Di dalam ruangan yang gelap para uskup telah berkumpul di meja yang sama, di atas mereka terdapat seorang wanita berambut hitam panjang yang melayang dengan seluruh rantai mengikatnya.
"Zenos telah mati, ini sungguh tidak dipercaya seseorang bisa membunuhnya."
"Itu memang sulit dipercaya, apa menurutmu Knight of Pirsel dalang dari semua ini."
"Tidak, seharusnya mereka masih bertarung di garis depan melawan pasukan raja iblis."
"Apapun itu rencana kita harus selesai atau bencana akan muncul."
"Dimengerti."
Wanita di atas mereka membuka salah satu matanya dan itu menampilkan simbol dari seekor ular yang memakan dirinya sendiri.
***
Bana mengangkat tangannya sebagai simbol bahwa mereka harus segera meledakan bendungannya, Liliana yang tadinya ingin melawannya akhirnya beralih kepada keberadaan para pasukan iblis yang mulai berpencar.
Para ikan pari tidak hanya diam dan itu menjadi pertarungan sesama monster.
"Ini akan semakin bagus menjadikan ini pertarungan satu lawan satu, menurutmu begitu Yujin."
"Aku sebenarnya lebih memilih menyelesaikan masalah dengan berdamai."
"Omong kosong, jika kau memang orang seperti itu, seharusnya kau tidak perlu membawa pedang."
Bana menguatkan tubuhnya dan petir menyeruak dari dirinya sebelum melesat maju, Yujin menangkisnya dengan sarung pedang sebelum akhirnya dia diterbangkan menembus dua bangunan di belakangnya.
"Kau sepertinya tidak memiliki sihir apapun, di dunia yang membutuhkan kekuatan seperti itu kau terlahir dengan menyedihkan."
"Sihir bukan sesuatu yang dimiliki manusia."
"Kurasa itu benar atau mungkin kau salah."
Bana menciptakan bola petir raksasa di tangannya sebelum dia lemparkan ke arah Yujin.
Yujin menebas menjadi dua bagian dan itu hanya meledak di sisinya.
"Manusia membuat kota di atas bendungan, mereka memang makhluk yang cerdas, tapi bagaimana jika kecerdasan itu adalah merupakan salah satu bencana yang akan terjadi menimpa mereka."
Yujin tersenyum kecil.
"Hal seperti itu sudah jadi pengetahuan umum."
Di dunia Yujin sendiri hal itu telah terjadi, orang-orang menciptakan nuklir untuk kemajuan manusia namun ketika nuklir itu mengalami kebocoran itu menjadi berdampak sebaliknya. Bagi dirinya apa yang dikatakan Bana lebih seperti memberitahukan sesuatu yang Yujin sudah tahu dari awal.
"Kamu terlihat sangat membenci manusia?"
"Tentu saja, mereka tiba-tiba menyerang ras kami, itu sudah cukup untuk kami membalas... perdamaian apanya, kalian manusia hanya berperang atas sesuatu yang samar."
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa ada pihak ketiga yang mencoba mengadu dombakan kita semua."
"Omong kosong, itu hanya alasan kalian... kami kini tahu seperti apa itu perdamaian, perdamaian hanya bisa diraih oleh yang terkuat. Siapa yang terkuat maka mereka memiliki semuanya bahkan sebuah kedamaian."
"Satu pihak membunuh pihak lainnya maka semuanya akan damai."
"Benar sekali, aku terkejut ternyata kau memahaminya juga... aku sempat berfikir kau mungkin iblis juga."
"Tidak, aku hanya manusia."
Bilah tipis baru saja melewati keberadaan Bana yang dengan sigap menundukan kepalanya, bersamaan itu seluruh bangunan di belakangnya telah terbelah dua lalu berjatuhan ke dalam air.
Bana dengan panik menyentuh lehernya, seharusnya itu tidak membuatnya terluka walau demikian rasa pahit yang ditinggalkannya tidak hilang.
Jika dia terlambat melihatnya bukan aneh kepalanya sudah terpenggal.
"Kamu bisa melewati tebasan barusan, ras iblis sepertinya cukup menarik."
"Jangan sombong dasar manusia."
Bana melompat di atas Yujin, dia menarik ke dua tangannya lalu memukul secara bergiliran dengan kecepatan tinggi dan kuat.
"Rasakan ini, rasakan, tidak ada manusia yang bisa menahannya."
Dipukulan ke dua puluh serangan Bana berhenti. Dia terdiam dengan wajah memucat bagaimana tangannya hanya dihentikan oleh sarung pedang.
"Cerewet sekali, apa seranganmu sudah selesai."
Sebuah tinju menghantam wajah Bana lalu melemparkannya dengan sebuah gelombang kejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
Hem..
2023-06-04
0