Seharian yang indah dan menyenangkan itu tanpa sadar membuat Charlotte merasa lelah hingga membuatnya jatuh tertidur di gendongan Vincent.
Sesampainya mereka kembali ke rumah Sylvia, Vincent segera menggendong putri kecilnya masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuh kecilnya ke ranjangnya.
Dalam ketenangan wajah putrinya saat tertidur, Vincent menyadari jika Charlotte memiliki hidung dan bentuk alis yang sama seperti dirinya.
"Putriku memang sangat mirip denganku,dia memiliki bentuk hidung dan alis yang sama dengan yang aku miliki." ucap Vincent kepada sylvia
"Jika kau tidak mengatakannya sekarang,mungkin aku tidak akan pernah menyadarinya jika Charlotte memiliki beberapa bagian tubuh yang mirip denganmu." jawab sylvia sembari menyelimuti tubuh Charlotte dengan selimut.
"Sebegitu bencinya kah kau kepadaku hingga sampai membuatmu tidak menyadari jika putrimu memiliki bagian tubuh yang sama dengan diriku?Apakah kau benar benar ingin menjauhkan aku dari dirimu sylvia?" tanya Vincent dengan lembut
Sylvia merasakan kepedihan yang luar biasa tengah melanda hatinya, ketika Vincent mengucapkan hal itu.Tolong jangan mengatakan sesuatu kepadaku Vincent,jangan buat aku merasa lemah dan dilema dengan perasaanku sendiri setelah kehadiran mu kembali di dalam hidupku.Aku berusaha untuk melupakanmu,aku mencoba...batin sylvia dalam dirinya sendiri.
"Sylvia" panggil Vincent yang langsung membuat sylvia tersadar dari lamunannya
"Apakah kau mau secangkir teh atau kopi?" Tanya sylvia yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan Vincent dan menghindari tatapan matanya.
"Secangkir kopi saja,terima kasih" jawab Vincent
"Baiklah akan segera aku buatkan untukmu." ucap sylvia buru buru bergegas menuju dapur
Setibanya di dapur,Sylvia menemukan selembar kertas memo yang ditulis ayahnya yang memberitahukan bahwa ia pergi selama beberapa hari untuk mengurus sesuatu yang mendesak.
Kepergian ayahnya tentu saja membuat hati sylvia menjadi tidak tenang,ia merasa takut jika hanya berdua saja dengan Vincent,ia merasa takut jika Vincent kembali meruntuhkan tembok pertahanan hatinya.
Sylvia merasa lelah dengan perasaan yang selalu mengusik ketenangannya ini,perasaan yang selalu membuatnya merasa takut meskipun ia mendambakan sesuatu,mendambakan cinta yang selama ini ia cari,dan kehidupan yang dirinya inginkan.
Setelah menyibukkan diri membuat secangkir kopi dan teh di dapur dengan pikiran yang kacau,Sylvia pun segera menghampiri Vincent yang dilihatnya tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Ini dia, secangkir kopi yang kau mau." ucap sylvia sembari meletakkan nampan di atas meja, Vincent duduk dan mengucapkan terima kasih,satu kakinya diangkat dan disilangkan di kaki lainnya dengan santai.
"Apakah kau merasa baik baik saja Vincent?kau terlihat sangat letih!" tanya sylvia sembari memperhatikan wajah Vincent dengan seksama
"Aku baik baik saja, jangan khawatir sylvia." jawab Vincent
"Aku hanya berharap penyakit jantung mu tidak kambuh setelah seharian penuh yang kau habiskan bersama kami di luar." ucap sylvia
"Jangan merusak hari ini dengan membicarakan penyakit ku, Bicarakan saja hal lainnya,oh ya dimana ayahmu saat ini? kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi?" tanya Vincent, memeriksa sekeliling dengan hati hati.
"Memangnya hal lain apa yang ingin kau bicarakan Vincent?ayah tidak berada disini,dia pergi selama beberapa hari untuk menyelesaikan sesuatu yang mendesak." jawab sylvia yang seketika itu langsung membuat diri Vincent merasa lega karena ia bisa menghabiskan waktu berdua dengan sylvia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments