Itu adalah sebuah arena mirip Colosseum yang kini telah dipenuhi penonton dan sorak sorai di sekitarnya, Yujin dan Vesta duduk di barisan depan saat dengan mudahnya Liliana mengalahkan setiap musuhnya hanya dengan satu pukulan.
Kini ia baru mengalahkan pria botak dengan mantel cerah.
"Bukannya lawannya terlalu mudah Yujin."
"Aku pikir Liliana yang terlalu kuat."
Selang beberapa waktu Liliana melawan seorang pemuda dengan ekor kera dan tongkat walau demikian dia berhasil mengalahkannya.
"Apa-apaan dengan wanita bertanduk itu, dia luar biasa."
"Ah, aku yakin dia bisa jadi juara."
Banyak suara-suara seperti itu yang terdengar namun kendati demikian mereka tidak tahu alasan sesungguhnya kenapa baik Yujin maupun Liliana berada di sana.
Selanjutnya lawan yang harus dihadapi Liliana adalah pemuda dengan topi jerami.
"Apa sesuatu mengganggumu?"
"Tidak juga hanya lawan yang dikalahkan Liliana mengingatkanku sesuatu."
"Kemungkinan kemiripan memang selalu terjadi."
Liliana dengan mulus telah mencapai final sementara lawan yang harus dihadapinya adalah seorang kesatria wanita lengkap dengan amor serta pedang di tangannya, ia adalah utusan kerajaan yang ditempatkan sebagai ujian terakhir.
Yujin pikir ini sudah waktunya Liliana menunjukkan pertunjukannya. Kesatria wanita terdiam saat dia mulai memberikan sebuah pernyataan.
"Aku datang ke sini bukan tertarik dengan apa yang dijanjikan oleh kerajaan ini, ada beberapa orang yang mencuri telur-telur naga ke wilayah ini, aku ingin sang raja untuk membantuku mengumpulkannya kembali."
Raja yang mendengarnya segera berdiri.
"Aku sudah tahu itu, tapi ini semua juga adalah kepentingan kami juga... aku sudah memerintahkan semua orang untuk merawat mereka yang nantinya akan menjadi senjata kerajaan ini untuk melawan raja iblis, sayangnya aku pikir aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu itu bahkan jika kau memenangkan pertarungan ini."
"Apa yang?"
Vesta mendesah pelan.
"Di luar dugaan raja sendiri yang menginginkannya, apa kita harus mengancamnya Yujin?"
Yujin memandang dengan sebelah mata.
"Apa boleh buat paling tidak kita tahu bahwa pencurian itu bukan dilakukan raja iblis."
Yujin melompat ke arena dengan katana di tangannya, itu menjadi sebuah pemandangan langka saat seseorang menerobos masuk tanpa diundang.
"Yujin?" panggil Liliana.
"Biar aku yang urus ini."
"Aku mengerti."
"Yang mulia raja apa Anda tahu jika ada mencuri telur-telur naga itu artinya Anda telah mencoba memulai peperangan melawan naga, bukan hanya raja iblis yang akan menyerang tempat ini akan tetapi Anda juga akan memiliki musuh baru, kami berbaik hati untuk Anda mengembalikan setiap telur atau mungkin hal itu yang akan membawa kehancuran pada kerajaan ini."
"Kau berani mengatakan itu padaku?"
Sang putri yang duduk di sebelah raja berusaha menenangkan ayahnya.
"Yang dikatakannya benar yang mulia, saya sudah mengatakan itu ide yang buruk."
"Tapi anakku ini adalah jalan satu-satunya agar kerajaan kita tidak dimusnahkan," bersamaan perkataan raja seorang pria dengan topeng muncul di dekatnya.
"Benar sekali, naga seharusnya hidup untuk melayani manusia, yang Anda lakukan sudah tepat."
"Yujin topeng itu."
"Ah, dia dalangnya."
"Sebaiknya kita tangkap dua orang itu, kemungkinan mereka adalah mata-mata pasukan raja iblis yang berusaha menghentikan proyek ini agar ras iblis tidak mengalami kekalahan."
"Jadi begitu, semua penjaga tangkap mereka semua dan masukan ke penjara."
"Mau melawan?"
"Biarkan saja mereka menangkap kita.. aku harus memikirkan sejenak kenapa hal seperti ini terjadi."
"Dimengerti."
Dengan suka rela keduanya telah dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
NiiNyann
Ada luffy nyasar
2023-05-17
0