Di antara deretan pepohonan seorang pria dengan rambut pirang panjang serta menggunakan jaket putih tampak sedang bersandar di pohon, tak lama beberapa pria berjubah muncul di depannya.
"Kenapa kalian kembali?"
"Beberapa orang dari kita tiba-tiba menghilang."
"Heh, apa ada yang mencoba mengganggu rencana kita... kita harus membunuh ratu kemudian menggantinya dengan boneka yang akan aku buat, dengan begitu akan lebih mudah membuat peperangan di dunia ini."
"Apa yang harus kami lakukan sekarang uskup agung Bernius."
"Kalian mundur saja, lebih baik akan kuhancurkan semuanya termasuk desanya sendirian."
"Dimengerti."
Yujin dan Liliana telah kembali ke kedai dan duduk di meja bersama putri dan Vesta kembali.
"Sudah beres?"
"Lega sekali, ngomong-ngomong anunya Yujin sangat besar, mungkin kalian ingin melihatnya juga."
"A-apa yang kamu katakan Liliana, tidak baik mengatakan hal itu... lebih dari itu di meja makan."
"Tapi kamu ingin lihat."
"Tidak, aku tidak ingin lihat."
Vesta menutupi wajahnya dengan jari tangan walaupun beberapa celah terbuka, untuk Yujin dia tidak menanggapi lelucon yang sedikit liar tersebut dan hanya mengambil makanan di depannya, tingkahnya memang selalu menghancurkan suasana apapun di sekelilingnya.
Untuk Roroa dia menunjukkan wajah jijik, paling tidak dia yang normal.
"Jadi Roroa orang-orang seperti apa yang telah menyerangmu?"
"Aku tidak terlalu jelas yang aku ingat mereka mengenakan jubah saja."
"Mereka kuat?"
"Sangat kuat... mereka sangat piawai bertarung, pasukanku sangat kewalahan saat berhadapan dengan mereka hingga kusir membawaku untuk meloloskan diri."
"Dia cepat tanggap, lalu sekarang ia di mana?"
"Aku pikir sedang mengurus perbekalan."
Tak lama kemudian orang yang dimaksud telah muncul, ia berpenampilan seperti sebelumnya rapih dan elegan.
"Yang mulia maaf telah membuat Anda menunggu, aku juga sudah menyiapkan kamar Anda. Kalau sudah selesai di sini silahkan Anda untuk..."
Sebelum dia dapat menyelesaikan perkataannya pedang Yujin telah menembus jantungnya.
Semua orang terdiam bahkan untuk Vesta sendiri.
"Apa yang kamu lakukan Yujin?"
"Dia bukan kusir milikmu, aku sudah memastikan keberadaannya sebelumnya dan ia sudah mati saat aku mencarinya, jadi siapa kau sebenarnya?"
"Haha kau benar-benar monster, aku suka ini... namaku Bernius Valentus, uskup agung penebusan dosa."
"Dari sekte itu lagi."
"Mungkinkah kau yang membunuh Zenos?"
Suaranya terdengar bersemangat.
"Bisa dibilang begitu lalu kenapa kau masih hidup walau jantungmu ditusuk?"
"Ini salah satu kemampuanku lagipula yang kau lawan sekarang hanya sebuah tanah liat."
"Jadi begitu, kau memasukan tanah ke jasadnya lalu mengendalikannya dari jauh."
"Mengejutkan sekali kau langsung mengetahuinya."
"Aku masih merasakan sensasi menembus daging."
"Cukup menarik."
Yujin memberikan isyarat mata untuk semua orang keluar secara perlahan-lahan, Vesta dan Liliana sedikit demi sedikit membawa Roroa untuk keluar.
"Aku tidak suka Zenos, dia selalu bilang topeng adalah seni, bukannya itu sangat salah... menurutku seni itu harusnya sesuatu yang luar biasa yang hanya bisa dinikmati satu kali entah pertunjukannya ataupun orang yang melihatnya."
"Aku tidak tertarik dengan hal yang kau katakan."
"Dasar.... mungkin hanya aku yang tahu, biar aku katakan hal yang penting, SENI ITU ADALAH LEDAKAN!"
Tubuh yang ditusuk Yujin meledak dahsyat menenggelamkan dirinya bersamaan dengan kedainya dalam kobaran api besar.
"Yujin!" teriak Vesta yang hendak berlari namun segera dihentikan oleh Liliana. Roroa hanya terdiam membisu sampai sebuah tepuk tangan terdengar dari arah berlawanan.
"Bagus sekali, kurasa dia pasti akan mengerti bagaimana itu seni saat di akhirat nanti."
Liliana menunjukkan permusuhan terhadap orang tersebut, matanya berubah menjadi mata naga dengan mulut penuh gigi berjeruji.
"Kau?"
"Bernius Valentus telah datang.. aah, sebaiknya aku mulai pertunjukannya," katanya selagi meregangkan tangannya dan itu menjadi tanda ledakan yang terjadi dimana-mana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
pandai Thor bukan piawai.
mau pawai apa mau perang?
2023-06-05
0