BAB 7

Dalam keheningan malam dan kesendiriannya,Sylvia berpikir apa yang akan terjadi jika Vincent mengetahui bahwa ia telah menjadi seorang ayah? apakah Vincent mau menerima anak yang dilahirkan dari wanita yang telah ia tinggalkan begitu saja?apakah Vincent mau bertanggung jawab atas kebutuhan anaknya?dan yang paling penting akankah Vincent mau kembali bersamanya untuk bersama sama dalam membesarkan buah hati mereka?

Entahlah, sylvia sendiri pun tidak bisa mengetahui apa yang terjadi pada kehidupannya dan juga Putri kecilnya,ia hanya ingin semuanya bisa terselesaikan dengan baik dan hidup tanpa ada beban yang selalu mengusik ketenangannya.

Di saat sylvia tengah tenggelam dalam pikirannya,tiba tiba ia dikejutkan oleh suara misterius dari belakang dirinya.Merasa penasaran dengan suara tersebut, sylvia pun segera berbalik dan mencari sumber suara misterius tersebut.

Dan setelah mencari sumber suara tersebut, tampaklah seseorang laki laki yang saat ini tengah jatuh ke tanah dengan kesakitan yang terlihat jelas di wajahnya.

Sylvia tidak tahu siapa laki laki itu, karena ia hanya memegangi dadanya yang merasa sakit sembari menundukkan kepalanya.

"Hei apakah kau baik baik saja tuan?" tanya sylvia sembari menyentuh bahu laki laki itu dan membuat laki laki itu mendongakkan kepalanya untuk menatap Sylvia.

Dan alangkah terkejutnya diri Sylvia saat mengetahui siapa sosok laki-laki itu yang tak lain adalah Vincent.Melihat hal itu Sylvia pun segera menanyakan kondisi Vincent dan berniat untuk membantunya.

"Vincent? apa yang sudah terjadi kepadamu? apakah kau baik baik saja?" Tanya sylvia dengan cemas

"Pergi! tinggalkan aku sendiri!" ucap Vincent yang segera mengusir sylvia untuk segera menjauh dari dirinya

"Aku tidak mungkin pergi meninggalkanmu dalam kondisi kesakitan yang seperti ini." tolak sylvia

"Apakah kau tidak mengerti bahwa aku sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu!" ucap Vincent dengan kasar

"Terserah jika kau tidak membutuhkan bantuanku, tapi aku akan tetap membantumu." ucap sylvia yang membantu Vincent untuk bisa berdiri

"Kau memang gadis yang benar benar keras kepala." ucap Vincent

"Ini bukan waktunya bagimu untuk mengejek diriku, sekarang ayo cepat beritahu aku dimana kamarmu?kau tidak boleh keluar dalam kondisi yang seperti ini." ucap sylvia

"Kamarku berada tepat di sebelah kamar mu." ucap Vincent yang sontak membuat sylvia terdiam ketika mengetahui bahwa kamarnya dan juga kamar Vincent berdampingan.

"Baiklah akan kubawa kau kesana." ucap sylvia yang segera memapah Vincent dan bergegas menuju ke kamarnya.

Sesampainya di kamar, sylvia segera membaringkan tubuh Vincent ke kasur dan lekas mencarikan obat pereda sakit untuk meredakan penyakitnya.

"Dimana tempat penyimpanan obatnya?kau harus segera minum obat." tanya sylvia

"Kau tidak perlu melakukan hal itu, pergilah dari sini dan aku bisa mengurus diriku sendiri." ucap Vincent

"Jika kau tidak mau memberitahuku tidak masalah, akan kucari sendiri obatnya untukmu." ucap sylvia yang langsung membuka semua lemari dan laci untuk menemukan obat pereda sakit untuk Vincent.

Terharu, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa dirasakan oleh Vincent saat ini kepada sylvia yang begitu kuat menghadapinya.

Setelah beberapa saat mencari akhirnya sylvia pun berhasil menemukan tempat penyimpanan obat dan lekas memberikan sebutir obat itu kepada Vincent agar bisa ia minum.

"Minumlah obat ini dan segeralah beristirahat." ucap sylvia

"Terima kasih" ucap Vincent saat menerima sebutir obat dan segelas air putih dari sylvia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!