"Di sinilah orang-orang dengan mudah mengambil pekerjaan. Selamat datang di Guild, kamu bisa menjadi petualang.. yah sejujurnya aku juga ingin namun seperti yang kamu lihat aku tidak terlalu kuat tapi jika itu sihir penyembuhan aku bisa melakukan sesuatu untuk itu."
"Dengan kata lain, dewi hanya sekelas dengan ramuan potion."
"Saat kamu yang mengatakannya, damage sakitnya dua kali lipat... mari masuk."
Vesta menarik tangan Yujin dan mereka mengantri di salah satu loket yang terkesan lebih sedikit orang. Bagaimanpun orang yang bertugas di dalamnya adalah pria bertubuh kekar dengan wajah sangar sementara yang lainnya gadis cantik yang bisa kamu temui di perusahaan-perusahaan ternama.
"Silahkan berikutnya."
"Kami ingin mendaftar jadi petualang."
"Apa ini pertama kalinya Anda datang kemari?"
"Kurasa benar, tidak perlu repot-repot menjelaskan... berikan saja panduannya aku akan membacanya sendiri."
"Kamu ingin membacanya?"
Entah Vesta atau pria itu sama-sama terkejut.
"Belakangan ini orang-orang ingin melakukan segala hal secara instan, mereka hanya meminta penjelasan secara singkat lewat mulut."
"Begitu."
"Silahkan, setelah selesai kamu bisa tanya aku lagi jika ada bagian tidak dimengerti."
Guild ini menjalankan bisnis bar juga, selagi Yujin menunggu selesai membaca, Vesta yang duduk di kursinya dengan senang meminum air putih dicangkirnya dengan sedotan.
Hanya minuman itu yang ditawarkan secara gratis. Walaupun jarang ada yang memintanya.
Semua orang hanya melirik ke arah keduanya dengan pandangan heran, tiga orang petualang pengganggu muncul lalu mengebrak meja.
"Sepertinya kau sedang mencoba bergabung dengan guild, apa-apaan dengan pakaianmu dan juga sikap tenangmu."
"Aku sedang membaca bisakah kalian bertiga enyah dari sini."
"Hah."
"Yu-yujin seharusnya kamu bersikap sopan," potong Vesta.
"Dengar gadismu mengatakan hal sesungguhnya, apa kamu menemukannya di tempat sampah."
"Dia seorang dewi," balas Yujin dan ketiganya tertawa terbahak-bahak.
"Dewi katanya"
"Ah, ah, aku minta maaf jika penampilanku mengganggu kalian tapi tolong abaikan saja kami.. aku mohon."
Vesta membungkukkan badan untuk menjaga semuanya terkendali, setelah dia diusir dari alam dewi hal-hal seperti ini kerap terjadi, ia sering diejek serta dipandang sebelah mata bahkan beberapa orang dengan tega tidak memberikan upahnya saat dia selesai bekerja.
Seharusnya hal seperti itu tidak dia terima bahkan jika dia bukan dewi, perlakuan seperti itu sangatlah menyedihkan.
"Aku akan membiarkan ini, jika kau mencium kakiku," kata salah satu pengganggu.
Yujin berkata dengan nada dingin yang bisa menembus punggung siapapun.
"Jika kau lebih dari ini, aku akan membunuhmu."
Semua orang memucat bahkan orang-orang yang tertawa berubah tersenyap.
"Memangnya aku takut denganmu."
Sebelum pria itu mengirim senjatanya tangannya telah tertebas lalu jatuh di sisi lain, dia berteriak histeris dengan darah menyembur ke lantai.
"Tanganku-tanganku, apa yang?"
Keringat dingin membasahi wajah orang-orang namun di sisi lain Yujin hanya diam dengan katana yang telah ditarik di tangannya.
Dia bertanya ke arah pria yang sebelumnya bekerja di loket.
"Jika aku membunuh mereka bertiga, apa hal itu tidak akan jadi masalah."
"Ah itu, aku lebih memilih untuk tidak melakukannya... akan buruk reputasi kami jika terjadi pembunuhan di guild."
"Dengan kata lain jika diluar itu tidak masalah."
Semua orang memekik takut meski begitu Vesta sudah lebih dulu mendekat ke pria tersebut untuk menyambungkan kembali tangannya.
"Pasti sakit, tolong tahan sebentar."
Dengan sihirnya ia berhasil melakukannya.
"Sekarang sudah beres.. hey Yujin siapa yang membiarkanmu melakukan sejauh ini."
"Dia menghinamu dewi."
"Heh, apa kamu peduli padaku... asyik, kukira kamu orang yang benar-benar dingin."
Yujin menghela nafas panjang, dia menyarungkan pedangnya kembali sebelum duduk.
"Terserah kau saja."
"Kalian bertiga pergilah, tolong jangan buat dia marah meskipun dia tidak menunjukan ekpresinya."
"Terima kasih banyak, maaf karena sudah."
"Tidak usah dipikirkan."
"Tolong terima ini sebagai permintaan maaf, hanya segini yang kami punya."
Vesta duduk kembali dengan wajah sumringah.
"Kita punya uang Yujin, lihat tiga koin perak, kurasa kita bisa gunakan untuk menyewa penginapan dan makan."
Yujin hanya membalas dengan anggukan kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Yoihoi Yoi
Bisa buat jadi bandit nih MC awkwk
2023-06-05
1
Nif
komen
2023-06-04
1