Arnette kembali menemui Simon untuk memberi kabar kalau dia sudah menikah, lelaki itu tengah menghitung uangnya yang keluar untuk membantu Arnette. Memang benar dia banyak uang tapi jumlah yang Simon keluarkan sungguh besar.
Kalau begini caranya, Simon bisa bangkrut. Butuh puluhan tahun untuk mengumpulkan semua itu.
Tapi, demi segel Agam tetap tertutup, Simon akan melakukan apapun.
"Anak itu tidak bisa diajak bekerja sama," keluh Arnette.
"Sudah aku bilang untuk mengambil hatinya, kalau kalian membuat anak dengan memakai perasaan pasti bibit yang dihasilkan juga bagus," tanggap Simon memberi saran.
"Dia itu masih anak-anak, bagaimana merebut hatinya? Apalagi waktu terus berputar," ucap Arnette seraya menghitung sudah berapa lama dia datang di dunia ini.
Rasanya sudah lima hari, artinya di dunianya sudah lima bulan lamanya. Bagaimana keadaan pasukannya?
Apa para monster iblis sudah menyerang Kekaisaran Bavaria?
Memikirkan hal itu membuat Arnette pusing sendiri.
"Aku harus cepat kembali atau wilayahku hanya tinggal nama dan pasukanku, aku bertanggung jawab pada mereka," ucap Arnette.
Selama ini hanya para anak buahnya yang menerima dirinya apa adanya tanpa memandang rendah Arnette yang seorang anak haram.
Simon menghela nafasnya, dia berdiri dan membuka buku kunonya di depan Arnette.
"Aku pernah melihat buku ini," komentar Arnette. Buku itu sama persis seperti milik Ditrian, hanya saja penyihir itu belum mengerti secara menyeluruh mengenai cara kerja stigma iblis.
"Apa kau tahu kenapa aku begitu menjaga Agam supaya segelnya tidak terbuka?" tanya Simon.
"Karena dia budak iblis?" balas Arnette.
Simon menganggukkan kepalanya. "Dia memang bisa membunuh raja iblis hanya saja saat Demon King bangkit, dia akan menjadi budaknya!"
"Memang jalan satu-satunya harus memiliki anak dari anak bulan merah karena mereka akan memiliki darah yang sama!"
"Jaga rahasia ini darinya karena aku tidak mau Agam mengacaukan rencana," ucap Arnette.
"Selama aku mengikuti Agam, aku tahu kalau dia tumbuh dari keluarga yang penuh cinta, aku tidak yakin dia akan melepasmu dengan mudah," komentar Simon.
"Itu tidak mungkin, ini hanya pernikahan seminggu jadi tidak akan berarti apa-apa," Arnette sangat yakin dengan argumennya.
Sebelum kembali ke rumah Agam, Simon memberikan sebuah kado untuk Arnette.
"Ini biasa digunakan wanita untuk menyenangkan suami," ucap Simon.
Arnette tidak membalas apapun tapi tetap menerima kado itu lalu Simon membantu perempuan itu untuk berpindah tempat dengan kekuatan teleportasinya.
Hanya sekejap mata, Arnette sudah berada di depan rumah pak kades.
Tanpa permisi, Arnette langsung masuk begitu saja dan pada saat itu dia melihat Megan yang tengah mempersiapkan makan malam.
"Apa saya bisa minta roti?" tanya Arnette pada ibu mertuanya itu.
"Roti? Untuk apa?" Megan bertanya balik. Dia masih canggung berbicara pada menantu barunya itu, sepertinya Arnette memang tidak pandai bersosialisasi.
"Untuk makan, malam ini saya harus mengisi tenaga," jelas Arnette seraya meletakkan kotak kado pemberian Simon.
Kotak itu sedikit terbuka tapi Megan bisa melihat sedikit isinya. Di dalam kotak itu berisi sabuk pengikat, cambuk bahkan rantai yang biasa digunakan sebagai mainan sebelum berhubungan badan.
"Mau diapakan anak tampanku?" batin Megan.
Namun, Megan berusaha menenangkan diri karena dia hanya harus bertahan seminggu ke depan.
"Makan saja masakan ibu, kau pasti suka dan panggil suamimu," ucap Megan mencairkan suasana.
Arnette memanggil dengan berteriak dari dapur. "Agam, kau dipanggil ibumu!"
"Bukan seperti itu, harus ada panggilan sayang seperti mas Agam begitu," tanggap Megan.
"Jadi di dunia ini harus memanggil seperti itu," gumam Arnette dalam hatinya.
"Baiklah kalau begitu..."
"Mas Agam!"
Agam mendengar namanya dipanggil, dari suaranya memang Arnette pemilik suara itu. Dia pun jadi panik.
"Aduh, bagaimana ini?" Agam masih saja belum siap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Nacita
hayo loh 🤣
2024-07-04
1
Nacita
duhhhhh 🤣
2024-07-04
0
Nacita
astaga mlm pertama seperti apa yg akan kau lalui agam 🤣
2024-07-04
0