Riyan pun langsung menusul Ranti dengan panik
" ranti kamu kenapa?" tanya Riyan dengan panik sambil memijit tekuk leher Ranti yang saat itu sedang muntah muntah di wastafel
" aku gak papa kok mas , ini sudah biasa kalau pagi begini" jawab Ranti dengan lemas
" jadi kamu setiap pagi muntah muntah seperti ini?" tanya Riyan memastikan
" ya mas ,mas aku boleh minta tolong," ujar Ranti
" tolong apa ?" tanya Riyan
" tolong elus perut aku mas ,siapa tau bisa mengurang rasa mual aku" ujar Ranti sambil memegang tangan Riyan dan mengerahkan nya ke perut nya
Riyan pun merasa tidak tega melihat Ranti yang sangat pucat akibat muntah muntah tadi , ia pun menuruti permintaan Ranti , ia mengelus perut Ranti yang masih rata itu.
" dia , masih sangat kecil mas, apa mas mau melihat dia ?" tanya Ranti
" melihat nya, bagai mana cara nya?" tanya balik Riyan yang penasaran
" kemarin aku abis USG, apa mas mau melihat foto USG nya ?" tanya Ranti
" emang nya bayi dalam perut bisa di foto?" tanya Riyan heran
" ya bisa mas , ayo aku tunjukan , fotonya ada di tas aku"
" kamu gak mual lagi?" tanya Riyan yang takut nanti Ranti muntah lagi
" gak mas, obat nya mujarap" ujar Ranti sambil tersenyum ia berjalan dengan hati hati keluar dari kamar mandi dan di ikuti oleh Riyan
Ranti membuka tas nya untuk mencari hasil USG nya kemarin , setelah ketemu langsung ia berikan kepada Riyan
" ini mas , dia masih kecil " ujar Ranti
Riyan pun mengambil foto hitam putih dan ada bulatan kecil di sana
" mana , bayi nya , ini hanya bulatan kecil di sini?" tanya Riyan yang tak melihat ada gambar bayi di sana
" ini mas , bulatan kecil ini anak kita, dia masih kecil , nanti kalau sudah besar pasti akan terlihat lebih jelas, dia masih berproses " ujar Ranti sambil menunjuk bulatan kecil di di foto USG itu
Riyan langsung tersenyum lebar saat melihat foto USG itu , seketika ia melupakan semua beban pikiran nya
" apa aku bisa ikut saat kamu periksa kandungan , aku ingin melihat perkembangan anak ku" ujar Riyan dengan antusias
" bisa kok mas" ujar ranti dengan tersenyum senang
Rian langsung berjongkok di hadapan Ranti , ia langsung mengelus perut Ranti
" hay sayang , ini papa nak , tumbuh lah dengan sehat di perut mama mu ya sayang, papa sangat menanti kehadiran mu" ujar Riyan yang langsung mencium perut Ranti
Sungguh ranti saat ini sangat bahagia mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari Riyan , ia tak menyangka kalau Riyan akan melakukan hal itu
" sudah dulu , sayang sayang nya, kita harus bersiap siap , sebentar lagi pak penghulu nya datang" ujar sonya yang sedari tadi melihat sang anak yang sedang mengobrol dengan cucu nya yang ada di perut ranti
Riyan dan Ranti pun terkejut saat mendengar ucapan sonya , mereka langsung melihat ke arah sonya yang ada di depan pintu
" ah , maaf Ranti, aku tak sengaja " ujar Riyan yang baru menyadari apa yang ia lakukan, ia langsung berdiri dari joongkon nya
" gak papa mas " ujar ranti
" ayo ranti kita ke kemar bawah , di sana sudah ada tukang rias yang mau merias kamu" ujar sonya pada ranti
" baik ma, mas aku ke bawah dulu ya" pait Ranti pada Rian , dan langsung keluar kamar bersama sonya
Rian hanya terdiam , ia baru sadar kalau dirinya mau menikah dengan ranti , dan saat ini ze istri nya masih marah kepada nya, ia bergegas menuju ke kemar sebelah
Ze yang baru bangun tidur, langsung berdiri di balkon kamar nya , mata nya sembab dan sedikit bengkak, semalaman ia menangis
" aku gak boleh egois, kalau aku melarang mas Riyan menikahi Ranti, bagai mana nasip anak nya, dengan berat hati aku harus menerima semuanya" gumam ze yang telah mengambil keutusan
Tok...tok...
