BAB 3

Ia belum pernah memikirkan sylvia dalam lima tahun terakhir,aneh bukan,ia harus mengerahkan seluruh usahanya untuk tidak memikirkan sylvia.

Rambut sylvia yang panjang, tubuhnya yang seksi dan kecantikannya yang membuatnya terpana dengan gadis itu.

Mustahil, Vincent menyadari saat ini ia tengah memikirkan sylvia.Hatinya kalut dan berusaha untuk meyakinkan dirinya lagi bahwa ia tidak boleh melakukan hal seperti ini lagi.

Ia telah membuat keputusan untuk meninggalkan gadis itu dan sekarang ia harus hidup dengan keputusan yang diambil nya sendiri.

Tak berapa lama kemudian pesawat yang dinanti oleh Vincent pun akhirnya mendarat dan mulai mendekati area parkir.

Vincent membenarkan posisi berdirinya dan ia pun mengangkat wajahnya dengan angkuh.

Sylvia menyisir rambutnya dengan tangannya begitu keluar dari dalam pesawat ke lapangan lepas landas yang saat ini tengah berangin.

Sylvia sudah cukup mengalami patah hati dan sekarang saatnya ia harus bersikap realistis dan tenang.

"Dia ada disini, sylvia." Ucap Joe saat tak sengaja melihat kehadiran Vincent

"Aku tahu" ucap sylvia sekilas

Dengan penuh usaha Sylvia mengalihkan dirinya agar tidak menatap Vincent,namun sepertinya usahanya itu terlihat sia sia ketika kakinya tiba tiba melangkah untuk menghampiri Vincent.

Sylvia berhenti agak jauh dari Vincent,merasa bodoh yang sepertinya bisa terlihat jelas oleh Vincent.

Seperti biasa,bahkan dari kaca mata hitam yang dikenakannya agar tidak bertatapan secara langsung dengan Vincent, sylvia bisa melihat tatapan mata Vincent yang melihatnya dengan tajam dan hampir membuat lututnya merasa lemas.

"Itu hanya tatapan biasa, sylvia.Kuatkan dirimu" ucap sylvia dalam hatinya

Sylvia mengangkat wajahnya.tatapan datar Vincent terus menahan sylvia dengan cukup lama sehingga sylvia bisa melihat garis garis keangkuhan di wajah Vincent, kecanggungan yang dirasakan di dalam diri Vincent lalu tanpa menyapa ataupun ragu, Vincent pun mengalihkan pandangannya dari sylvia dan menyapa rombongan model yang akan tampil untuk acara yang diadakan oleh perusahaan Vincent.

Cuaca sangat berangin hari ini, membuat udara terasa dingin meskipun matahari tengah bersinar dengan teriknya.Sylvia tidak pernah mengaitkan Vincent dengan apapun,tidak hingga Vincent telah pergi berkilo kilo meter jauhnya,dan ketika sylvia sangat membutuhkan kehadirannya, Vincent terasa sangat jauh untuk ia jangkau.

Orang orang rombongannya mulai masuk ke dalam Van dan sylvia melihat saat Vincent menuju ke mobil sport mewah pribadinya.Vincent tidak mempedulikan kehadiran sylvia dan ia bahkan tidak mau repot repot untuk menoleh ke belakang,dan itu membuat sylvia merasa terpuruk.

"Ayo kita pergi sylvia,yang lain sudah menunggu kita masuk ke dalam Van" ucap sesosok laki laki dari belakang nya

Sylvia berbalik dan melihat Michael Chandler yang selalu telah menjadi bosnya.Sylvia mengangguk dan lekas masuk ke dalam Van bersama dengan yang lain.

"Ya tentu"

Sylvia masuk ke dalam Van itu, berjalan ke bagian tengah dan duduk di sebelah Joe.Ia membuka sedikit jendela Van dan melihat mobil van itu perlahan mulai berjalan pergi dan menyisakan keheningan, sementara mobil van itu mengarah ke sebuah jalan yang entah itu akan membawanya kemana.

Ketika sylvia memutuskan untuk datang ke London untuk pertunjukan fashion show peluncuran gaun dan perhiasan milik Vincent,ia meyakinkan dirinya sendiri agar tidak membiarkan Vincent kembali mengusik kehidupannya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!