Kehamilan Aize yang sudah lama dinantikan, memang mendatangkan kebahagiaan bagi banyak orang. Tidak hanya Aize dan Cakra, tapi juga kedua orang tua Cakra.
Mama Cakra jadi semakin perhatian dengan Aize semenjak wanita itu mengandung. Dia rajin membawakan buah dan juga makanan sehat untuk menantu dan calon cucunya. Hal itu membuat Aize kian bahagia karena mimpinya menjadi menantu yang disayang mertua, akhirnya tercapai.
“Kamu harus lebih perhatikan makanan kamu, Aiz. Kamu makan untuk dua orang, jangan sampai dia kelaparan di dalam sini!” ucap mama Cakra sembari mengusap lembut perut menantunya.
“Iya, Ma. Aku akan menjaganya sebaik mungkin,” timpal Aize. Wanita itu menikmati puding buatan sang mertua yang semenjak hamil ini rajin membuatkan makanan untuknya.
Kedua wanita itu asyik menikmati waktu berdua di rumah Cakra. Sampai akhirnya, hari hampir petang dan mama Cakra harus segera pulang.
“Jaga diri baik-baik ya, Aize. Cucu mama harus lahir dengan sehat. Kamu beruntung karena akhirnya kamu bisa hamil. Kalau tidak, mungkin mama akan menyuruh Cakra untuk menikah lagi!” kata ibu kandung Cakra yang kini bersiap untuk pulang.
“Maksud Mama apa?” Aize menatap mertuanya dengan mata yang terasa panas.
Bagaimana mungkin seorang ibu mertua tega mengatakan hal yang menyakitkan itu? Bukankah dia juga seorang wanita? Bukankah dia juga pernah menjadi seorang menantu?
“Sudah jelas, Aize. Mama bilang, kalau seandainya kamu tidak kunjung hamil. Mungkin mama akan menyuruh Cakra menikah dengan mantan pacarnya. Ya, walaupun janda, tapi dia pernah melahirkan anak. Yang namanya keturunan itu sangat penting, Aize. Tapi, sudah lupakan saja. Toh, kamu sekarang lagi hamil.”
Aize tak bisa menerima begitu saja perkataan mama mertuanya. Kalau saja ibu kandung Cakra itu tahu yang bermasalah adalah putranya, mungkin dia tidak akan berani berkata demikian. Bahkan, mungkin mertua Aize itu akan lebih bersikap baik padanya agar Aize tak meninggalkan Cakra.
“Kalau aku belum hamil, belum tentu juga aku yang bermasalah, Ma. Bisa saja Mas Cakra yang memiliki masalah kesuburan. Dan kalau itu terjadi, aku juga nggak akan pernah ninggalin dia!” balas Aize dengan nada bicara lebih tinggi.
Sang ibu mertua terdiam usai mendengar kata-kata Aize. Memang, pada kenyataannya Cakra yang memiliki masalah, tapi Aize menyimpan rapat-rapat hasil tes kesuburan yang mereka lakukan.
Tepat pada saat Aize dan ibu mertuanya bersitegang, Cakra muncul setelah kembali dari bekerja. Laki-laki itu juga sempat mendengar kalimat terakhir yang Aize ucapkan.
Tanpa banyak bicara, Cakra segera merangkul tubuh istrinya dan mengingatkan Aize untuk tidak terbawa emosi. “Sayang, tolong jangan marah-marah! Kasihan anak kita nanti kaget!” ucap Cakra seraya mengusap perut Aize dengan lembut. “Mama, tolong jaga perasaan Aize ya!”
Mama Cakra yang telah kalah pun segera pamit pulang. “Mama tadi kan cuma ngomong apa yang ada di kepala mama aja! Toh, sekarang Aize sudah hamil. Mama pulang ajalah, mantu mama lagi sensi kayaknya!”
Setelah kepergian sang mertua, Aize kian merapatkan tubuhnya pada Cakra dan mencari ketenangan lewat pelukan suaminya itu. Ingin sekali Aize mengungkapkan hasil tes kesuburan itu yang sebenarnya pada Cakra agar suaminya itu tahu fakta sebenarnya. Namun, dia pikir lagi, itu pasti akan melukai hati Cakra. Lagipula, Aize pikir sekarang ia telah mengandung buah cintanya dengan Cakra, dan menganggap semua itu sebagai mukjizat dari Tuhan.
***
Jangan lupa komen yang banyak 🏃♀️🏃♀️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
✨️ɛ.
kalo anakmu yg mandul, berarti menantumu yg bole nikah lagi, gitu kan Ma?
2024-11-05
0
LENY
MERTUA JUTEX GAK TULUS
2024-06-24
0
Pia Palinrungi
aduhhhh msh ada aja wanita yg ngomongnya gak berperasaan cb kamu diposisi otu apakah kamj gak sakit
2024-01-04
1