Bentley GT Continental 6.0 TH pengeluaran terbaru tengah terparkir tepat di depan rumah Bibi Nia, dengan seorang pria berwajah oriental dan memakai outfit formal serba hitam. Di waktu yang pas warung Bibi Nia sedang tertutup, sesuai rutinitas Bibi Nia sedang berada di pasar membeli perlengkapan masak untuk esok hari. Bayu meninggalkan rumah Bibi Nia dengan secarik kertas.
"Bibi, Bayu pamit. Tunggu Bayu jemput, Bibi jaga kesehatan".
Bayu berjalan dengan wajah datar, lelaki berpakaian formal tersebut sedikit membungkuk dan Bayu pun sedikit menganggukan kepala sebagai balasan. Pria tersebut membuka pintu penumpang dan mempersilahkan Bayu kemudian mereka berlalu.
Sebuah rumah mewah bergaya Italia yang sedikit mirip dengan Hearst Castel Beverly Hills di Amerika, dengan luas enam puluh tiga hektare dengan luas bangunan 110.000 meter persegi. Terdapat dua puluh sembilan kamar tidur dan tiga puluh sembilan kamar mandi. Fasilitas rumah sangat lengkap, terdapat lapangan basket, lapangan tennis, bowling, golf, kolam renang, bisokop, mini bar, tempat gym dan ruang bawah tanah.
Bayu memasuki bangunan tersebut dengan sambutan banyak pelayan yanh tengah berjejer menyambut kedatangannya,
"Selamat datang kembali tuan," ucap para maid dengan serentak
Bayu dengan aura kekuasaannya hanya kembali mengangguk dan berjalan melewati mereka semua dan memasuki sebuah ruangan yang sangat di rindukannya. Bayu menghempaskan diri dan duduk sembari memperhatikan setiap detail ruangan itu.
Ruangan kerja Bayu yang sangat luas di penuhi banyak buku di setiap sudut dengan rak yang tinggi, belum lagi layar monitor yang lebar dan beberapa meja dan kursi santai, atap ruangan kerja Bayu yang bisa di kendalikan remot untuk bisa terbuka dan tertutup di lapisi dengan kaca yang membuat ruangan semakin megah.
Bayu menghembuskan nafasnya berat seakan beban di dadanya selama ini di buangnya.
Tak.....
Tak.....
Tak.....
Suara tongkat dan langkah kaki hampir bersamaan berjalan mendekati Bayu. Bayu yang menyadari itu berbalik dan melihat sosok pria paruh baya yang selama ini amat di rindukannya, sudah cukup lama Bayu tidak melihat dan mendengar ocehannya.
"Selamat datang kembali cucuku" ucap sang kakek dengan memberi pelukan. Bayu pun membalas pelukan tersebut sebagai tanda dia juga sangat senang kembali menginjakan kaki di rumah mewah tersebut.
"Bram, Kakek harap semua masalah yang kamu hadapi bisa membuatmu lebih bijak dan mengubah sudut pandangmu terlepas kamu adalah cucu kakek".
Bayu mendengar itu hanya mengangguk dengan wajah yang dingin. Kakek Brahma meninggalkan Bayu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Kenapa watak dinginnya kembali, bukannya saat dia menjadi lelaki biasa dia terlihat sangat normal", batin Kakek Brahma
Tidak ada yang bisa menebak watak Bayu yang sebenarnya, Bayu kembali ke kursi singgasananya dengan membuka layar laptop yang berada di hadapannya. "Aku akan membalas kalian perlahan hingga kalian merasa ingin mati dengan perlahan" gumam Bayu.
...***...
Dua bangunan pencakar langit dengan tinggi yang berbeda, yang paling tinggi adalah letak ruangan Bayu. Rey asisten kepercayaan Bayu berjalan membuka pintu mobil dengan menampilkan sosok pimpinan yang baru. Langkah tegak Bayu dengan setrlan formal melekat membuat semua melihatnya terkagum. Sepanjang jalan memasuki ruangan Bayu di sambut oleh ratusan karyawan yang berjejer rapi mengikuti langkahnya.
Bayu memasuki sebuah ruangan yang telah di penuhi oleh beberapa manager di setiap perusahaan cabang dan juga ada kakek Brahma disana.
"Kuperkenalkan calon pemimpin baru kalian, cucuku satu-satunya, Bram Raka Yudistira".
