Dengan susah payah Vesta maupun Liliana menariknya bersama-sama sayangnya itu tetap tidak berhasil pada akhirnya menghancurkannya menjadi jalan satu-satunya.
Liliana memukul wajah Yujin hingga dia terlempar menabrak pohon, itu berhasil.
"Yujin?"
"Entah kenapa aku jadi agak sedikit plong."
Pukulan barusan jelas sekali memiliki maksud tersembunyi.
Ketiganya pergi ke guild untuk meminta bayaran, Yujin menegaskan bahwa naga bencana tidak akan mengganggu lagi kota ini ataupun sekitarnya karena dia sudah pergi lagi.
Alasannya sedikit meragukan meski begitu Dash memutuskan untuk mempercayainya, ia bahkan melirik ke arah sosok Liliana yang diam memperhatikan.
"Dia memiliki tanduk jangan bilang dia naganya?"
"Bukan, bukan, tanduk itu hanya penyamaran saja dia terlalu terobsesi dengan naga, apa kamu pikir naga bisa merubah wujudnya jadi manusia."
"Memang benar."
Alasan itu cukup bagus untuk lolis dari situasi ini, mereka mendapatkan 100 koin emas yang cukup untuk menghidupi kehidupan mereka.
Satu koin emas sama dengan 50 koin perak dan satu koin perak sama dengan 50 koin perunggu, penginapan satu koin perak sedangkan untuk makan 10 koin perunggu sudah lebih cukup.
Yujin membagi uang tersebut untuk tiga orang.
"Kalian yakin aku juga dapat bagian."
"Anggap saja biaya untuk pulang."
"Soal pulang aku memutuskan untuk tidak kembali sebelum menemukan telur-telur itu, dan juga aku pikir aku ingin bergabung dengan kelompok kalian."
Yujin langsung menolaknya.
"Kenapa?"
"Itu akan merepotkan."
"Aku bisa sangat membantu dan juga aku tidak keberatan menjadi pengikut Dewi Vesta."
Pandangan Vesta bersinar terang sampai menyilaukan mata Yujin sendiri.
"Aku mengerti dia bisa ikut."
"Yeah, jadi kemana kita sekarang?"
"Banyak hal yang kita perlukan yang jelas mari kita berbelanja."
Ketiganya tiba di sebuah padai besi yang menyediakan keperluan petualang.
"Yo, apa yang kalian butuhkan?" pria Dwarf adalah pemiliknya.
"Sepasang pakaian serta peralatan untuknya."
"Kau mengejekku anak muda, ini toko besi bukan toko pakaian. Apa kau mau membuatku marah?!"
Vesta maupun Liliana bersembunyi di belakang Yujin yang dengan sengaja menutupi telinganya akan teriakan tersebut.
"Beberapa orang merekomendasikan pakaian di sini jika kamu ingin kualitas baik tidak terhancurkan."
"Hahaha itu tidak salah."
Vesta menarik nafas lega.
"Aku sedikit terkejut."
"Maaf soal itu.... pakaianku dibandrol dari 10 koin emas apa kalian sanggup membayarnya?"
"Mustahil, kami tidak memiliki uang sebanyak itu."
"Lalu kenapa kau sok-sokan seperti orang punya duit," teriaknya demikian.
"Untuk saat ini begitu tapi dalam waktu dekat kami mungkin akan memiliki uangnya."
"Dengan kata lain kalian mencoba untuk berhutang."
"Itu jika kamu mau mempercayai kami."
Dwarf tersebut diam memikirkannya, dia melirik ke sekeliling tokonya dan berdeham sekali.
"Apa boleh buat, aku akan memberikannya tapi dengan harga dua kali lipat."
Liliana berbisik.
"Tokonya pasti sepi."
"Benar sekali."
"Berisik."
Vesta mendapatkan satu set gaun terusan berenda berwarna biru cerah dengan celana pendek berbulu di belakangnya dia juga mendapat tas ransel di punggungnya dengan sepatu yang pas untuknya.
"Ini pertama kalinya ada yang ngutang di tempat ini bahkan harus meminjamkan kamar mandi juga untuknya."
"Jangan sedih begitu, bukannya Vesta terlihat imut sekarang."
"Dia memang imut."
Yujin memberikan sepuluh koin emas pada Dwarf tersebut.
"Ini yang bisa aku berikan sebagai permulaan, saat kami punya uang aku akan memberikan 200 koin emas sisanya sebagai pembayaran."
"Kata-katamu terdengar seperti mimpi saja, 200 koin emas bukan sesuatu yang dapat mudah didapatkan meski begitu aku akan menunggu pembayarannya."
Yujin mengangguk mengiyakan.
"Gunakan uangku juga Yujin?"
"Tidak usah, anggap saja ini hadiah dariku."
"Yujin kenapa tiba-tiba jantungku berdegup kencang?"
"Mungkin kau terlalu bersemangat."
"Begitu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
sepi Thor
2023-06-04
0