“Hei, kau menantu tidak berguna, dari mana saja kau jam segini?," bentak Mama Melani.
“Aku tadi…..”.
“Ah sudahlah tante, tadi aku bertemu dia di mall, aku pikir dia ingin membeli kado ulang tahun untuk Arana ternyata dia tidak hadir, kamu ngaku," ucap Rangga.
“Iya kita bertemu di Mall,".
“Dimana kadoku?," tanya Arana.
“Kado? Aku tidak mengerti," timpal Bayu.
“Lantas untuk apa kau ke mall tadi?,” timpal Rangga.
“Tunggu, kau yang menggunakan uang Naya kan? Aku melihat notifikasi trasferr melalui ponselnya,”.
“Nay, apakah kau mempercayaiku?,” tanya Bayu dengan melihat mata Naya.
“Tentu,” timpal Naya dengan mengeratkan pegangannya ke lengan Bayu.
Suasana semakin panas sejak kedatangan Bayu yang berusaha untuk membela diri tapi tidak diberi kesempatan, Bayu semakin terpojok dengan kesaksian yang diberikan Rangga. Mertua Bayu Mama Melani berjalan dengan tatapan seolah ingin menerkam mendekati Bayu yang saat itu berada disisi Naya.
“Naya, kau sudah terhasut dengannya, bagaimana kau bisa yakin dia tidak menggunakan uangmu untuk kepentingannya sendiri, aku yakin dia berfoya-foya," jelas Melani dengan kekesalan yang menggebu-gebu.
“Ma, sudahlah…. Aku tidak masalah, itu hak Bayu, selama ini dia tidak pernah menghamburkan uang Naya, sepeserpun, jika kali ini dia gunakan aku tahu dia memiliki alasan tersendiri," timpal Naya dengan memberi pembelaan.
Harun Wicaksana yang menyaksikan itu perlahan berjalan dan mendekati mereka dengan melipat tangan di dada dengan wajah datar, tatapan merendahkan ke Bayu,
“Halah, sudahlah Nay, Ayah tidak pernah ikut campur untuk masalahmu, sejak awal kau memilih dia, ayah tidak pernah mengucap sepatah katapun tapi kali ini, ayah ingin kamu menceraikan dia, tinggalkan dia dan menikah dengan Nikol,".
Naya syok mendengar ucapan Harun, bagaimana bisa lelaki yang dipanggilnya Ayah tega membuat anaknya menderita dengan memisahkan Naya dan suaminya, lelaki yang Naya cintai.
“Naya buka matamu lebar-lebar, kesenangan apa yang bisa ia tawarkan? Dia hanya benalu, tidak berguna, sampah, dia hanya bisa bergantung padamu, apa yang bisa dia andalkan? Naya kamu kami besarkan dengan berlian, bagaimana bisa kau berbicara kebagaiaan bersama lelaki tidak berguna seperi dia!” jelas Harus Wicaksana.
Bayu sudah tidak tahan lagi, Bayu memegang bahu Naya kemudian berdiri di hadapan Naya dan menatap mata istrinya yang air matanya tengah mengalir deras, Naya tidak menyangka jika orang tuanya tega mengatakan hal kasar tentang suaminya,
“Naya, aku tanya sekali lagi, apakah kau mencintaiku?,".
Naya menjawabnya dengan anggukan.
“Naya, apakah kau menerima aku apa adanya?,".
Naya kembali memberi anggukan, Naya sudah tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi setelah mendengar ucapan kedua orang tuanya menghina lelaki yang dicintainya.
“Naya, apakah kau rela meninggalkan semuanya dan ikut bersamaku?,".
Naya kembali mengangguk.
“Naya, apa kau sudah gila?!," bentak Ayah Naya.
“Aku akan ikut kemanapun Bayu pergi," ucap Naya tegas.
Harun Wicaksana dan istrinya terperanga dengan mendengar ucapan Naya, dengan wajah memerah mengangkat jari dihadapan Naya dan Bayu, “Baiklah, kalau begitu, pergi sekarang dan semua fasilitas yang kamu gunakan tidak boleh kamu bawa, sepeserpun karena semua yang kamu miliki berasal dari kami berdua, orang tuamu”.
Mendengar itu, Naya tersenyum getir “Aku tidak tahu jika Ayah, Mama sangat mementingkan uang dibanding apapun!.
Akhirnya Naya dan Bayu meninggalkan rumah tersebut dengan saling menggengam erat.
...****...
