"Hentikan, aku tidak mau mati."
"Kalian sering membunuh tapi takut mati, lucu sekali... paling tidak cobalah untuk mati sekali saja. Ah benar, kalian tidak akan hidup lagi."
Liliana mencengkeram wajah pemimpin bandit tersebut lalu meledakannya dengan api.
"Yap, itu sudah semuanya."
Liliana melirik ke arah Yujin yang baru saja menusukan pedangnya pada orang yang ada di bawah kakinya, sementara itu para penduduk mulai keluar dengan wajah kebahagiaan.
Liliana memiliki pandangan pribadi tentang semua ini.
"Baru kali ini aku melihat manusia senang melihat manusia lainnya terbunuh."
"Mulai sekarang kamu akan terbiasa melihat itu," balas Yujin demikian.
Sebuah perayaan diadakan dengan Yujin, Liliana dan Vesta sebagai tamu utama, banyak makanan dihidangkan di depan mereka yang semuanya terlihat enak.
Yujin hanyalah satu-satunya yang tidak bisa merasakan bagaimana makanan itu masuk ke dalam mulutnya, walau demikian dia tidak pernah menunjukannya.
Liliana dan seorang pria saling bergandengan tangan dengan gelas bir di tangannya.
"Bukannya ada kesatria di tempat ini, seharusnya kalian meminta bantuan pada mereka?" tanya Liliana.
"Mereka sibuk menyelamatkan kota lain, desa kecil seperti kami jelas akan diabaikan."
Itu bukan rahasia umum lagi bagi mereka, terjadi kekacauan di wilayah ini terlebih kemungkinan para sekte berada di belakangnya yang berusaha mengadu dombakan raja iblis dan manusia. Tak lama kemudian seorang berdiri di depan penduduk desa yang lain selagi menaikan gelas miliknya.
"Untuk pahlawan kita Yujin dan kawan-kawannya bersulang."
"Bersulang."
Kemeriahan malam itu tersapu dengan kebahagiaan, pagi berikutnya kelompok Yujin telah meninggalkan desa, sedikit berjalan ke barat mereka menemukan sebuah kota yang berdiri di tengah-tengah bendungan raksasa.
Begitulah kota ini juga diberi nama sebagai kota bendungan Goten, setelah melewatinya mereka akan berhasil keluar dari wilayah kerajaan Oriesta dan dari sana mereka bisa menyebrang lautan untuk pergi ke wilayah ras iblis.
"Silahkan beli satu ikan dapat satu ikan gratis, nona apa kamu mau membelinya?" seorang penjual menawari Vesta yang baru melewatinya.
"Tidak, aku tidak akan tergoda dengan apa yang kamu tawarkan padaku?"
"Beli dua dapat empat."
"Tidak, aku tidak akan membelinya... aku harus berhemat."
"Beli enam dan 12 ikan."
Liliana berbisik pada Yujin, "Bukannya diskonnya tetap sama saja?"
Penjual itu hanya menyukai ekpresi yang ditunjukkan Vesta.
"Kita lebih baik membeli makanan yang sudah diolah dibandingkan memasaknya sendiri."
"Kita berada dalam perjalanan."
Vesta mengangguk kecil pada perkataan keduanya. Mereka menyewa satu kamar yang bisa digunakan bersama.
"Kalian benar-benar tidak mengizinkanku tidur di kamar yang lain."
"Memang harus begitu, curang kan, sementara Yujin tidur sendirian kami harus berbagi kamar."
"Benar yang dikatakan Liliana."
"Terserah kalian saja."
Yujin menutup matanya dan baru keesokan paginya dia menjadi orang yang bangun lebih awal.
Kemudian disusul Vesta.
"Pagi Yujin."
"Pagi Dewi."
Adapun Liliana dia masih tidur dengan berantakan.
"Naga tidurnya memang seperti ini," apa yang dijadikan Liliana sebagai alasan. Setelah matahari sedikit lebih tinggi mereka berjalan-jalan di sekitar kota.
Penampilan Yujin cukuplah mencolok karenanya baik Vesta maupun Liliana menyeretnya ke toko baju untuk mencarikannya sebuah pakaian yang cocok dengannya.
"Bagaimana dengan ini?"
"Tidak, itu tidak cocok dengan Yujin, dia tidak terlihat bagus dengan warna cerah."
"Padahal ini warna kuning, semua orang suka kuning."
"Tidak Vesta, warna kuning hanya disukai pencinta sungai saja."
"Begitukah?"
"Apa kita bisa pergi sekarang?" Yujin lebih berfikir ingin cepat melarikan diri, bagaimana pembeli wanita terus melirik ke arahnya.
Tidak berlebihan bahwa Yujin memiliki postur tampan dengan wajah sedikit maskulin, jika ada majalah tentang memasukan deretan pria tampan ke dalamnya, Yujin akan berada di tiga besar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Nif
Hem.....
2023-06-04
0