07. MSSM

"Baiklah, aku yang memancingmu lebih dulu," jawab Bayu yang tidak ingin berdebat dengan Naya karena dia tahu wanita lihai dalam hal sperti itu.

Tok..

Tok..

Tok..

"Bu Naya, tuan Nikol akan berkunjung 5 menit lagi," teriak Farah setelah itu berlari menjauhi ruangan.

Naya dan Bayu saling tatapan kemudian saling terkekeh.

"Sayang, kau sibuk. Aku pulang dulu yaa..." ucap Bayu.

"Tunggu sayaaang, aku ingin makan siang bersamamu di kantin perusahaan,".

"Apakah tidak masalah? makan di kantin perusahaan?,".

"Tidak, sudah lama aku tidak mendengar gunjingan orang-orang tentang kita, mulutku juga gatal ingin mengucapkan (kamu saya pecat) untuk karyawan yang tidak tahu diri," timpal Naya kemudian tersenyum.

Mereka berdua saling terkekeh, seakan sudah tahu kemana ujung dari setiap langkah yang akan mereka tempuh.

"Lantas bagaimana dengan tuan Nikol yang akan datang itu, kau akan meeting dengannya? Aku akan menunggu di mobil saja kalau begitu," ucap Bayu.

"Jangan sayang, Nikol adalah teman sekolahku di Singapore, aku ngga tahu untuk apa dia berkunjung," timpal Naya.

Mendengar itu, Bayu sudah paham situasinya. Dan lagi seseorang yang akan berusaha merebut istrinya akan berkunjung, kesempatan itu Bayu tidak akan lewatkan begitu saja. Bayu mengambil posisi duduk dekat meja kerja Naya.

Tok....

Tok...

"Masuk," ucap Naya.

"Hai Nay, How are you doing? Apa kabar?," tanya lelaki berwajah sedikit bule dihadapannya itu.

"I am great, same as always! aku baik seperti biasa," jawab Naya cuek.

"Kamu masih terlihat sama seperti yang dulu, masih tetap cantik," jelas Nikol.

Mendengar itu, Bayu menajamkan tatapannya kepada Nikol. Layaknya Elang yang siap mematok mangsanya.

"And, who's he? Siapa dia?,".

"Kenalkan, dia suamiku".

"Ha? Husband?!," timpal Nikol kaget.

"Yes, He is my husband," dengan memegang jemari Bayu.

"Oh- hai," sapa Nikol kelabangan.

"Hai," jawab Bayu dengan sedikit menaikan tangan.

"Nay, aku pikir rumor itu palsu, ternyata benar," balas Nikol.

Naya mendengar itu hanya tersenyum.

"Ada apa kau menemuiku?," tanya Naya.

"Aku hanya sekedar mampir di Negara ini, sekalian silaturahmi dengan papa mamamu, sudah sejak lama aku tidak bertemu mereka, terakhir saat di Singapore, aku selalu makan masakan tante Melanie, bermain dengan adikmu Arana, dan dulu kita tak terpisahkan saat di Singapore," penjelasan Nikol yang panjang sengaja untuk memanas-manasi Bayu.

"Kau bisa langsung ke alamat rumahku, untuk apa kau ke sini?," tanya Naya.

"Apakah salah menemui sahabat kecil?," tanya Nikol.

"Wait, ada yang ingin kuperlihatkan, ini kado untuk om Harun, menurutmu apa dia menyukainya?,".

Nikol memberi kode kepada asistennya, sebuah kotak yang memanjang yang berisi sebuah gulungan lukisan karya Paul Cézanne seorang pelukis dunia yang terkenal, yang salah satu koleksinya sudah dibeli oleh keluarga kerajaan Qatar.

"Lukisan The Card Players, by Paul Cezanne, bagaimana Nay?,".

"Bagus," balas Naya singkat karena tidak tahu menahu dengan dunia seni lukisan.

"Kamu tahu? Aku membelinya dengan harga $250 juta,".

"What? Kamu gila? Itu seharga Rp. 3,5 Trilliun".

"Its okay, itu hanya sedikit untuk sebuah hadiah, dibanding bekal makan siang yang tante Melanie buat untukku dan om Harun yang dulunya mengantar jemputku ke sekolah," jelas Nikol dengan memamerkan diri dihadapan Bayu.

Naya yang tiba-tiba mendapat panggilan dari pelanggan VIP meninggalkan tempat tersebut beberapa menit. Bayu seperti biasa akan menjadi dirinya sendiri saat Naya tidak berada di sampingnya.

"Lukisannya bagus," ucap Bayu.

