BAB 12

"Aku lihat apa yang kulakukan padamu tadi sangat membuatmu merasa kesal kepadaku, sylvia." ucap Vincent yang memulai percakapan

"Bagaimana aku tidak merasa kesal?kau mengganti pesawat yang seharusnya membawaku pulang ke Indonesia.Aku pikir kau tidak mau menemuiku!" ucap sylvia lantang

"Aku benar benar minta maaf jika semua tindakanku ini telah membuat mu merasa kesal padaku, sylvia...aku bertindak bodoh karena tidak mau memberimu kesempatan untuk bertemu denganku dan menyampaikan apa yang ingin kau sampaikan kepadaku.Untung saja aku cepat menyadarinya setelah aku membaca isi surat yang kau tulis untukku." ucap Vincent yang kali ini benar benar serius

"Aku tidak ingin mendapat rasa minta maaf atau penyesalan mu Vincent,aku hanya ingin memberitahu apa yang seharusnya kau ketahui." ucap sylvia

"Siapa nama anakku, sylvia?" tanya Vincent yang mengejutkan sylvia sekaligus meluluhkan hatinya

"Charlotte,ia berusia empat tahun." jawab sylvia

"Charlotte,dia pasti tumbuh menjadi anak yang sangat lucu dan cantik sepertimu." ucap Vincent yang berangan angan memikirkan wajah putrinya

"Dia memang sangat lucu dan cantik,kau bisa bertemu dengannya jika kau ingin." ucap sylvia

"Itulah yang saat ini sedang kulakukan." jawab Vincent

"Memangnya apa yang sedang kau lakukan?" tanya sylvia tak mengerti

"Aku ingin ikut denganmu ke Indonesia untuk menemui putriku,aku ingin dia tahu siapa ayah kandungnya." ucap Vincent senang

"Aku pikir kau tidak mau dengan anak anak?" ucap sylvia asal bicara

"Dia anakku,darah dagingku,dan separuh hidupku,aku tidak mungkin tega menelantarkannya hanya karena permasalahan yang terjadi di antara kita berdua." ucap Vincent

"Kau bicara seolah olah apa yang terjadi di antara kita berdua itu adalah salah besar." ucap sylvia

"Aku tidak bermaksud begitu sylvia,aku sadar dengan kesalahan yang kulakukan,tapi bisakah kau membiarkan apa yang sudah terjadi menjadi angin lalu, sylvia?aku ingin kita bersama sama merawat Charlotte." usul Vincent

"Kau masih belum merasakan apa yang aku rasakan lima tahun lalu Vincent,aku mungkin mau untuk mengalah dan memberimu kesempatan untuk mengenal putri kandungmu,tapi aku masih belum sepenuhnya bisa percaya kepadamu.Aku takut jika kau akan melakukan kesalahan yang sama lagi." ucap sylvia emosional dan tanpa ekspresi

Melihat penderitaan yang dirasakan oleh sylvia membuat hati Vincent menjadi sedih,ia pun segera mengambil kedua tangan sylvia dan menggenggam nya dengan erat oleh kedua tangannya.

"Lepaskan tanganku Vincent" ucap sylvia dengan tegas namun sama sekali tidak dipedulikan oleh Vincent,ia justru semakin menggenggam erat tangan sylvia namun tidak sampai menyakitinya.

"Sylvia,aku tidak akan pernah menyakitimu lagi,aku tahu dan sadar akan penilaian mu kepadaku saat ini,namun kau akan segera tahu bahwa aku telah berubah.Aku akan berubah agar tidak menjadi laki laki brengsek yang pernah kau kenal dan temui." bujuk Vincent

Sylvia mengangguk, hatinya pelan pelan mengiyakan.Ia rasa seharusnya ia harus memberikan Vincent satu kesempatan terlepas dari cara Vincent mencampakkannya dulu.Ia yakin bahwa Vincent takkan mengecewakannya lagi terlebih lagi untuk Charlotte.

"Baiklah kalau begitu sekarang lebih baik kau mengisi perutmu dengan beberapa makanan,aku yakin kau pasti lapar karena telah menungguku di taman tadi." ucap Vincent

"Aku sudah terbiasa dengan kebiasaan ku yang selalu terlambat makan, apa kau sudah lupa bahwa aku ini seorang model?Kami dituntut untuk selalu menjaga bentuk tubuh kami." ucap sylvia dengan kecut

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!