 Bab 50 - Membiasakan Diri
51 Bab 51 - Pasangan Serasi
52 Bab 52 - Kerinduan Juna
53 Bab 53 - Airyn Pulang
54 Bab 54 - Princess
55 Bab 55 - Tukang Nyosor
56 Bab 56 - Kunjungan Orang Tua Airyn
57 Bab 57 - Keraguan Juna
58 Bab 58 - Butuh Bukti
59 Bab 59 - Bukti dari Airyn
60 Bab 60 - Kekesalan Maudy
61 Bab 61 - Memancing Singa Kelaparan
62 Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu
63 Bab 63 - Kelakuan Juna
64 Bab 64 - Pukis Sebelum Kerja
65 Bab 65 - Bad Mood
66 Bab 66 - Saling Melengkapi
67 Bab 67 - Night Ride
68 Bab 68 - Bertemu Orang Tua Airyn
69 Bab 69 - Daddy Jo
70 Bab 70 - Potong Rambut?
71 Bab 71 - Quality Time
72 Bab 72 - Di Mobil?
73 Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna
74 Bab 74 - Hari Pertama Kerja
75 Bab 75 - Ditarik Nikah
76 Bab 76 - Pulang Kampung
77 Bab 77 - Nikah sama Berondong?
78 Bab 78 - Nana Amira
79 Bab 79 - Kebaikan Hati Airyn
80 Bab 80 - Ke Khawatiran Airyn
81 Bab 81 - Kolak Candil
82 Bab 82 - Semua ada Alasan nya
83 Hiatus Sementara
84 Bab 83 - Membujuk Mamak
85 Bab 84 - Penjelasan Airyn
86 Bab 85 - Kekesalan Arjuna
87 Bab 86 - Kekesalan Juna #2
88 Bab 87 - Keputusan Airyn
89 Bab 88 - Airyn Sakit?
90 Bab 89 - Airyn Hamil
91 Bab 90 - Melamar Airyn
92 Bab 91 - Kemarahan Jonathan
93 Bab 92 - Pernikahan Arjuna & Airyn
94 Bab 93 - Setelah Pernikahan
95 Bab 94 - Monica & Mirna
96 Bab 95 - Makan Bersama
97 Bab 96 - Kehidupan Airyn
98 Bab 97 - Vitamin Juna
99 Bab 98 - Ketakutan Airyn
100 Bab 99 - Welcome Baby Arshaka
101 Bab 100 - Happy Ending
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Awal Pertemuan
2
Bab 2 - Arjuna Reksa
3
Bab 3 - Kemarahan Airyn
4
Bab 4 - Pertemuan Kembali
5
Bab 5 - Ulat Keket
6
Bab 6 - Menjemput Juna
7
Bab 7 - First Kiss?
8
Bab 8 - Masakan Juna
9
Bab 9 - Second Kisses
10
Bab 10 - Sarapan Bersama
11
Bab 11 - Bocil Mesum
12
Bab 12 - Membeli Pakaian
13
Bab 13 - Lipbalm Alami
14
Bab 14 - Pacaran + VISUAL
15
Bab 15 - Gak Jadi Pulang
16
Bab 16 - Juna Posesif
17
Bab 17 - Juna Junior
18
Bab 18 - Perona Pipi
19
Bab 19 - Kedatangan Jack
20
Bab 20 - Maudi Asli atau Maudi Palsu?
21
Bab 21 - Juna Pingsan
22
Bab 22 - Kekuasaan Airyn
23
Bab 23 - Marco dan Juna
24
Bab 24 - Insecure
25
Bab 25 - Movie Date With Juna
26
Bab 26 - Tingkah Airyn
27
Bab 27 - Jalan-jalan
28
Bab 28 - Keras Kepala
29
Bab 29 - Pemuda yang Mandiri
30
Bab 30 - Orang Gila
31
Bab 31 - Arjuna Berbeda?
32
Bab 32 - Ke Khawatiran Airyn
33
Bab 33 - Gara-gara Tangtop
34
Bab 34 - Apple Juna?
35
Bab 35 - Kursus Mengemudi
36
Bab 36 - Pemuda Dewasa
37
Bab 37 - Juna Cemburu
38
Bab 38 - Bocil Cemburu
39
Bab 39 - Bibit Pelakor
40
Bab 40 - Airyn Cemburu
41
Bab 41 - Kebahagiaan Airyn
42
Bab 42 - Masakan Juna
43
Bab 43 - Kebaikan Airyn
44
Bab 44 - Bibit Unggulan
45
Bab 45 - Airyn Sakit
46
Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn
47
Bab 47 - Keasinan
48
Bab 48 - Sisi Lain Juna
49
Bab 49 - Singa Tidur
50
Bab 50 - Membiasakan Diri
51
Bab 51 - Pasangan Serasi
52
Bab 52 - Kerinduan Juna
53
Bab 53 - Airyn Pulang
54
Bab 54 - Princess
55
Bab 55 - Tukang Nyosor
56
Bab 56 - Kunjungan Orang Tua Airyn
57
Bab 57 - Keraguan Juna
58
Bab 58 - Butuh Bukti
59
Bab 59 - Bukti dari Airyn
60
Bab 60 - Kekesalan Maudy
61
Bab 61 - Memancing Singa Kelaparan
62
Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu
63
Bab 63 - Kelakuan Juna
64
Bab 64 - Pukis Sebelum Kerja
65
Bab 65 - Bad Mood
66
Bab 66 - Saling Melengkapi
67
Bab 67 - Night Ride
68
Bab 68 - Bertemu Orang Tua Airyn
69
Bab 69 - Daddy Jo
70
Bab 70 - Potong Rambut?
71
Bab 71 - Quality Time
72
Bab 72 - Di Mobil?
73
Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna
74
Bab 74 - Hari Pertama Kerja
75
Bab 75 - Ditarik Nikah
76
Bab 76 - Pulang Kampung
77
Bab 77 - Nikah sama Berondong?
78
Bab 78 - Nana Amira
79
Bab 79 - Kebaikan Hati Airyn
80
Bab 80 - Ke Khawatiran Airyn
81
Bab 81 - Kolak Candil
82
Bab 82 - Semua ada Alasan nya
83
Hiatus Sementara
84
Bab 83 - Membujuk Mamak
85
Bab 84 - Penjelasan Airyn
86
Bab 85 - Kekesalan Arjuna
87
Bab 86 - Kekesalan Juna #2
88
Bab 87 - Keputusan Airyn
89
Bab 88 - Airyn Sakit?
90
Bab 89 - Airyn Hamil
91
Bab 90 - Melamar Airyn
92
Bab 91 - Kemarahan Jonathan
93
Bab 92 - Pernikahan Arjuna & Airyn
94
Bab 93 - Setelah Pernikahan
95
Bab 94 - Monica & Mirna
96
Bab 95 - Makan Bersama
97
Bab 96 - Kehidupan Airyn
98
Bab 97 - Vitamin Juna
99
Bab 98 - Ketakutan Airyn
100
Bab 99 - Welcome Baby Arshaka
101
Bab 100 - Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!