Charlotte seperti biasa, terpesona dengan kekokohan bangunan Monas yang berdiri tinggi dan indah di kota jakarta.Charlotte dengan bangganya menceritakan apa yang ia ketahui dari bangunan Monas kepada Vincent.
Sylvia menggelengkan kepalanya saat ia melihat putrinya bercerita dengan antusias penuh kepada Vincent mengenai tempat favoritnya itu.
Di saat sylvia melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh putrinya tersebut,tiba tiba raut wajah Charlotte berubah menjadi murung dan membuat kedua orang tuanya merasa sangat khawatir.
"Ada apa sayang? kenapa kau tiba tiba terlihat sangat murung?" tanya sylvia yang dengan cemas menghampiri putrinya
"Ayah,ibu... Charlotte ingin kita semua berfoto bersama seperti yang dilakukan oleh mereka semua?" ucap Charlotte dengan murung sembari menunjuk ke arah beberapa keluarga yang melakukan foto bersama dengan latar belakang pemandangan Monas.
"Selama ini Charlotte belum pernah melakukan berfoto bersama ayah dan ibu di Monas, Charlotte ingin melakukan hal yang mereka lakukan ibu?ayah? Charlotte ingin berfoto bersama dengan keluarga yang lengkap ada ayah dan ibu." ucap Charlotte yang seketika langsung membuat batin sylvia merasa teriris.
Vincent melirik ke arah sylvia dengan raut wajahnya yang sangat sedih,ia tidak menyangka bahwa kepergiannya dalam hidup sylvia, telah membuat masa pertumbuhan putrinya menjadi tidak sehat.
"Charlotte sayang,kau jangan sedih ya? sekarang juga kita semua akan melakukan foto bersama, Charlotte mau kan?" hibur Vincent pada Charlotte
Dengan jawaban lantang sembari meneteskan air matanya, Charlotte merasa bersemangat kembali setelah mendengar ajakan Vincent untuk melakukan foto bersama.
Sembari mencari tempat dan pemandangan yang sesuai untuk berfoto bersama, Charlotte menggandeng tangan sylvia dan juga Vincent untuk memposisikan ayah dan ibunya agar berdiri di tempat yang diinginkannya,lalu menyuruh mereka untuk saling bergandengan tangan.
Apa yang diminta oleh putri kecilnya ini tentu saja membuat situasi di antara sylvia dan juga Vincent menjadi canggung.Selama lima tahun terakhir mereka tidak ingat kapan waktu terakhir kalinya mereka saling bergandengan tangan satu sama lain.
Dan sekarang situasi kembali membuat mereka melakukan hal itu kembali,dan semua itu tentu saja dilakukan untuk membuat perasaan putri mereka menjadi bahagia.Tidak lebih!
"Aku tahu ini membuatmu merasa tidak nyaman sylvia,tapi bolehkah aku menggenggam tangan mu untuk Charlotte?" tanya Vincent sembari mengulurkan tangannya ke hadapan sylvia, matanya tampak berseri seri
Sylvia mengalihkan pandangannya dari Vincent,merasa tidak berdaya dengan kedekatannya dan juga tatapan mata laki laki itu yang sepertinya langsung menembus ke dalam dirinya sekaligus jiwa sylvia.
"Ya,tentu." ucap sylvia sembari menerima uluran tangan Vincent dan membuat mereka saling bergandengan tangan satu sama lain.
Charlotte yang merasa puas dengan kedekatan dan pose foto diantara ibunya dan juga Vincent, segera memanggil tukang foto yang tak jauh dari mereka untuk meminta bantuannya dalam memfotokan mereka bertiga dengan Charlotte yang berdiri di tengah tengah antara Vincent dan juga sylvia.
Dan ckrekkk,sebuah foto yang sangat indah,sebuah keluarga lengkap yang dinanti nanti, terabadikan untuk selamanya ke dalam jepretan foto,dan itu akan selalu menjadi foto terbaik yang pernah Charlotte miliki.
Di penghujung waktu,mereka bertiga sudah mengelilingi seluruh kawasan Monas dengan menaiki kereta kuda, menikmati es krim dan juga permen kapas,dan yang paling indah adalah berfoto bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments