"Jika aku berhasil mengalahkan raja iblis dari dunia ini maka hukumanku akan dicabut tapi Yujin bilang lebih baik untuk menjalani hidup yang sekarang saja."
"Terkadang tempat yang kamu inginkan bukan tempat yang terbaik," potong Yujin dan keduanya berfikir itu bukan perkataan yang begitu saja keluar dari mulutnya.
Liliana menambahkan.
"Tapi yang hebat adalah dirimu Yujin, kamu sangat tenang dan langsung bisa beradaptasi dengan dunia lain seharusnya kamu sedikit kesulitan tentang itu bukan?"
"Tidak juga, dari kecil aku sudah dilatih untuk beradaptasi dengan keadaan apapun, ketika umurku 5 tahun aku ditinggalkan di hutan dan hanya memiliki satu buah pedang untuk bertahan hidup."
Vesta dan Liliana terkejut seolah tidak mempercayainya.
"Seriusan?"
"Ah, sejak kecil aku merupakan seorang korban perang. Bahkan di dunia lain perang memang terjadi... sebagai salah satu anak korban, pemerintah menampung kami namun itu semua hanya kedok, akibat krisis kekurangan tentara kami dilatih sebagai mesin pembunuh, kami bahkan diberi obat-obatan yang akhirnya memiliki efek menghilangkan rasa sakit dan saat itu juga aku tidak merasakan makanan apapun yang aku makan... hal itu hanya berlangsung enam tahun, perang berakhir dengan memutuskan berdamai, dan aku yang hanya satu-satunya orang yang selamat diperbolehkan keluar dari militer dan hidup layaknya kebanyakan orang lainnya."
"Kamu memiliki pengalaman yang buruk, jika kamu tidak punya rasa sakit pasti semuanya menganggapmu monster."
"Tidak juga, orang yang merawatku adalah keluarga dari klan Tsubaki di sanalah aku diajarkan arti hidup dan bagaimana tentang hal-hal untuk membantu orang lain."
"Begitu, itulah kenapa kamu begitu kuat walaupun masih muda bahkan tidak memiliki sihir sedikit pun."
Vesta sedikit sedih setelah mendengarnya.
"Kekuatanku tidak akan cukup untuk mengembalikan kondisi Yujin, aku benar-benar sedih."
"Aku sudah terbiasa dengan ini, aku tidak keberatan."
Ketiganya meninggalkan kota setelah beberapa hari dengan berjalan melewati tebing jurang.
Liliana yang berjalan paling belakang mengeluh akan sesuatu.
"Bukannya kalian bisa menunggangiku untuk sampai ke wilayah raja iblis, hal ini melelahkan."
"Terkadang kamu akan melewatkan sesuatu jika hanya terbang di atasnya."
"Apa-apaan itu?"
Vesta tidak mengeluh dan hanya berjalan dengan ransel melekat di punggungnya, ransel tersebut memiliki kemampuan yang membuat bisa memasukan barang apapun dengan jumlah banyak tanpa memperberat dirinya, hampir saat mengenakannya seolah tidak ada apapun di dalamnya.
Di atas tebing terdapat satu-satunya pohon dengan rumput di bawahnya yang mereka gunakan sebagai tempat istirahat, Vesta mengeluarkan bekal mereka yang merupakan roti lapis dengan minuman dalam botol.
"Fuah, enak sekali... Dewi Vesta kamu yakin hanya akan menurutinya saja, dia ini hanya menjahili kita dengan hanya berjalan kaki, seharusnya naik di atasku lebih cepat."
"Aku hanya menurut saja pada Yujin... aku mungkin hanya beban di kelompok ini meski begitu aku ingin sedikit membantu Yujin walaupun jika itu tidak mempertanyakan keputusannya maupun mengeluh padanya."
Liliana memegangi kepalanya selagi berteriak.
"Kau terlalu baik, pada orang seperti ini... lihat bahkan aku tidak tahu dia orang seperti apa."
"Yujin bisa diandalkan."
"Terserahlah."
Yujin yang meminum teh mensiagakan pedangnya saat seorang muncul atau lebih tepatnya adalah zombie.
"Ini masih siang untuknya keluar, apa aku harus membakarnya dengan apiku," kata Liliana memamerkan bola api di telapak tangannya sementara Vesta telah berjalan menghampirinya.
"Dia menderita, sebaiknya aku mensucikannya."
Vesta meletakan kedua tangannya seolah seperti berdoa dan dalam sekejap lingkaran sihir muncul di bawah zombie tersebut lalu menghilang menyisakan pakaian serta sebuah kalung jam yang disembunyikannya sejak lama.
"Pria yang malang, dia diserang oleh kawanan perampok di sini dan gagal untuk memenuhi janjinya kembali ke rumahnya, aku akan mengembalikan benda ini, apa tidak masalah Yujin."
"Kita tidak terburu-buru."
"Apa boleh buat mari bergegas sebelum malam," balas Liliana demikian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
hemm....
2023-06-04
0