Terdengar suara lenguhan dari mulut Arnette ketika dia bergerak naik turun di atas tubuh Agam.
Setelah pulang dari pasar malam, perempuan itu langsung mengajak membuat anak dengan suaminya.
Karena sudah tahu cara mainnya, Arnette bisa memimpin permainan di atas. Kepalanya bahkan sampai mendongak ke belakang, Arnette sangat menikmati sensasinya.
Begitu juga Agam yang berada di bawah, dia menegakkan punggung dan mencoba menjangkau dua benda bulat yang naik turun dengan mulutnya.
Lenguhan kini berubah menjadi desahaan dan sedikit teriakan, suasana di kamar itu benar-benar panas.
"Bersama, istriku," Agam merasa akan mencapai puncaknya. Dia masih tidak habis pikir kalau dengan cara seperti ini, bisa menyelamatkan dunia.
Jadi, saat ronde pertama selesai, Agam mencoba mengajak Arnette bicara lagi supaya dia tahu apa maksud istrinya.
"Jangan bicara dulu, aku sedang mengumpulkan tenaga," Arnette tidak ingin banyak bicara.
"Tapi, aku benar-benar ingin tahu, bagaimana caranya menyelamatkan dunia?" tanya Agam menuntut jawaban.
Arnette tersenyum smirk, tangannya mencoba meraih pedang tumpul suaminya dan dia berusaha membuatnya tegak lagi. "Caranya hanya perlu membuatnya berdiri dan mengeluarkan cairan panas itu sebanyak-banyaknya!"
"Kita baru saja melakukannya," Agam ingin istirahat sejenak.
Namun, Arnette tidak memberinya kesempatan karena perempuan itu tidak puas bermain dengan satu ronde.
"Istriku, hentikan!" teriak Agam.
Teriakan itu sampai terdengar keluar kamar dan Theo sampai merinding saat tak sengaja mendengarnya.
"Sayang..." Theo memanggil istrinya.
Megan yang tengah memakai skincare menoleh ke arah suaminya yang baru masuk kamar.
"Ada apa?" tanyanya.
"Anu... Agam sepertinya butuh bantuan," ucap Theo.
"Butuh bantuan main lato-lato?" tanya Megan memperjelas.
"Bukan mainnya tapi sepertinya dia tidak sanggup melayani Arnette," jawab Theo dengan pemikirannya.
"Mereka kan pengantin baru, biasanya memang suka lembur. Besok aku akan we time bersama Arnette, aku akan tanya-tanya semuanya," jelas Megan.
Pada saat itu, tiba-tiba Theo sudah berada di belakang Megan dan memegang pundaknya.
"Ngomong-ngomong kita sudah lama tidak bermain lato-lato," ucap Theo mupeng.
Megan langsung menolak dengan tegas. "Aku baru saja memakai skincare jadi tidak bisa!"
Kadang Theo merindukan masa mudanya ketika Megan menodainya.
...***...
Seperti kemarin, ketika bangun Agam melihat Arnette yang tertidur di sampingnya. Pelan-pelan pemuda itu ingin turun dari ranjang tapi tangan Arnette langsung melingkar di perutnya.
"Sekali lagi..." Arnette mengigau. Bahkan di alam bawah sadarnya, perempuan itu masih memikirkan wleowleo.
Agam berusaha menjauhkan tangan Arnette dan buru-buru masuk ke kamar mandi.
Rupanya gerakan cepat itu justru membuat Arnette terbangun.
Dengan tubuh polosnya, Arnette menyusul Agam untuk masuk ke kamar mandi. Di dalam sana, suami kecilnya tengah membasahi diri di bawah pancuran shower.
Arnette perlahan memeluk Agam dari belakang.
"Istriku!" seru Agam karena kaget.
"Aku harus sekolah!"
"Tadi malam, aku merasa puas sekali," bisik Arnette.
Agam menelan ludahnya dan mencoba bertanya. "Apa permainanku cukup baik?"
"Aku merasa proses pembuatan anak kita terus mengalami peningkatan. Dan sepertinya kita bisa melakukannya selain di atas ranjang," ucap Arnette.
"Maksudnya?" Agam membalik badan dan merapatkan tubuh Arnette ke dinding. Lalu dia menaikkan salah satu kaki istrinya itu. "Seperti sekarang?"
Arnette sebenarnya kaget karena membuat anak bisa dilakukan secara berdiri seperti itu. "Ternyata membuat anak banyak variasinya!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Nacita
yah, tinggal pake toping 🤣
2024-07-04
1
Nacita
iya juga, pokoknya klo udah pke skincare d larang sentuh2 🤣
2024-07-04
0
Nacita
agam, arnet sedang kejar setoran tauuuu 🤣🤣🤣
2024-07-04
0