"Tentu, karena harganya tidak main-main, apakah kau pernah memberi om Harun hadiah seperti yang akan aku berikan? Oppps, Sepertinya tidak aku lupa, kau lelaki pengangguran yang hidup di bawah isi dompet istrimu".

Mendengar itu, Bayu tersenyum sinis, karena sejatinya rumah tangga mereka, hanya Bayu dan Naya yang tahu, orang hanya menilai dari luar tanpa melihat isi dari rumah tangga Bayu dan Naya sendiri. Bayu tidak pernah memakai uang Naya sepeserpun untuk keperluannya, tak jarang Naya di beri uang saku walau dengan jumlah sedikit, setidaknya Bayu bertanggung jawab.

Untuk Naya uang Bayu sangat berharga, karena itu Naya menempatkan uang pemberian Bayu di brangkas Naya yang baru layaknya benda pusaka, Naya tahu suaminya itu sangat berusaha bertanggung jawab walau dengan gaji yang sedikit dibanding penghasilan Naya, hasil pembayaran Bayu sebagai editing konten online.

"Hmm saya memang tidak memiliki uang sebanyak itu saat ini...."

"Saat ini dan selamanya, ha ha ha," sambung Nikol dengan angkuh.

"Tuan Nikol apakah kau yakin lukisan ini asli?,".

Mendengar itu Nikol tersulut emosi.

"Apa maksudmu mengatakan seperti itu?! Apakah kau iri karena aku mampu memberikan mertuamu barang berharga sedangkan kau?!!,".

Bayu tersenyum sinis, "Aku hanya khawatir, uangmu itu sia-sia jika membeli lukisan yang palsu dengan harga fantastis".

"Tahu apa kamu dengan dunia lukisan?! tamat sekolah saja kau tidak sampai sarjana!!!".

"Lihat lukisan ini, garis yang terdapat diatas kanvasnya, teksturnya, bagaimana Paul menggambarkan apa makna yang disampaikan, lukisannya memiliki jiwa, warnanya yang khas, desain visual manusia yang mendalam, bandingkan warna lukisan ini, sangat buram dan permukaannya kasar,".

"Kau.." ucapan Nikol tercekat karena Naya sudah memasuki ruangan.

"Apa yang kalian bicarakan?,".

"Tidak ada Nay, baiklah aku permisi...." ucap Nikol dengan geram.

"Senang berkenalan dengan anda," ucap Bayu dengan menyunggingkan senyum devilnya tipis.

"Well Naya, see you...." ucap Nikol kemudian meninggalkan ruangan Naya.

Naya dan Bayu menghabiskan makan siang bersama di kantin kantor perusahaan, sesuai yang mereka tebak itu benar terjadi. Hanya saja ucapan mereka kali itu sedikit lebih diredam karena tahu Naya tidak akan segan-segan melakukan pemecatan, Naya sudah membuktikan seorang karyawan senior yang bekerja puluhan tahun Naya pecat hanya karena dia merasa sudah menjadi karyawan lama kemudian berani memberi saran kepada Naya untuk tidak melakukan pernikahan dengan Bayu karena tidak sederajat membuat Naya memecatnya tanpa hormat.

...****************...

setibanya di kantor, Bayu kembali ke rumah. Farah memasuki ruangan Naya dengan bertanya perihal Nikol yang meninggalkan ruangan Naya dengan wajah memerah karena emosi dan berbicara kasar terhadap asistennya, Farah hanya khawatir jika terjadi sesuatu, biasa saja Nikol menarik sahamnya dari perusahaan BOF.

"Tidak ada apa-apa Farah, semuanya baik-baik saja" timpal Naya

"Baiklah Bu, saya permisi,".

Selepas Farah meninggalkan ruangan Naya, dengan penasaran Naya pun mengecek CCTV dan mendengar pembicaraan Bayu dan Nikol, Naya dengan jelas menangkap ada yang aneh dengan wajah suaminya itu, seketika berubah menjadi tegas dan berbeda dari wajah Bayu yang sendu saat selalu bersamanya, dan aura itu? Senyum itu? Naya merasa itu bukan Bayu suaminya.

"Apakah Bayu memiliki penyakit kelainan ganda? dan bagaimana bisa dia menjelaskan secara terperinci layaknya profesional dalam bidang seni lukisan, hanya orang tertentu bisa melakukannya, hanya orang-orang setara ilmuan, sedangkan Bayu mengenyam bangku kuliah pun tidak, apakah hanya firasatku saja yang berlebihan?".

