BAB 8

Beberapa saat setelah Vincent tidak merasakan sakitnya lagi, sylvia pun kembali menanyakan kondisi Vincent.

"Bagaimana rasanya sekarang apakah sudah lebih baik?" tanya sylvia

"ya berkat kau" ucap Vincent

"Apakah selama ini penyakit mu selalu kambuh di saat yang tidak terduga Vincent?" tanya sylvia

"Ya dan aku sudah terbiasa dengan ini." ucap Vincent

"Mengapa kau tidak mau merepotkan aku Vincent?kau tahu kau tidak bisa melewati ini semua sendirian." ucap sylvia yang membuat Vincent merasa terpojok

"Apa yang kurasakan tidak ada hubungannya dengan mu sylvia,aku tidak ingin melibatkan orang luar itu saja.Kita sudah tidak memiliki hubungan apa apa,jalani hidupmu sendiri dan jangan pedulikan aku.Aku tahu apa yang harus kulakukan,dan jika tidak ada yang perlu kau lakukan disini, tolong pergilah." ucap Vincent

"Aku akan segera pergi Vincent,tapi bisakah kau meluangkan waktumu sebentar?ada sesuatu yang ingin ku beritahukan kepada mu!ini penting dan kau harus tahu." ucap sylvia

"Aku tidak punya waktu" ucap Vincent

"Bagaimana dengan besok?" tanya sylvia

"Sylvia, harus berapa kali kukatakan padamu bahwa aku tidak ingin berhubungan lagi dengan mu? aku tidak ingin mengobrol ataupun mendengarkan apa yang ingin kau katakan padaku,apakah kau tidak bisa mengerti?" hardik Vincent yang hampir membuat sylvia menangis

"Bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti ini setelah apa yang telah kau lakukan kepadaku lima tahun lalu Vincent?oke aku mengerti bahwa kau tidak mau aku berhubungan lagi denganmu,namun apakah kau tahu apa yang sudah terjadi kepadaku lima tahun lalu saat kau meninggalkan aku tanpa alasan dan kabar sedikit pun, Vincent?aku hampir gila dengan apa yang sudah kau lakukan kepadaku! dengan bodoh aku mencari kesana kemari hanya untuk bisa menemukan informasi mengenai keberadaan mu.Dan sekarang setelah aku menemukanmu, inikah yang kau lakukan kepadaku?" tangis sylvia yang sudah tidak bisa menahan gejolak perasaannya.

Astaga, Vincent merasa tertampar oleh kata kata sylvia yang begitu peduli dengan dirinya dan mati matian berusaha mencari tahu akan keberadaannya.

Cukup adilkah dirinya memperlakukan wanita yang benar benar tulus mencintainya dengan sangat buruk?namun apa yang bisa ia lakukan? semua yang dilakukan saat ini juga demi wanita itu,ia hanya tidak ingin sylvia menderita dengan penyakit yang kekasihnya derita.

"Aku akan menunggumu besok di taman setelah penampilan fashion show ku,aku harap kau akan datang." ucap sylvia dan beranjak pergi meninggalkan Vincent

Setelah kepergian sylvia, Vincent kembali dilanda dilema.Apa yang harus ia lakukan sekarang?ia sudah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan wanita itu namun takdir malah mempertemukan mereka kembali.

Sementara itu di dalam kamarnya, sylvia mendapatkan telepon dari ayahnya yang mengatakan bahwa Charlotte saat ini sedang sakit dan sangat membutuhkan kehadirannya.

Mengetahui hal itu sylvia pun memutuskan untuk segera kembali besok ke Indonesia setelah pertunjukan fashion show nya dan juga pertemuannya dengan Vincent.

Semenjak ditinggalkan oleh Vincent di Swiss, sylvia membawa serta ayah dan putrinya pindah ke Indonesia.Menurut sylvia, Indonesia memiliki tempat yang sesuai untuk tinggal dan melupakan masa lalu.

"Aku harap besok kau mau menemuiku Vincent." ucap sylvia yang diam diam berharap saat selesai mengakhiri panggilan telepon nya dengan ayahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!