Episode 18

Setalah mendapatkan semua cctv Dan informasi tentang perempuan yang tidur bersama raka semalam ,Angga pun langsung masuk ke ruangan Raka

" bos ini informasi yang kau minta" ujar angga yang meletakkan berkas dan flashdisk yang berusi cctv di hotel itu

Raka pun langsung mengambil flashdisk itu dan langsung menyambungkan kan nya di laptop milik nya , ia mulai mengamati rekaman cctv nya dengan seksama

Setelah beberapa lama ia pun menyudahi melihat rekaman cctv nya

" ternyata dia juga di jebak , dan orang suruhan Lia salah kamar , sehingga aku tidur dengan perempuan itu , dan perempuan itu juga di jebak oleh teman nya untuk tidur dengan laki laki yang tida bisa masuk ke kamar 202 itu" ujar Raka

" ya dan asal kau tau perempuan yang kau tiduri itu adalah istri pertama dari Riyan Pratama zezalia , dan kabar nya saat ini , ia sudah di talak oleh Riyan dan di usir dari rumah nya, karena ada yang mengirimkan vidio istri nya dengan pria lain di kamar hotel , aku rasa pria itu kau" ujar Angga

" siapa yang menjebak nya" tanya Raka

" istri kedua dari Riyan Ranti yang merupakan sekertaris dari Riyan sendiri , Riyan dan ze sudah menikah selama empat tahun dan mereka belum di berikan keturunan , pas di hari anniversery mereka yang ke empat tahun , ternyata Ranti mengaku sedang hamil anak dari Riyan dan Riyan pun mengakui nya, keesokan hari nya mereka menikah tanpa di hadiri oleh ze" jelas Angga yang menjelaskan tentang informasi yang ia dapatkan

" setau aku Riyan itu tipe orang yang setia , kenapa dia bisa memiliki anak dengn sekertaris nya?" tanya Raka yang heran

" aku tidak tau masalah itu , dan satu lagi aku mendapat kan infomasi kalau ze tidak mau tidur bersama dengan Riyan selama Riyan menikah dengan istri kedua nya, alasan nya ze saat melihat Riyan ,ze selalu terbayang kalau Riyan sedang bercinta dengan Ranti " jelas Angga lagi

" jadi kalau ze hamil berarti itu adalah anak ku" ucap Raka sambil tersenyum

" kau yakin kalau ze kan hamil anak mu sedangkan dia selalu di katakan mandul kerena sudah empat harun menikah belum di beri anak , dan apa kau masih mau dengan nya kalau dia mandul?" tanya Angga

" ya aku akan menerimanya , aku tak masalah kalau dia mandul sekali pun tuh kalau dia mandul kami bisa mengadopsi anak dari panti , yang penting aku bisa hidup dengan nya, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya, sekarang kau bantu proses perceraian nya dengan cepat , dan suruh orang untuk mencari keberadaan ze sekarang' ucap Raka

" baik lah , kalau begitu aku akan langsung mengerjakan tuas dari mu" ujar Angga yang langsung keluar dari ruangan Raka

Di tempat lain ze sedang mencari kos kosan untuk ia tinggal sementara , setelah mencari ia pun dapat kos kosan yang cukup murah , untuk dirinya tinggal sementara waktu

" akhir nya aku dapat kos kosan juga , untuk sementara waktu aku harus tinggal di sini , sebelum aku memiliki pekerjaan " ucap ze yang langsung membereskan barang barang nya

Setelah membereskan barang barang nya ia langsung membersihkan diri , karena sedari pagi ia belum sempat mandi

Saat membuka seluruh pakaian nya ia terkejut saat melihat jejak ke pemilikan pria yang telah meniduri nya semalam

"ini semua karena pria brengsek itu dan Ranti, hidup ku hancur sekarang" ucap ze yang menangis sambil menggosok gosok bekas kemerahan yang ada di dada dan di leher nya

Ia merasa jijik dengan dirinya sendiri , karena ia telah telah dinodai oleh pria yang bukan suami nya, ze menangis tersedu-sedu

Setalah satu jam ia mandi sambil menangis , ia pun menyudahi mandi nya , ia segera berpakaian setelah itu ia langsung merebahkan tubuh nya di kasir lantai yang ia dapat dari ibu kos nya

