Mereka menyewa sebuah kamar di penginapan dengan dua ranjang tersedia, berhubung tidak ada lagi yang tersisa Yujin tidur di lantai beralaskan futon sementara kedua gadis bersamanya telah mengganti pakaian mereka dengan piyama sebelum saling merapihkan rambut mereka.
Yujin menatap langit-langit kamar dengan pandangan jauh sampai perkataan Liliana memotong kesunyian.
"Ngomong-ngomong memangnya tujuan kalian berdua apa?"
Vesta menjawab dengan nada malu, sebelumnya dia ingin Yujin melawan raja iblis, namun kehidupan yang diberikan Yujin bukan sesuatu yang buruk juga.
"Aku sepenuhnya akan menyerahkannya pada Yujin."
Keduanya melirik ke arah Yujin yang menutup matanya.
"Kita akan berpergian jauh sampai menemukan tempat untuk membuat sebuah wilayah."
"Kamu terlihat sangat terobsesi dengan itu?"
"Di dunia lamaku, aku selalu hidup seperti di penjara, melakukan apa yang diinginkan orang dewasa meskipun aku tidak menyukainya, di tempat ini paling tidak aku ingin melakukan hal yang ingin kulakukan."
"Karena itulah kamu tidak ingin mengalahkan raja iblis?"
Secara keseluruhan Liliana sudah mengetahui bahwa Yujin berasal dari dunia lain dan Vesta merupakan seorang dewi.
"Bukan karena itu juga, hanya saja, apa perdamaian hanya bisa diraih oleh peperangan saja? Aku rasa banyak cara untuk mencapainya."
"Sepertinya kamu mengatakan hal itu bukan karena tidak ada alasan."
"Sepertinya Yujin sudah tertidur, baginya pasti hari ini melelahkan."
Liliana hanya mendesah pelan sebagai tanggapan. Pagi berikutnya mereka telah mengambil quest berbeda. Berkat ransel yang dikenakan oleh Vesta semua monster bisa masuk ke dalam tanpa kesulitan.
Cara kerjanya sendiri mirip sihir penyimpanan dan hanya membayangkan benda seperti apa yang mereka keluarkan itu akan tertarik dengan mudah.
Liliana melompat ke sana kemari dengan tinjunya membuat segerombol Orc berwarna biru berjatuhan, Orc biru lebih kuat dibandingkan Orc hijau dan juga harga mereka lebih mahal di pasaran.
Di sisi lain Yujin telah membunuh banyak dibandingkan Liliana, ia hanya menebas leher mereka hingga berjatuhan untuk menjaga kondisi tubuh mereka baik.
Di kota sendiri daging Orc sangat digemari yang mampu menaikan harga jualnya. Vesta dengan santai memasukan semuanya tanpa kesulitan.
"Ini yang terakhir fiuh."
Mereka kembali untuk mengantarkan perburuan yang diganti dengan beberapa koin emas yang melimpah, hanya dalam waktu tiga hari mereka berhasil membayar hutang maupun menyiapkan uang untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Selama itu Liliana menunjukkan wajah tidak puas.
"Aku tidak menemukan telur naganya, apa sama seperti sebelumnya bahwa tidak ada di kota ini?"
"Aku tidak tahu, tapi lebih baik kita tanya beberapa orang yang penting di sini."
Usulan Yujin merupakan usulan terbaik yang bisa diterima saat ini, ia bertanya pada Dash serta orang-orang disekitar namun pada akhirnya gagal.
Seorang anak kecil mendekati mereka yang beristirahat di dekat gang kecil.
"Apa kalian mencari telur naga?"
"Bagaimana kau tahu bocil?" tanya balik Liliana.
"Jangan menyebutku bocil, di kota ini tidak ada yang bisa luput dari pengawasan mataku.. aku bisa memberitahunya asal kalian."
Sebelum anak kecil untuk melanjutkan sebuah koin emas telah terbang padanya yang ditangkapnya dengan baik, Yujin adalah tipe orang yang melakukan hal tanpa basa-basi karena itulah dia tahu apa yang dipikirkan lawan bicaranya.
"Aku senang menemukan pelanggan yang cepat tanggap."
"Jangan bicara lagi, cepat katakan saja."
"Aku pernah melihat bahwa telur naga di jual belikan pada orang-orang yang datang kemari, lalu mereka pergi begitu saja... beberapa dari telur itu sudah menetas aku yakin mereka dijadikan hewan peliharaan atau sebagainya."
"Apa seseorang yang menjualnya memakai topeng."
"Benar."
Liliana diam memikirkannya.
"Jadi begitu, sepertinya mereka berusaha mengadu dombakan manusia dan naga dengan cara menyebarkan telur ke pelosok kerajaan Oriesta... ibu naga cenderung akan mengetahui telurnya dibawa kemana hingga akhirnya mengamuk di sana.... jika begini, bahkan jika aku turut terlibat sulit untuk mengatasinya."
"Kita hanya harus mencari keberadaan telurnya saja, mari pergi ke ibukota."
"Eh, bukannya kita harus mencarinya satu persatu?" tanya Vesta.
"Itu akan terlalu lama, kita bisa meminta raja membuat selembaran kertas agar siapapun yang memiliki telurnya dikembalikan kepada kita."
"Kamu benar-benar jenius."
"Aku sudah menduganya, pilihanku tetap berada di kelompok ini memang tepat."
Yujin hanya mengabaikan pujian tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments