Mereka bertiga sampai di sebuah desa dengan keberadaannya sederhana, ini adalah desa ketiga yang mereka datangi, untuk dua sebelumnya itu telah hancur seperti seorang membakarnya.
Para penduduk terlihat waspada sembari mencondongkan tombak mereka, itu bukan sesuatu yang dibuat dengan baik, hanya sebuah bambu yang di depannya diberikan batu runcing.
Melihat bagaimana Vesta menunjukkan kalung jam di tangannya, membuat semua orang terdiam.
"Kami menemukan ini di jalan, mungkin apa kalian mengenalnya?"
Mereka mengangguk dan juga memberikan jalan, beberapa jatuh dalam keputusasaan dan sisanya seolah kebingungan sampai satu orang menjelaskan.
"Ini milik pria yang kami minta untuk mencari bantuan agar desa ini terselamatkan, jika ia sudah mati maka kelompok yang dibawanya juga kemungkinan begitu."
Satu pria memegangi bahu Yujin.
"Kau petualang kan, bantu kami... kami dalam bahaya, kami semua tidak mau mati."
"Hey tenanglah."
Pria itu diseret pria lainnya untuk menjauh, pria sebelumnya menjelaskan.
"Sebenarnya di sekitar sini sudah menjadi sarang Monster, beberapa desa sudah dihancurkan oleh mereka dan sekarang kemungkinan desa ini juga."
"Monster seperti apa yang kalian lawan?" tanya Liliana.
"Para bandit... aku ragu menyebut mereka manusia, mereka menghancurkan desa-desa, memperkosa seluruh wanitanya dan merampas apapun yang mereka temukan... terkadang para wanita lebih memilih bunuh diri dengan menyayat leher mereka sendiri."
"Kamu begitu tahu banyak?" tanya Yujin.
"Aku satu-satunya orang yang selamat dari serangan desa sebelumnya."
Tepat saat matahari akan terbenam Liliana mengendus ke atas langit.
"Mereka sudah datang, Owh... mereka menggunakan bubuk hitam kah, sekarang bagaimana Yujin?"
"Bunuh saja semuanya, sebaiknya kalian semua tetap bersembunyi termasuk Anda dewi."
"Aku ingin membantu."
"Ini bukan sesuatu yang bisa dilihat oleh dewi."
Walau enggan Vesta memilih ikut bersama para penduduk dan menyerahkan hal ini pada keduanya.
"Kuharap kamu sudah terbiasa membunuh manusia Liliana."
"Memangnya kamu pikir aku ini apa, aku naga bencana mencabik-cabik daging mereka merupakan pekerjaanku."
Dari atas bukit beberapa gerobak telah bermunculan, masing-masing dari mereka ditarik dan di dorong oleh beberapa orang juga, tentu itu bukan hanya sekedar gerobak melainkan sebuah meriam yang siap ditembakkan kapanpun.
Salah satu pria gemuk berjenggot tertawa dengan paha ayam di tangannya.
"Hahaha ini akan menjadi desa berikutnya yang akan kita hancurkan, kusarankan kalian berhenti melawan."
"Lihat di sana bos, ada dua orang yang berdiri di depan kita."
"Mereka mau melawan kita, habisi saja, kita ada 50 orang dua orang tidak akan merubah apapun," katanya menggigit paha.
Mereka menyalakan sumbu dan bola-bola meriam ditembakan. Yujin berjalan lebih dulu untuk memotongnya setipis kertas hingga meledak di sampingnya ketika asap mengepul keduanya menerjang maju.
"Apa yang kalian lakukan, cepat serang!"
Boom, Boom, Boom!
"Ini menyenangkan."
Ketika mereka ingin menyalakan kembali, meriam itu hancur dengan sebuah bola api yang dilemparkan dari tangan Liliana.
"Sial."
Dari serangan jauh mereka beralih ke serangan dekat, Yujin dan Liliana menjaga jarak.
Yujin mengayunkan pedangnya empat kepala dari orang yang menyerangnya terbelah sejajar dengan matanya, mereka tumbang dengan cairan otak yang menggenang di bawah kakinya.
Orang-orang terdiam tapi ini bukan akhir dari pertempuran ini, Yujin telah bergerak kembali dengan gerakan cepat.
Satu orang terdiam saat dia melewatinya.
"A-aku masih..."
Sebelum dia melanjutkan perkataannya, tubuhnya dari pinggang telah terpotong. Di susul satu orang lagi, lagi dan lagi.
"Apa-apaan ini, si-siapa sebenarnya dia?"
Yujin menembuskan pedangnya lalu menendang korbannya menjauh. Bagi mereka penggambaran Yujin lebih seperti sosok gelap yang hanya tahu cara membunuh.
Benar, dia adalah.
"Malaikat maut."
Srak.
Enam tangan terbang ke udara sedangkan Yujin hanya menatap datar dengan darah terciprat di wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
Hem....
2023-06-04
0