Di Rumah sakit, seorang wanita paruh bayah yang terbaring lemah tanpa sadarkan diri dengan beberapa selang yang tengah tertancap di tubuhnya, mendengar dentingan layar monitor alat pendeteksi jantung,
“Siapa dia Bay?," tanya Naya dengan mata masih tertuju padanya.
“Dia adalah ibu kos ku dulu, dia adalah penolongku,".
“Kamu pernah kosan?,".
“Iya, saat pertama kali aku menginjakan kaki di kota ini,".
“Bukannya kamu berasal dari kota ini?,".
“Maksudku, dulu saat rumah kedua orang tuaku terjual, karena membiayai pengobatan mereka, setelah mereka tiada, aku tidak memiliki rumah lagi, aku memutuskan untuk mencari kosan sementara sebelum aku kontrak rumah, dia yang menjadi penolongku,".
“Hmm aku mengerti, apakah dia menggratiskannya untukmu?,".
“Tidak hanya itu, bahkan makan pun dia yang sering membawa ke kosanku, karena rumahnya tidak jauh dari kosan miliknya,".
“Apakah dia memiliki anak perempuan?,".
“Tidak, dia tidak memiliki anak, suaminya meninggalkan dia karena itu, padahal bukan keinginannya tapi memang takdir,".
“Apakah dia memiliki ponakan perempuan?,".
“Mana aku tahu Naya sayang, tunggu…. Kenapa pertanyaanmu seperti itu?,".
“Hanya saja saat ini manusia seperti dia sangat langkah, kalau ngga ada maksud lain ingin menjodohkan mu dengan salah satu kerabatnya,".
Bayu mendengar itu mencubit pipi Naya gemas, ada tatapan curiga dan cemburu di mata wanita yang dicintainya itu, tingkah Naya seolah takut jika Bayu akan menjadi korban sinetron perjodohan dengan alasan bayar hutang budi.
“Sayang, mungkin hanya kamu satu-satunya wanita yang berpikir seperti itu,".
“Tapi aku bisa saja benar kan?,".
“Hmm iya, iya, dengarkan aku. Bibi Nia itu menjual beberapa makanan di teras rumahnya, aku suka membantunya, bahkan dia mengatakan telah menganggap aku sebagai anaknya,”.
“Hmm aku mengerti,".
“Apakah kau tidak ingin bertanya tentang uang yang aku gunakan dari kartu pemberianmu?,".
“Tidak, aku percaya padamu,".
“Itu untuk biaya pengobatan Bibi, untuk transpalasi jantung,".
Naya mendengar itu, memeluk Bayu erat. “I am proud of you sayang”.
Mereka memutuskan sementara tinggal disebuah kosan yang dulunya Bayu tempati, Bayu membeli perlengkapan seadanya dengan uang tabungan Bayu sendiri, membeli beberapa lembar pakaian sementara yang Naya bisa gunakan, begitupun Bayu. Setiap hari mereka di sibukkan dengan membesuk Bi Nia yang akhirnya transpalasi jantungnya berhasil.
...****************...
Seminggu berhasil Naya lalui menjadi masyarakat yang memiliki kehidupan yang biasa dengan berbagai drama, ketegasan dalam dirinya saat itu runtuh, dimulai dengan Naya yang harus masak mie menggunakan bantuan google, tidak tahu cara menggunakan rice cooker, kompor gas, mandi dengan air yang ditampung dalam wadah ember bekas cat nippon point, menggunakan gayung, toilet jongkok, mencuci piring dan pakaian sendiri, dan malam yang Naya lalui tanpa tidur nyenyak karena hanya beralaskan kasur seadanya dengan kipas angin dengan suara yang bising.
Semua itu pertama kali untuk Naya, Bayu sangat ingin membantu Naya tapi Naya kekeh untuk ingin belajar menjadi istri yang baik, berusaha menyiapkan segalanya. Dalam hidup Bayu, sudah sangat banyak hinaan yang ia terima, Bayu masih bisa menahannya dan bersikap acuh. Tapi saat melihat kulit Naya dengan bintik merah, Bayu benar-benar sudah merasa tidak berguna sama sekali menjadi seorang lelaki dan seorang suami.
“Sayang, aku masih ada tabungan sedikit bagaimana jika kita membuka usaha bisnis?,".
“Bisnis apa sayang?,".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Stevi Palit
ceritanya bagus, sangat menyentu hati 👍🏻💪💪 lanjut thor
2024-12-10
0
Adri Pratama
oke nih cerita alurnya
2025-02-19
0
Mega Wati
ini benarnya miskin ato gmn sih.... SMKN ancur aj crtnya... gk msuk logika,
2024-10-28
2