Theo segera memeriksa, siapa yang melamar putranya kali ini. Ketika dia masuk, Theo melihat perempuan yang wajahnya tampak tegas dan memiliki aura bule.
"Ada bule baru lagi," batin Theo.
Kemudian dia berdehem karena ingin terlihat berwibawa.
Arnette yang melihat Theo datang langsung berlutut dan menepuk dadanya memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama saya Arnette Bavaria, saya datang ingin melamar putra Anda," ucap Arnette to the point.
Theo semakin syok karena melihat cara Arnette memperkenalkan diri seperti itu. "Duduklah lagi!"
"Baik," Arnette segera berdiri dan duduk kembali.
Perempuan itu menunjukkan semua yang dibawanya hari ini.
"Ini semua permintaan Agam, kalau saya bisa memenuhi permintaannya, dia mau untuk saya nikahi," ucap Arnette.
"Termasuk 400 anak sapi dan 900 kambing?" tanya Theo.
"Iya benar," jawab Arnette.
Sekarang Theo tahu siapa pelaku dibalik hewan-hewan itu. Dia langsung memicingkan mata ke arah Agam yang sedari tadi hanya diam.
"Kita perlu bicara, anak muda!" ucap Theo penuh penekanan.
Agam dan Theo berbicara empat mata di dalam kamar.
"Apa-apaan ini?" protes Theo pada putranya itu. "Kau mau menikah?"
"Kau itu masih sekolah, sebentar lagi ujian nasional. Bukankah kita sudah punya rencana mengembangkan bisnis sawit?"
"Itu orang gila yang aku bicarakan tempo hari, dia mengajak menikah dan mengancamku dengan memakai pedang. Jadi, aku memberikan beberapa syarat yang mungkin sulit untuk dipenuhi. Tapi, ternyata dia benar-benar melakukannya," jelas Agam. Dia berusaha membela diri.
"Kok bisa?" Theo masih bertanya-tanya.
Seperti yang sudah-sudah, Theo harus menolak lamaran dan mengembalikan semua yang Arnette bawa sebagai persyaratan.
"Bagaimana? Saya buru-buru, kalau bisa menikahnya hari ini saja," ucap Arnette ketika melihat Theo kembali menemuinya.
"Begini, Agam masih sekolah, masa depannya masih panjang jadi pernikahan masih sangat jauh untuk dipikirkan. Apalagi dia laki-laki yang akan memikul tanggung jawab besar," Theo mulai berbicara. Dia harus menggunakan bahasa sehalus mungkin supaya Arnette mengerti.
"Agam tidak perlu memikul tanggung jawab seperti itu padaku karena aku hanya ingin menikah selama seminggu saja, setelah itu dia bebas melanjutkan hidupnya lagi," balas Arnette.
"Seminggu? Ini namanya mempermainkan pernikahan," tegas Theo.
"Jangan membuat saya kehilangan kesabaran dan berbuat hal yang tidak diinginkan," Arnette kembali mengancam. Dia sudah cukup bersabar sedari tadi, rasanya Arnette ingin mengurung Agam di kamar saja.
Agam yang menguping jadi takut kalau Arnette berbuat nekat, dia memang merasakan aura yang berbeda dari perempuan itu, bahkan Tini sampai takut dan tidak berani muncul.
"Hanya seminggu, bukan?" gumam Agam. Rasanya tidak masalah.
Jadi, Agam keluar dan menyetujui permintaan Arnette itu.
"Baiklah, aku mau menikah. Tapi, hanya seminggu sesuai janjimu dan pernikahannya bersifat rahasia," ucap Agam. Dia ingin tahu apa yang diinginkan Arnette darinya.
Walaupun sudah jelas untuk tidur bersama tapi pasti ada sesuatu. Agam ingin menggali lebih dalam tentang stigma iblis yang dimilikinya, pasti semua ini saling berhubungan.
"Keputusan yang bijak," balas Arnette dengan senyum kemenangan.
Theo memegang dadanya karena tidak percaya kalau semua ini akan terjadi begitu saja.
"Sayang..." Theo memanggil istrinya. Dia tidak kuat menghadapi semua ini sendirian.
Ternyata Megan menangis dari tadi, dia mendengar semuanya dan perasaannya sungguh campur aduk. Anak tampannya akan menikah di usia sekolah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Nacita
aduh euyyyy jiwa panglima kerajaanya keluar 🤣
2024-07-04
1
Elisanoor
ngakak aja gw sumpah 🤣🤣🤣🤣
2024-01-28
1
Umi Mega
pak kades gagal jadi juragan sawit😊😊
2023-10-23
0