" sayang, buka pintu nya " pinta Riyan yang ada di luar kamar
" ayo ze , kamu pasti bisa , kamu harus kuat untuk berbagi suami " ucap ze sambil menghapus air mata nya yang kembali mengalir
Ia berjalan menuju ke pintu kamar nya dan ia langsung membuka pintu nya
" akhir nya , kamu membuka pintu nya juga sayang" ujar Riyan dengan senyum bahagia
" masuk lah mas" ujar ze
Dengan senang hati Riyan pun masuk kedalam kamar bersama ze, ze langsung menuju ke ara balkon kamar nya dan Riyan pun segera mengikuti nya , ia langsung memeluk tubuh ze dari belakang
" sayang , maafkan aku" ucap Riyan sambil memeluk erat tubuh zedari belakang
" sudah lah mas , semua nya sudah terjadi , bertanggung jawab lah atas apa yang telah kamu perbuat pada nya" ujar ze menguatkan hati ya, jujur sebenar nya hati ze tidak iklas kalau harus berbagi sami , namun apa lah daya, ada seoang anak yang butuh ayah nya
" kamu serius sayang?" tanya Riyan memastikan
" ya mas , aku tidak bisa egois, ada anak yang butuh sosok seorang aya" ujar ze
" terimakasih sayang , aku akan berusaha adil pada mu dan Ranti , aku tidak akan membeda bedaka kamu dan Ranti , hanya cinta ku pada mu yang tidak bisa adil" ujar Riyang yang mencium pipi ze
Ze hanya diam saat mendengrkan ucapan suami nya, entah ia merasa tidak yakin dengan apa yang di ucapkan suami nya. Ya sekarang suaminya bisa bilang seperti itu, namun entah nanti nya.
" sayang , mama meminta aku menikahi Ranti hari ini, dan mama sudah menyiapkan semuanya" ujar Riyan yang memebri tahu ze
" ya menikah lah dengan dia , lebih cepet lebih baik, kasihan dengan anak yang ada di kandngan nya kalau kelamaan" ujar ze yang berusaha menguatkan hati nya
" kamu menyetujuinya sayang?" tanya Riyan , sebenar nya ia tau kalau saat ini ze sedang menguatkan hati nya untuk menerima semuanya
" ya mas, tapi maaf , aku tidak bisa menghadiri pernikahan mu" ujar ze, ia tidak akan kuat saat melihat suami nya menikahi wanita lain
" ya sayang , gak papa, kamu di kamar aja ya, nanti aku akan menyuruh bik surti menemani mu di sini" ujar Riyan yang mengerti dengan perasaan istri nya saat ini, jujur Riyan tak tega melihat istri nya seperti ini, hati nya ikut merasakan sakit , seperti yang di rasakan ze istri nya
" segera lah mandi , aku akan menyiapkan pakaian untuk mu" ujar ze yang melepaskan pelukan suami nya
" baik lah sayang , maaf untuk semuanya" ujar Rian yang langsung menuju ke kamar mandi
Ze kembali menangis saat Riyan masuk ke dalam kamar mandi , sungguh hati nya kali ini seperti hancur berkeping keping, entah bagai mana mati ia harus menjalani rumah tangga nya dengan berbagi suami
.
.
.jangan lupa like dab komen nya ya, Terimakasih🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
ira
ze yang kuat dan sabar ya suatu saat nanti pasti kebahagiaan datang kepadamu dan kebenaran tentang wanita ular itu akan terungkap
2024-11-01
0
ira
manis sekali mulutmu ya Rian
2024-11-01
0
ira
dasar Rian bodoh masa iya hari ini nyetak besoknya sudah hamil aja kan nggak masuk di akal
2024-11-01
0