Theo merasa kesal ketika melihat mobil pick up yang mengantar kambing dan sapi lagi, padahal dia sudah melarangnya tapi tetap saja hewan-hewan itu terus dikirim.
"Aku bilang sudah cukup!" Theo setengah berteriak supaya penolakannya kali ini bisa didengar.
"Tidak bisa pak kades, ini sudah dibayar dan kami harus tetap mengirimnya," balas salah satu supir.
Theo memijit pelipisnya lalu mencoba menghubungi besannya yang mempunyai yayasan panti asuhan dan rumah kanker.
"Hallo, besan gula," jawab Mike di sana.
"Apa yayasanmu membutuhkan donasi?" tanya Theo.
"Donasi selalu terbuka seperti biasanya," balas Mike.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengirimkan donasi yang banyak tapi bukan dalam bentuk uang," ucap Theo.
Mike pikir, besannya itu akan mengirimkan bahan-bahan pokok seperti biasanya jadi dia akan menerimanya dengan senang hati.
"Barang yang sudah diterima, tidak boleh dikembalikan," tambah Theo. Akhirnya dia mempunyai cara untuk mengungsikan sapi dan kambing yang merusak sawahnya.
Pada saat itu, Agam pulang dari sekolah dan melihat ayahnya jadi pemuda itu berhenti sejenak.
"Ayah..." panggilnya.
"Lihatlah! Gagal panen bulan ini, permintaan beras semakin meningkat tapi stok sudah menipis," keluh Theo di sana.
Agam hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ayo kita pulang dulu!" ajaknya.
Mau bagaimana lagi, sudah terlanjur jadi Theo harus menghentikan produksi beras sementara sampai musim panen berikutnya tiba.
Theo membonceng Agam pulang ke rumah dan saat sampai, terdengar suara teriakan Megan dari dalam rumah.
"Ada apa itu?" Theo dan Agam bergegas masuk.
Namun, ternyata suara teriakan itu berasal dari Megan yang tengah membuat konten karena atraksi Arnette bermain pedang.
Megan melempar buah dan Arnette dengan sekali tebas bisa membelah buah itu dengan mudah saat melayang.
"Aaaaa.... Ini seperti pertunjukan sirkus!" seru Megan.
Agam membelalakkan mata karena melihat istrinya bermain dengan pedangnya yang berbahaya begitu saja, dia pun segera menghentikan aksi Arnette.
"Istriku, apa yang kau lakukan? Ayo masuk ke kamar!" ajak Agam.
"Baiklah, kita akan membuat anak lagi, 'kan?" Arnette berhenti dan mendekati Agam yang baru kembali.
Agam tidak menjawab tapi menarik tangan Arnette supaya mereka bisa berbicara empat mata.
"Kenapa bermain dengan pedang? Itu tidak lazim dilakukan di sini," protes pemuda itu ketika sudah masuk kamar.
"Tapi ibu menyukainya," balas Arnette. Dia meletakkan pedangnya di meja.
"Dari pada itu, kenapa Mas Agam sekolah? Kita harus membuat anak!"
Benar-benar ya, Agam dibuat pusing sendiri karena dipikiran Arnette hanya ada wleowleo.
"Nanti malam kita akan ke pasar malam, anggap saja ini kencan," ucap Agam kemudian. Dia harus mengalihkan pikiran istrinya.
"Kencan?" tanya Arnette.
"Itu biasa dilakukan oleh pasangan, kita akan bermain dan membeli makanan di sana," jelas Agam.
"Apa seperti makanan dingin dan minuman gelembung?" tanya Arnette lagi.
"Ya seperti itu tapi jangan bawa pedang kemana-mana," Agam memberi peringatan keras.
"Aku tidak bisa meninggalkan pedang suciku, kalau sampai terjadi apa-apa, aku akan bisa langsung melawan," tolak Arnette.
Agam menghela nafasnya panjang. "Kalau kau membawa pedangmu itu, aku tidak mau membuatnya berdiri!"
Mata Agam mengarah pada tubuh bagian bawahnya.
Dan Arnette memang lemah terhadap mesin pembuat anak itu.
"Aku setuju tidak membawa pedangku tapi buat pedang yang lain berdiri semalaman," pinta Arnette.
_
Maaf kalo up nya belum bisa rutin ya ayang, othor masih ngurus pindahan🙂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Nacita
anjay 🤣🤣🤣🤣
2024-07-04
1
LENY
NGAKAK SENDIRI BACA NYA THOR 😂😂😂
2024-06-03
0
Hilmiya Kasinji
🤣🤣🤣
2024-05-23
0