Terpopuler

Comments

Sri Siyamsih

Sri Siyamsih

4 th nay kmu nikahi bay masak gak ohm sedikitpun tetang suamimu

2024-11-21

0

Anonymous

Anonymous

jangan meliat dari kesing kemapuan seseorang ya

2024-10-16

0

Santi Rizal

Santi Rizal

sebenarnya Bayu orang kaya ya Thor

2024-09-18

1

lihat semua
Episodes
1 01. MSSM
2 02. MSSM
3 03. MSSM
4 04. MSSM
5 05. MSSM
6 06. MSSM
7 07. MSSM
8 08. MSSM
9 09. MSSM
10 10. MSSM
11 11. MSSM
12 12. MSSM
13 13. MSSM
14 14. MSSM
15 15. MSSM
16 16. MSSM
17 17. MSSM
18 18. MSSM
19 19. MSSM
20 20. MSSM
21 21. MSSM
22 22. MSSM
23 23. MSSM
24 24. MSSM
25 25. MSSM
26 26. MSSM
27 27. MSSM
28 28. MSSM
29 29. MSSM
30 30. MSSM
31 31. MSSM
32 32. MSSM
33 33. MSSM
34 34. MSSM
35 35. MSSM
36 36. MSSM
37 37. MSSM
38 38. MSSM
39 39. MSSM
40 40. MSSM
41 41. MSSM
42 42. MSSM
43 43. MSSM
44 44. MSSM
45 45. MSSM
46 46. MSSM
47 47. MSSM
48 48. MSSM
49 49. MSSM
50 50. MSSM
51 51. MSSM
52 52. MSSM
53 53. MSSM
54 54. MSSM
55 55. MSSM
56 56. MSSM
57 57. MSSM
58 58. MSSM
59 59. MSSM
60 60. MSSM
61 61. MSSM
62 62. MSSM
63 63. MSSM
64 64. MSSM
65 65. MSSM
66 66. MSSM
67 67. MSSM
68 68. MSSM
69 69. MSSM
70 70. MSSM
71 71. MSSM
72 72. MSSM
73 73. MSSM
74 74. MSSM
75 75. MSSM
76 76. MSSM
77 77. MSSM
78 78. MSSM
79 79. MSSM
80 80. MSSM
81 81. MSSM
82 82.MSSM
83 83. MSSM
84 84. MSSM
85 85. MSSM
86 86. MSSM
87 87. MSSM
88 88. MSSM
89 89. MSSM
90 90. MSSM
91 91. MSSM
92 92. MSSM
93 93. MSSM
94 94. MSSM
95 95. MSSM
96 96. MSSM
97 Sepatah Kata
Episodes

Updated 97 Episodes

1
01. MSSM
2
02. MSSM
3
03. MSSM
4
04. MSSM
5
05. MSSM
6
06. MSSM
7
07. MSSM
8
08. MSSM
9
09. MSSM
10
10. MSSM
11
11. MSSM
12
12. MSSM
13
13. MSSM
14
14. MSSM
15
15. MSSM
16
16. MSSM
17
17. MSSM
18
18. MSSM
19
19. MSSM
20
20. MSSM
21
21. MSSM
22
22. MSSM
23
23. MSSM
24
24. MSSM
25
25. MSSM
26
26. MSSM
27
27. MSSM
28
28. MSSM
29
29. MSSM
30
30. MSSM
31
31. MSSM
32
32. MSSM
33
33. MSSM
34
34. MSSM
35
35. MSSM
36
36. MSSM
37
37. MSSM
38
38. MSSM
39
39. MSSM
40
40. MSSM
41
41. MSSM
42
42. MSSM
43
43. MSSM
44
44. MSSM
45
45. MSSM
46
46. MSSM
47
47. MSSM
48
48. MSSM
49
49. MSSM
50
50. MSSM
51
51. MSSM
52
52. MSSM
53
53. MSSM
54
54. MSSM
55
55. MSSM
56
56. MSSM
57
57. MSSM
58
58. MSSM
59
59. MSSM
60
60. MSSM
61
61. MSSM
62
62. MSSM
63
63. MSSM
64
64. MSSM
65
65. MSSM
66
66. MSSM
67
67. MSSM
68
68. MSSM
69
69. MSSM
70
70. MSSM
71
71. MSSM
72
72. MSSM
73
73. MSSM
74
74. MSSM
75
75. MSSM
76
76. MSSM
77
77. MSSM
78
78. MSSM
79
79. MSSM
80
80. MSSM
81
81. MSSM
82
82.MSSM
83
83. MSSM
84
84. MSSM
85
85. MSSM
86
86. MSSM
87
87. MSSM
88
88. MSSM
89
89. MSSM
90
90. MSSM
91
91. MSSM
92
92. MSSM
93
93. MSSM
94
94. MSSM
95
95. MSSM
96
96. MSSM
97
Sepatah Kata

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!