ze langsung beranjak dari tidur nya dengan perlahan agar tak membangunkan pria itu,setelah berhasil turun ,ia langsung segera mengenakan pakaian yang berserakan di lantai
ze sangat kecewa dengan Ranti yang tega menjebak nya tidur dengan laki laki lain, setelah selesai berpakaian ze langsung keluar dari kamar hotel itu, ia menangis sepanjang jalan menuju ke rumah keluarga Riyan
'apa yang harus aku kata kan kepada mas Riyan nanti, tubuh ku sudah kotor seperti ini hiks hiks' batin nya sambil terus menangis berjalan keluar dari hotel tersebut
Setelah keluar ia langsung menyetop taksi untuk mengantarkan nya ke rumah suami nya, sepanjang perjalanan ze hanya bisa menangis , ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Setelah sampai di rumah Riyan , ia segera menghapus air mata nya , ia ingin sekali menemui Ranti, ia langsung keluar dari mobil taksi yang mengantar nya pulang
ze dengan perlahan membuka pintu rumah, saat pintu terbuka ia terkejut saat melihat ada koper dan beberapa barang milik nya ada di depan pintu
Prok..prok...
" ingat pulang juga kamu, apa sudah puas semalaman bercita dengan selingkuhan mu?" tanya sonya yang sedang duduk di ruang tamu bersama , Riyan ,dan Ranti , sedangkan Lia sudah berangkat bekerja
Deg..
Jantung ze langsung berdetak kencang saat mendengar ucapan mertuanya,ze langsung melihat Ranti yang tengah tersenyum sinis kearah ze
"ranti , ini pasti ulah mu kan , kamu yang telah merencanakan semuanya kan, kamu telah menjebak ku" ucap ze sambil meneteskan air matanya
" kau yang berselingkuh , kenapa kau jadi menyalahkan aku"ucap Ranti
" karena kau yang telah menjebak aku bersama pria itu" ucap ze
" hay , perempuan mandul jangan kamu menuduh sembarangan ya , kamu yang berselingkuh malah menuduh menantu ku yang menjebak mu, sudah mandul suka selingkuh lagi , dasar menjijikan" ucap sonya
" mas , percaya lah dengan ku , aku di jebak mas , sungguh aku tidak pernah berselingkuh dari mu" ucap ze yang berlutut di hadapan Riyan
" jangan percaya mas ,dia itu pengen tetap tinggal di sini , karena selingkuhan nya tidak bisa menghidupi nya" ucap Ranti yang membujuk Riyan agar tidak percaya pada ze
"dasar perempuan murahan , tidak tau diri, kamu selama ini sudah hidup enak di sini, dan selalu kecukupan di sini ,sekarang kamu sudah ketahuan selingkuh , dan kamu masih mau menikmati fasilitas di sini , dasar tidak tau malu" ucap sonya
" tidak ma, aku tidak selingkuh, aku di jebak ma , aku di jebak oleh Ranti" ucap ze yang berusaha membela diri
" apa buktinya kalau aku yang menjebak mu?" tanya Ranti
Ze langsung terdiam , ia memang tidak punya bukti apa apa
" permisi den , nyonya, saya mau memberi tahu , benar apa yang di katakan ze, kalau nona Ranti lah yang menjebak ze, saya mendengar dengan jelas saat nona Ranti berbicara kepada nona Lia " ujar bik surti yang baru datang dari arah dapur, sebenar nya bik surti sudah mengintip pas ze pulang tadi
Ranti langsung melotot ke arah bik surti , bagai mana dia bisa tau, padahal dirinya sudah memastikan tidak ada orang saat dirinya berbicara pada Lia pikir ranti yang terkejut
" kamu jangan asal bicara ya , saya tidak pernah berniat jahat pada ze, apa pernah kalian melihat aku menjahati atau menghina ze selama aku di sini , tidak pernah kan , jadi kau jangan sembarangan menuduh, pasti kau sudah bersekongkol dengan ze kan" ucap Ranti yang membela diri
" saya , tidak berbohong , nyonya den Riyan , saya mendengar sendiri saat mereka membicarakan tentang penjebakan ze di hotel" ucap bik surti yang membela ze
Ranti yang tidak tahan dengan ucapan bik surti pun langsung mendekati bik surti
plak
Ranti menampar bik surti karena telah lancang berbicara
" kamu hanya pembantu di sini , jangan sok ikut campur" kesal Ranti pada bik surti
Ze yang berada tak jauh dari bik suri pun langsung mendekati Ranti
" keterlaluan kamu ranti" ucap ze sambil mendorong Ranti ke belakang , sehingga ranti pun terjatuh di lantai
" aw, perut ku " ucap ranti yang merasakan keram di perut nya saat ia terjatuh di dorong ze
" Ranti" panggul Riyan dan sonya yang lngsung mendekat kearah ranti
" kamu gak papa" tanya Riyan dengan khawatir
" perut aku keram mas " jawab Ranti sambil meringis menahan sakit
Plak...plak...