" sudah lah ze, kamu jangan sedih lagi, mungkin dengan cara ini Allah membebaskan kamu dari keluarga yang selalu menyakiti kamu , jadi kamu harus kuat menjalani hidup ini, yakin lah suatu saat nanti pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan mu sendiri" ucap ze menguatkan diri nya

" ya , aku harus kuat , aku harus tetep hidup meski rumah tangan ku hancur, mulai sekarang aku harus menata kehidupan ku kembali, kamu harus tetep kuat ze , kamu bukan orang yang lemah , tunjukkan kepada mereka semua yang telah menghina mu, kalau kamu itu bisa berdiri sendiri " ucap ze yang menyemangati dirinya sendiri untuk tetap semangat menjalani hidup ini

Di kediaman keluarga Pratama , Riyan hanya mengurung diri di kamar setelah kepergian ze tadi pagi, sekarang hidup Riyan terasa hampa tanpa ada ze di sisinya

" mas , makan dulu ya, mas dari kemarin belum man" bujuk Ranti pada Riyan

" aku tidak lapar" jawab Riyan

" mas , tolong jangan seperti ini terus mas , di sini masih ada aku dan anak kita mas, anak kita butuh papa nya," ujar Ranti yang membujuk Riyan

" kasihan anak kita mas , kalau melihat papa nya yang seperti ini, dia pasti akan ikut sedih" ucap Ranti lagi yang memasang wajah sedih

Mendengar kata anak nya , Riyan langsung luluh , ia langsung beranjak dari tidur nya dan langsung memegang perut Ranti

" maaf papa ya sayang, papa telah melupakan mu" ucap Riyan yang merasa bersalah, sambil mengelus perut Ranti

"sekarang mas makan ya , kalau mas sampai sakit , pasti anak kita makin sedih " ucap ranti membujuk Riyan

" hem baik lah" ujar Riyan dengan terpaksa

Ranti pun langsung mengambilkan makanan yang ia bawa dari dapur tadi , khusus untuk Riyan

" biar aku makan sendiri ' pita Riyan yang langsung mengambil piring yang ada di tangan Ranti, Ranti pun tak mempermasalah kan hal itu

Saat sedang memperhatikan Riyan makan , tiba tiba ponsel milik Ranti pun berdering pertanda ada yang menelfon nya, Ranti langsung melihat Layar ponsel nya ternyata yang menelfon pria yang ia suruh meniduri ze

" sebentar ya mas , aku mengangkat telfon dulu' ujar ranti, yang langsung beranjak menuju ke arah balkon , sambil memperhatikan Riyan dari arah balkon kamar nya

" hallo, ada apa lagi kamu menelfon ku, bukan nya uang nya sudah aku kirimkan" ujar Ranti dengan lirih , ia takut kalau Riyan mendengar nya

" ya , aku menelfon mu bukan untuk membahas masalah uang, yang ingin aku bahas adalah aku tidak jadi meniduri nya, karena pintu kamar hotel nya sudah tertutup , terus aku mau meminta kunci serep nya ke resepsionis nya, tapi tidak di kasihkan " ucap pria di seberang telfon

" apa , jadi bukan kau yang meniduri nya?" tanya Ranti memastikan

" bukan " jawab pria itu

" nanti kita bahas lagi, aku sedang ada pekerjaan " ucap Ranti yang langsung memutuskan sambungan telfon nya

' kalau bukan dia , terus siap yang meniduri nya, ah sudah lah tidak penting siapa yang meniduri nya, yang penting dia sekarang sudah pergi dari sini' batin Ranti yang tek mempermasalahkan nya

.

.

Jangan lupa like , komen dan vote ya nya, Terimakasih🙏🥰

Terpopuler

Comments

Fani Indriyani

Fani Indriyani

Aku mau bilang makasih ma Ranti karna sdh membantu Ze lepas dari Ryan wkwkwk

2025-03-04

0

ira

ira

ah Raka aku padamu 🤭😁

2024-11-01

0

ira

ira

karena Rian juga dijebak dan Rian si bodoh itu pun percayapercaya aja

2024-11-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!