Semua bersorak dengan memberi tepuk tangan yang meriah, sepatah kata yang hanya Bayu bisa berikan "Mari bekerja sama". Membuat suasana canggung dan lagi-lagi kakek Brahma mengambil suasana ruangan tersebut.
...***...
Bram Raka Yudistira, yang dikenal dengan nama samaran Bayu. Dia adalah pewaris tunggal dari Yudistira Corp, kekayaannya menjadi nomor satu di Asia. Selama ini Bram menyamar karena kakeknya ingin menguji Bram sebelum memimpin sebuah perusahaan besar dengan jutaan karyawan. Kakek Brahma ingin menguji sejauh mana Bram bisa bertahan tanpa fasilitas dan identitas yang melekat padanya.
Mengingat kebiasaan Bram yang dulunya banyak menghabiskan waktu untuk menghambur-hamburkan uang tanpa berpikir terlebih dahulu, membeli barang mewah semaunya, bermain banyak wanita saat berada di luar Negri, walaupun pendidikan Bram lancar karena kecerdasaannya tidak membuat kakek Brahma mengurangi rasa khawatirnya jika suatu hari nanti Kakek Brahma meninggalkan Bram sendiri karena kedua orang tua Bayu meninggal karena kecelakaan saat mereka ingin liburan.
Menjadi seorang pemimpin tidak hanya sekolah yang harus tinggi, materi buku tersusun rapi di kepala tapi bagaimana semua ilmu yang bergelar itu bermanfaat di dunia nyata, harus paham hidup bermasyarakat dan mengetahui apa yang masyarakat sederhana rasakan dan harapkan, bagaimana mereka mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan keluarganya.
Bram di beri waktu untuk menjalani semua itu sampai kakeknya meminta Bram kembali barulah Bram bisa kembali menggunakan identitas dan kekuasaannya dan kali ini bukan berada di Negara lain tapi di Negaranya sendiri.
Empat tahun berlalu Bram jalani dengan susah payah, mengingat Bram sejak lahir tidak pernah mengurus dirinya sendiri, semuanya di dampingi oleh maid, saat pertama kali menjalankan misi Bram kerap kali merasa ingin menyerah tapi entah bagaimana Bram selalu membandingkan diri dengan orang lain yang menurutnya lebih menderita darinya.
Saat Bram ingin menyerah dia akan mengingat bahwa hidupnya lumayan baik dari siapapun, dia hanya harus melewati ujian yang di beri kakeknya, hidupnya tidak akan menderita seumur hidup, berbeda dengan orang lain yang bekerja keras tanpa mengetahui masa depan mereka akan berlabuh dimana.
Bram telah mendapat banyak pengalaman bekerja dengan berbagai profesi untuk merasakan menjadi rakyat miskin dan makan seadanya, bukan beef atau Blonde d’Aquitaine makanan Favorit Bram di Prancis.
Berita kemunculan Bram disembunyikan dari semua media, bahkan para karyawan sampai pimpinan yang menyebarkan berita tersebut akan di hukum dan diancam pidanakan, Bram masih ingin menyembunyikan identitasnya, menunggu waktu yang tepat untuk menunjukan diri, Bram ingin bermain-main terlebih dahulu dengan orang-orang yang telah menjatuhkan harga dirinya.
"Aku tidak sabar melihat mereka bersujud di hadapanku" batin Bram dengan bibir yang sedikit tersungging.
Kakek Brahma yang melihat itu menghampiri Bram yang saat itu sedang berdiri di dekat jendela kaca yang sangat lebar dengan pemandangan semua kota di bawah bangunan kantor pencakar langit miliknya.
"Ada apa Bram?" tanya Kakek Brahma
"Aku hanya mengingat kemarin saat Bram menjadi rakyat jelata"
Mendengar itu Kakek Brahma tersenyum
"Pembelajaran apa yang bisa kau dapatkan Bram," tanya Kakek Brahma yang berjalan dan duduk di sebuah sofa empuk dalam ruangan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Taryumi 2003
yg dipikirin dendam aja, Bram.. emang ga mikirin Naya .
2024-12-27
0
Taryumi 2003
yah.. ternyata dulunya suka bermain wanita juga...celup sana celup sini dong . hiii...
2024-12-27
1
Ma Em
Bayu atau Bram balas perbuatannya si Nikol dan bapaknya Naya buat dia menderita dan merangkak di depanmu meminta ampun padamu bayu
2024-11-12
0