"Penebusan dosa dengan jalan pembantaian."
"Yah, kau cepat mengerti juga anak muda."
Pria itu menjentikkan jarinya dan dari atas istana, sosok raja menghancurkan jendela kemudian menjatuhkan dirinya dengan kepala ke bawah, lehernya patah hingga berputar ke belakang yang membuat Vesta menutup mulutnya agar tidak menjerit sedangkan Yujin melihatnya tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
"Aku terkejut, kau tidak menunjukkan simpati ataupun ketakutan akan sebuah kematian."
"Kematian hanya jalan satu-satunya menunju akhirat, lagipula semua orang juga akan mati."
Pria itu sedikit terkejut sebelum memperbaiki posisinya.
"Kau orang yang mempercayai surga dan neraka, itu sangat lucu."
"Akan aku tunjukkan seberapa lucu jika kau mati dan melihatnya sendiri."
Yujin melesat maju dengan tangan diposisi pada pedang, pria itu melompat saat ujung pedang terhunus melewatinya, di udara dia mencengkeram tangan Yujin, memutarnya hingga terdengar bunyi aneh.
Tidak tinggal di sana, Yujin menendang perut pria tersebut hingga dia terbang menembus tembok.
Yujin memutar kembali tangannya untuk memperbaikinya sedia kala.
"Menarik sekali anak muda, kau tidak menjerit bahkan setelah tanganmu dipelintir, kau pasti monster, siapa namamu?"
"Yujin."
"Kalau begitu Yujin akan aku perkenalkan diriku, namaku Zenos salah satu dari tujuh uskup agung sekte penebusan dosa... ingat itu."
Tepat dari atas langit sebuah retakan muncul dari sana, seekor raksasa dengan topeng tanpa mulut kecuali puluhan mata muncul.
"Indah bukan, topeng adalah sebuah seni.. karenanya siapapun tidak perlu menanyakannya lagi soal keindahannya."
Yujin memicingkan mata saat raksasa itu berlari padanya.
"Yujin awas," teriak Vesta dari belakang.
Bagaikan sebuah tetesan air yang tenang Yujin menutup matanya selagi memiringkan tubuh dengan memosisikan pedang menyamping.
"Ayunkan pedang lebih cepat dari apapun," sekilas ia mendengar suara itu sebelum beralih dengan apa yang dia lakukan.
"Aliran seni pedang Tsubaki, nafas es."
Trang.
Monster itu berhenti bergerak dalam sekejap mata, perlahan pijakannya membeku dari kaki sampai kepala kemudian hancur berkeping-keping dengan garis tipis di tubuhnya.
Zenos yang memperhatikan itu hanya bisa terdiam dengan wajah memucat.
"Apa yang terjadi?"
Tak lama kemudian sebuah pedang menembus mulutnya hingga dia tidak bersuara, ia menatap mata Yujin dengan ketakutan.
"Se-sebenarnya kau siapa? Kau, malaikat maut."
Tubuh Zenos membeku, selanjutnya hancur menjadi serpihan es tepat saat Yujin menyarungkan kembali pedangnya dan berjalan pada Vesta yang berusaha mengobati sang raja.
"Dia sudah meninggal, aku tidak bisa menyelamatkannya," ucap Vesta kecewa sementara Yujin hanya memperhatikan tanpa berkata apapun.
"Sebaiknya aku mengobati lenganmu juga Yujin."
"Tidak perlu dewi, dari awal tubuhku sudah tidak pernah merasakan sakit lagi."
"Bagaimana bisa Yujin? Lalu bagaimana dengan makanan apa kau merasakannya juga?"
Yujin menggelengkan kepalanya, saat itu Vesta akhirnya menyadari sesuatu tentang Yujin, dia tidak hidup seperti manusia lainnya karena itulah dia tidak memiliki ekpresi sedikit pun.
Ia ingat saat membeli tusuk sate di kota dan bertanya.
"Yujin rasanya enak yah?" dan Yujin hanya bilang "ya" sembari menunjukkan ekspresi kosong.
"Jadi itu semua bohong, lalu kenapa kamu membantuku?"
Yujin menyentil kening Vesta hingga ia berteriak sakit.
"Walau aku tidak merasa sakit bukan berarti aku tidak tahu rasa sakit orang lain, aku memang ingin membantumu dewi anggap saja rasa terima kasihku telah memanggilku kemari."
"Gawat.... jantungku berdegup kencang Yujin? Kenapa yah?"
"Lebih baik kamu pergi ke dokter, serius."
Dari dalam istana ledakan api terjadi di mana-mana, setelah mereda itu menjadi akhir dari pertempuran ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Yoihoi Yoi
si MC punya tubuh istimewa?
2023-06-05
0
Nif
Hem.... kalo di cermati karakter Yuji sama kek karakter anime yg guwe tonton. Hem... classroom of the elite, kalo gak salah... sama² gak punya ekspresi
2023-06-04
0