Bagaimanapun melihatnya gadis di depan mereka terlalu muda untuk disebut sebagai ratu.
Setelah dia menangis dia melanjutkan.
"Aku perlu pengawalan, apa kalian bersedia untuk mengantarkanku kembali ke kerajaanku."
Yujin menunjukan tanda oke dengan jarinya.
"Berapa uang yang kamu tawarkan?"
"Yujin jadi mata duitan."
"Aku bisa memberikan kalian 20 koin emas.. tadinya aku datang dengan para penjagaku tapi kami malah diserang oleh bandit, ini semua kesalahanku seharusnya aku tidak datang kemari tanpa pengawalan Knight of Pirsel."
Liliana menjelaskan.
"Knight of Pirsel adalah kesatria dari kerajaan Verniti, mereka didirikan oleh orang bernama Pirsel jadi namanya seperti itu."
Yujin berfikir mungkin itu semacam penjaga khusus kerajaan.
"Dengan kata lain kamu sedang dalam pelarian."
"Benar."
"Kami sebenarnya memiliki tujuan berbeda, tapi mengingat anda seorang ratu jadi kami akan mengantar Anda."
"Itu hebat, naiklah ke kereta."
"Apa tidak masalah Yujin?"
"Tak apa, kita bisa meminta upah lebih nanti."
Yujin duduk dengan kusir sementara sisanya berada di dalam kereta.
"Kamu sudah menjadi petualang di usia muda, mau rokok."
"Aku tidak merokok."
"Begitu hahaha."
"Boleh aku bertanya, kenapa Roroa maksudku ratu ini masih muda?"
"Beberapa bulan yang lalu ibukota diserang oleh monster dan tanpa diduga mereka menyerang raja dan ratu hingga tewas dari insiden itu hanya yang mulia yang berhasil selamat dan akhirnya ia diangkat jadi pemimpin Kerajaan, semua orang yakin bahwa raja iblislah yang melakukan ini semua."
Untuk sekarang Yujin hanya diam mendengarkan, tidak ada yang tahu tentang sekte penembusan dosa maka mereka sudah sejak lama bergerak di bawah bayangan.
Setelah seharian berpergian mereka menetap di sebuah penginapan di desa. Yujin melirik ke sekeliling memastikan tidak ada yang aneh yang terjadi sebelum mengikuti masuk ke dalam kedai.
"Tolong pesan apapun yang enak di sini?"
"Baik."
Yujin bangkit dari kursinya.
"Aku harus ke toilet, kalian makan saja duluan."
"Eh, harus sekarang."
"Aku pikir aku juga.. Yujin kita ke toilet bersama," potong Liliana.
Wajah Vesta memerah sedangkan Roroa melihat mereka dengan sendok di mulutnya sembari bergumam tanpa mendapatkan jawaban apapun.
"Apa hal biasa wanita dan pria ke toilet bersama?"
Yujin melompat ke atas genteng diikuti Liliana.
"Toilet di sana."
"Jangan bodoh Yujin, apa kamu pikir aku tidak menyadarinya sejak kita masuk ke dalam desa ini, sudah banyak orang yang mengawasi kita.. dan juga aku curiga terhadap kusir itu, kemungkinan dia menyewa bandit-bandit kemudian sengaja hanya menyisakan dirinya dengan ratu, hal yang tidak dia perkiraan olehnya bahwa malah ada kita yang terlibat."
Yujin menutup satu matanya.
"Ternyata kamu lebih pintar dari yang aku duga."
"Tentu saja, apa kau menganggapku cewe yang hanya pandai menggunakan ototnya."
"Mungkin."
Yujin sudah memperkirakan hal itu, alasan kenapa dia memilih untuk menerima tawaran Roroa murni karena ketidak percayaan dirinya pada kusir tersebut.
Sekitar 20 orang berpakaian hitam telah berpencar untuk mengawasi, dua diantaranya didekati Liliana dari belakang.
"Sepertinya kalian sibuk, bagaimana jika aku bergabung."
Keduanya terkejut namun sudah terlambat untuk melarikan diri, kepala mereka dihantamkan ke tembok dan hanya satu yang dibiarkan sadar.
"Siapa yang menyuruh kalian?"
"Aku tidak akan mengatakan apapun, bunuh aku."
"Uskup agung dari sekte penebusan dosa."
Ada jeda di antara pernyataan tersebut yang membuat ini menjadi sangat mudah, pria itu dibanting dan pingsan setelahnya.
"Sekarang apa kita harus membantai mereka Yujin?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
Hem....
2023-06-04
0