BAB 13

"Apa gunanya menjadi seorang model jika itu bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan mu." ucap Vincent yang terdengar seolah olah peduli dengan dirinya

Sylvia terdiam mendengar ucapan Vincent,ia diam diam mengerti jika sekarang dirinya harus mematuhi saran baik yang diberikan oleh Vincent.Dia adalah orang pertama paling berpengaruh di London.

Dengan sekali panggilan dan tepuk tangan darinya, seorang pelayan datang membawa troli berisi beberapa macam makanan seperti steak daging sapi,salad buah dan cocktail yang segera ia hidangkan ke atas meja.

"Aku masih ingat kalau kau sangat menyukai steak daging sapi dengan tingkat kematangan penuh,dan sekarang kau bisa memakan makanan kesukaan mu kembali sylvia." ucap Vincent yang membuat kenangan masa lalu mereka kembali berputar di kepala Vincent,ia ingat saat memasak daging sapi di dapur sylvia, berdua saja,dan saling bermesraan bersama.

Apakah sylvia ingat? apakah kenangan itu telah sylvia anggap berharga sebagaimana itu sangat berharga bagi Vincent?

Mereka makan dalam diam untuk waktu yang lama dan sylvia mendapatkan kembali nafsu makan nya saat melihat makanan favorit nya.

Perjalanan pesawat terbang dari London menuju ke Jakarta hampir memakan waktu 16 jam lamanya dan itu benar benar sangat menguras tenaga sylvia.

Sylvia menyandarkan tubuhnya ke kursi dan membiarkan pandangannya melihat ke arah luar jendela pesawat, Sungguh melelahkan, sylvia berpikir dengan letih bagaimana hidupnya bisa berubah drastis.

Sulit untuk menggambarkan bahwa Vincent adalah ayah dari putri kandungnya.Kegalauan melanda sylvia dari dalam,di satu sisi ia tidak bisa melupakan perbuatan buruk yang Vincent lakukan kepadanya dan di satu sisi ia masih ingin bersama Vincent.

Pikiran sylvia yang menumpuk tanpa sadar telah membuatnya mengantuk dan jatuh tertidur dan Vincent yang melihatnya diam diam berpindah kursi untuk duduk di samping sylvia dan menyandarkan kepala sylvia yang semula menempel di kaca jendela, menjadi berpindah ke bahunya.

Di luar langit cerah biru pelan pelan di gantikan oleh langit hitam yang gelap dan hanya diterangi dengan cahaya bulan dan beberapa bintang yang tersebar di langit malam.

Tanpa sadar oleh diri mereka berdua, Vincent dan sylvia sama sama terlelap dalam tidur mereka dengan kepala yang saling menyandarkan satu sama lain.

Keesokan harinya saat pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta, sylvia merasakan pegal menusuk tulang nya,begitu juga dengan Vincent,Sylvia bertanya tanya apakah penyakit jantung yang diderita oleh Vincent kambuh lagi saat perjalanan nya menuju ke Indonesia ini?

Mereka bahkan tidak bicara saat sama sama memergoki diri mereka sendiri yang tidur di kursi secara berdampingan dan tahu tahu bangun dalam keadaan berpelukan.

Berkat rencananya kemarin saat mengejar kepergian sylvia ke bandara, perjalanan Vincent ke Indonesia menjadi lebih mudah berkat bantuan asisten pribadinya.

Setelah sampai di jakarta, asisten Vincent telah mengatur mobil Lamborghini untuk digunakan oleh tuan mudanya begitu juga hotel tempat Vincent menginap.

Setelah membukakan pintu mobil untuk sylvia dan membiarkannya masuk, Vincent pun segera mengantar sylvia pulang ke rumahnya setelah bertanya mengenai alamat rumahnya dan petunjuk jalan darinya.

"Oh ya aku belum sempat menanyakan hal ini kepadamu sylvia,selama kau pergi ke London,maka siapa yang yang menjaga Charlotte saat ini?" tanya Vincent

"Aku telah menitipkan Charlotte kepada ayah,dia juga memutuskan untuk tinggal bersamaku saat ia mengetahui bahwa aku tengah hamil." ucap sylvia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!