BAB 4

Sylvia memejamkan matanya dengan erat saat keteguhan hatinya berubah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.Pertama kali sylvia bertemu dengan Vincent,laki laki itu sudah membuatnya terbuai, tidak berarti bahwa perjalanannya ke London akan kembali membuatnya terbuai dengan sosok Vincent.Mobil van itu melaju di jalan yang mulus menuju ke pusat kota London yang ramai.Sylvia menghadapkan tubuhnya ke Joe teman baiknya.

"Apakah kau sudah diberitahu dimana kita akan tinggal?" tanya sylvia

Joe tersenyum melihat antusiasme sylvia.

"Aku sudah diberitahu bahwa kita akan tinggal di rumah pribadi pewaris bisnis nomor satu di London, sebagai tamu kehormatan pewaris." jawab Joe

"Ah begitu rupanya" ucap sylvia dan kembali bersandar ke kursinya.

Sylvia kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela dan melihat bahwa mereka telah memasuki kawasan rumah pribadi pewaris nomor satu di London.

Dari kejauhan Sylvia bisa melihat sebuah rumah mewah nan megah layaknya sebuah istana dengan sebagian besar bangunan terbuat dari kaca dan marmer.

tak jauh dari rumah itu juga terdapat jajaran pohon Cemara dengan taman bunga tulip dan lili yang indah dan membuat Sylvia Merasa sangat takjub dengan pemandangan luar biasa itu.

Mobil van berhenti di halaman dan mendadak semua penumpang yang ada di dalam mobil van tersebut berhamburan keluar dengan rasa terkesan.

Sylvia keluar paling akhir dari rombongannya dan langsung berdiri di halaman rumah dan memandang sekeliling dengan takjub dan hati hati.

"Bukankah ini sangat indah bukan?" ucap Joe yang sudah berdiri di samping sylvia

Sylvia tersenyum dan membenarkan penilaian Joe.

"Ini memang sangat indah" ucap sylvia

Tak beberapa lama kemudian sylvia melihat kedatangan Vincent yang menghampiri rombongan mereka sekaligus menyapa kedatangan mereka,baru saja sylvia melihat keberadaan Vincent, tiba tiba ia dikejutkan oleh kedatangan pelayan Vincent yang menyambut kedatangannya.

"Selamat datang di rumah pribadi tuan muda kami,semoga hari anda menyenangkan dengan tinggal disini." sapa pelayan itu

"Jangan takut sylvia,dia adalah pelayan rumahku dan dia akan mengantar kalian semua ke kamar." ucap Vincent yang seketika langsung membuat badan sylvia menjadi kaku saat mendengar suara Vincent yang begitu formal seperti orang asing.

Sylvia berbalik dan berdiri di belakang Joe dengan sedikit rasa takut untuk berhadapan dengan Vincent.

"Halo Joe, senang rasanya bisa melihatmu lagi." sapa Vincent

"Ya aku juga" jawab Joe yang juga ikut merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh sylvia.

"Halo sylvia" sapa Vincent pada sylvia dari balik tubuh Joe

"Halo Vincent" ucap sylvia yang saat ini tangannya merasa dingin dan gugup dengan sapaan Vincent.

"Maafkan aku semuanya,aku tidak bisa mengantar kalian semua ke dalam,ada pekerjaan mendesak yang harus segera ku selesaikan.Kuharap kalian betah tinggal disini." ucap Vincent sebelum kepergiannya meninggalkan tamunya.

Setelah melihat kepergian Vincent, sylvia,Joe dan semua rombongan yang lain pun segera dibawa masuk ke dalam rumah.Begitu sylvia masuk ke dalam rumah,ia merasa sangat terkejut dengan kemewahan kamarnya.Ranjang yang besar, kamar yang cukup untuk tiga orang dan beberapa perabotan mewah yang mengisi sebagian kamar.

Ini adalah wilayah kekuasaan Vincent, tempatnya,masa depannya dan juga takdirnya.Tanpa sengaja sylvia mengerti bahwa ia masih belum mengenal Vincent dengan cukup baik,dulu Vincent hanyalah seorang laki laki biasa yang bekerja sebagai pebisnis dan sekarang ia baru mengetahui bahwa Vincent saat ini adalah orang yang sangat berpengaruh di London.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!