dua tamparan mendarat di kedua pipi mulus ze
" keterlaluan kau ze, apa kau mau membunuh calon cucu ku" teriak sonya yang emosi saat melihat Ranti merintih kesakitan , akibat ulah ze
" aaku tidak sengaja ma, Ranti yang telah keterlaluan menampar bik surti" ujar ze
"Cukup!!, zezalia binti wijaya , engkau aku talak , mulai sekarang kamu bukan istri ku lagi , pergilah kau dari sini , temui lah selingkuhan mu itu" ucap Riyan dengan tegas sambil menahan sakit hati nya
Deg...
Sakit hati ze saat mendengar kata talak dari mulut suami nya, padahal dulu Riyan pernah berjanji tidak ada kata talak di pernikahan mereka , saat mereka selesai mengucapkan ijab kabul dulu
Namun sekarang Riyan dengan mudah nya mengatakan kata talak pada nya , demi wanita licik yang saat ini telah menjadi istri keduanya
" baik mas , kalau itu sudah menjadi keputusan mu, aku harap kamu tidak akan menyesali atas perbuatan mu pada ku hari ini , dan untuk kamu Ranti , suatu saat semuanya akana tau siapa yang benar dan siapa yang salah . Aku beru tau sekali lagi , kalau aku tidak pernah menghiyanati mu mas " ucap ze yang langsung mengambil koper dan barang barang milik nya dan pergi meninggalkan rumah Riyan
Rian melihat ke arah ze yang keluar dari rumah nya sambil membawa koper milik nya , jujur Riya sebenar nya tidak tega melihat ze pergi dari rumah nya, namun ia terlalu sakit hati saat mengetahui ze talah berselingkuh
" anda akan menyesal dengan apa yang anda lakukan kepada ze, mulai hari ini saya akan berhenti bekerja di rumah ini" ucap bik surti yang langsung pergi menuju ke kamar nya untuk membereskan pakaian nya , ia ingin menyusul ze. Ia tau kalau ze tidak lah bersalah
Ze yang sudah keluar dari rumah Riyan , ia langsung menyetop taksi yang lewat , setelah itu ia pergi menggunakan taksi tersebut
Sepanjang perjalanan ze hanya bisa menangis , kenapa hidup nya harus seperti ini
" maaf neng , kita mau ke mana ya?" tanya sopir taksi itu yang tidak tau tujuan penumpang nya
Ze terdiam saat di tanya supr taksi itu, sejenak ia berpikir , kemana ia harus pergi , sedangkan ia tak memiliki siapa siapa sekarang
" jalan lurus aja pak , lalau berhenti di pertigaan itu" ucap ze
.
.
Jangan lupa like , komen dan vote nya ya, Terimakasih 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
ira
sabar ze kebahagiaanmu menanti dirimu
2024-11-01
0
ira
kamu merasa sakit hati tapi tidak memikirkan perasaannya ze sesakit apa kasih dan perasaannya mendengar kau bercinta dan menikahi wanita ular itu
2024-11-01
0
ira
dirimu akan menyesal Ryan setelah tahu kebenarannya
2024-11-01
0