Setelah cukup lama berpikir dan merenung, Vincent pun keluar dari dalam mobil dan mulai masuk ke dalam rumah sylvia dengan mantap.
Ia segera mengetuk pintu rumah sylvia setelah merapikan pakaian dan membawa oleh oleh pizza di tangannya dengan benar.
Tak butuh waktu lama setelah Vincent mengetuk pintu rumah sylvia,pintu itu pun akhirnya terbuka dan segera Vincent bisa melihat seorang laki laki setengah tua keluar dari rumah sylvia untuk membukakan pintu untuknya.
Pandangan laki laki setengah tua yang melihatnya dengan tatapan tajam dan penuh menyelidiki membuat Vincent merasa sangat yakin bahwa laki laki itu tak lain adalah ayah sylvia.
Mengetahui hal itu Vincent pun segera bersikap sangat sopan kepada ayah sylvia untuk memberikan kesan yang baik pada saat pertemuan pertama mereka.
"Selamat pagi" sapa Vincent
"Selamat pagi,kau pasti adalah tuan muda Vincent bukan?" ucap ayah sylvia sembari menebak bahwa laki laki yang tengah berdiri di hadapannya tak lain adalah orang yang putrinya bicarakan.
"Dugaan anda memang sangat benar pak, Perkenalkan nama saya Vincent Anderson, sepertinya nona sylvia sudah bercerita mengenai diriku kepada anda." ucap Vincent yang masih bersikap sopan dan formal
"Tidak perlu terlalu bersikap formal kepadaku nak,aku tahu betul siapa kau di dalam kehidupan putriku dan juga putrinya." ucap ayah sylvia
"Terima kasih atas kebaikannya pak kalau begitu mulai sekarang aku tidak akan segan segan lagi untuk memanggil anda dengan sebutan ayah." ucap Vincent yang mulai bersikap santai.
"Tentu, mari kita mengobrol ke dalam." ajak ayah sylvia kepada Vincent untuk segera masuk ke dalam rumah
Dan setelah keduanya telah memasuki ruang keluarga dan duduk di sofa yang tersedia, Vincent pun mulai meminta maaf kepada ayah sylvia atas kesalahan yang telah dilakukannya selama ini kepada sylvia sekaligus memberitahu tujuan utama ia datang kemari.
"Saya tahu niat nak Vincent baik dengan meminta maaf dan ingin menebus semua kesalahan nak Vincent,tapi sebagai seorang ayah, jujur ayah memang masih terasa sangat berat untuk bisa memaafkan kesalahan nak Vincent, saat ini Ayah hanya bisa memasrahkan semuanya kepada sylvia.Jika sylvia bersedia untuk memaafkan kesalahan nak Vincent,maka ayah juga akan memaafkan kesalahan nak Vincent."ucap ayah sylvia
"Vincent akan berusaha untuk mendapatkan permintaan maaf dari sylvia, ayah." ucap Vincent bersungguh sungguh
"Baiklah kalau begitu ayah akan memanggil sylvia dan Charlotte untuk segera bertemu,nak Vincent mohon tunggu sebentar." ucap ayah sylvia yang segera pergi ke belakang untuk memanggil sylvia dan juga Charlotte
"Dia sudah datang sylvia!kau ajaklah Charlotte keluar untuk menemuinya." ucap ayah sylvia sembari tersenyum
Itu dia! sylvia merasakan detak jantungnya berdebar kencang ketika momen untuk mempertemukan putrinya dengan ayah kandungnya telah tiba.
Sembari menggandeng tangan Charlotte, sylvia pun segera bergegas menuju ke ruang tamu.Melihat seorang laki laki tampan yang tengah duduk di sofa membuat Charlotte merasa sangat bahagia.
Charlotte menganggap bahwa laki laki itu akan menjadi pasangan yang sempurna untuk ibunya begitu juga ayah yang sempurna untuk dirinya.
Tanpa merasa malu seperti anak kecil kebanyakan, dengan polosnya Charlotte bertanya kepada sylvia, apakah laki laki itu mau untuk menjadi ayahnya?dan membuat pertanyaan itu sampai terdengar oleh telinga Vincent.
Mendengar pertanyaan sekaligus suara manis itu membuat Vincent merasa sangat senang ketika ia dapat mengetahui bahwa putrinya ingin memiliki ayah sepertinya dan ya, putrinya benar benar terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments