“Jangan berpikir macam-macam, Bayu itu anak yang bertanggung jawab, tidak mungkin dia akan meninggalkanmu, Bibi yakin, dia saat ini sangat berusaha untuk berada disini”.
Ceklek…
Pintu ruang kamar inap terbuka, beberapa suster, dokter dan beberapa asisten dokter tengah mengecek keadaan Bayu.
“Bagaimana dok?,” tanya Naya.
“Sayatannya sedikit merobek ususnya, kalau cuma ditangani sederhana seperti ini, saya takutnya terjadi sesuatu dengan pasien, dan rumah sakit ini juga peralatan medisnya terbatas apalagi sekarang darah yang sesuai dengan pasien sangat langkah, kemungkinan itu hanya terdapat di rumah sakit pusat,”.
Mendengar penjelasan dokter, Naya tidak ada pilihan lain, Naya mendekati Bayu yang terlihat pulas dalam tidurnya dengan wajah yang pucat pasih, beberapa peralatan di tubuhnya dan suara detak jantung Bayu yang berada dalam layar monitor terdengar riuh dalam ruangan tersebut, Naya memegang tangan Bayu, mengecup kening Bayu dan membisikkan kalimat indah.
"Sayang, aku mencintaimu, kau harus sembuh dan kita harus bahagia", kemudian Naya meminta izin kepada Bibi Nia untuk sementara menemani dan mengurus Bayu.
Bibi Nia memberikan banyak pertanyaan untuk Naya tapi dia hanya memberi Bibi Nia balasan janji akan menjelaskan setelah semua yang dialami Bayu terlewati. Naya meninggalkan rumah sakit dengan menaiki taksi kemudian Naya menuju ke rumah kedua orang tuanya, hanya itu satu-satunya jalan untuk membantu Bayu melewati keadaan kritisnya, ego Naya akan dia rendahkan kali ini untuk Bayu.
“Kenapa kau datang? Apakah kau sudah menyerah? Bagaimana rasanya menjadi gembel? Cinta? Emangnya cinta ngga butuh biaya?,” ucap Mama Naya sinis.
“Papa akan membantu dengan dua syarat," ucap Harun.
“Apa syaratnya Pa?," timpal Naya.
"Kamu harus menceraikan dia dan kembali ke rumah untuk melangsungkan pertunanganmu dengan Nikol, bagaimana?,".
Mendengar itu Naya sangat terpukul, air mata Naya berjatuhan dihadapan kedua orang tuanya,
“Naya apa yang membuatmu lemah seperti ini? Ingat apa yang Papa ajarkan, jangan menangis!,".
“Tapi pa, Naya sangat mencintai Bayu pa, apa papa tidak bisa memberi kami sedikit saja ruang untuk bernafas?,".
“Cinta? Cinta tidak akan membantu apapun Naya, itu kenyataan,".
“Sekarang pilihan ada di tanganmu Nay," timpal Mama Naya.
Naya terdiam, mengingat semua kenangan indah bersama Bayu dalam suka maupun duka, hidup dalam kesederhanaan dengan tangan yang saling menggenggam, saat mereka sedang tertawa, janji mereka untuk selalu bersama, semua reka adegan berputar bersamaan dengan wajah Bayu yang sedag terbaring lemah di rumah sakit.
“Baiklah Pa, tapi Papa harus menjamin Bayu sampai dia sembuh dan setelahnya tolong jangan ganggu hidup Bayu lagi,".
“papa setuju," timpal Harun dengan tersenyum senang.
Harun Wicaksana, menyodorkan map yang berisi perjanjian mereka.
“Ternyata papa sudah merencakan semuanya," ucap Naya dengan lirih.
“Kau tau sendiri papa seperti apa," timpal Harun dengan tersenyum penuh kemenangan.
“Bahkan dengan keluarga sendiri Papa tidak memiliki rasa percaya, Bayu maafkan aku, ini semua demi kebaikanmu, aku lebih baik berpisah denganmu secara hukum dari pada berpisah secara dunia aku tak bisa tanpamu Bayu, maafkan aku….” batin naya dengan tangisnya yang sesegukan.
Mulai malam itu, Naya tinggal di rumah Pak Harun Wicaksana karena sebuah perjanjian dan semua yang telah disepakati akan diurus oleh asisten Pak Harun. Naya hanya diam, dan menuruti segala yang Pak Harun Wicaksana katakan.
...***...
Seminggu berlalu, Bayu sadar dari komanya “Naya…”
“Nay ….”
“Nak Bayu…..” Bi Nia panik dan menekan tombol emergency yang berada dalam ruangan tersebut.
Tidak berselang lama, beberapa tim medis yang menangani Bayu berkumpul, ditangani dengan sangat intensif, Bayu melihat itupun heran karena menurutnya hanya tamu VIP yang mendapatkan pelayan seperti itu.
“Bi, di mana Naya?,".
Bibi Nia hanya terdiam.
“Bi, di mana Naya?,".
“Nanti Bibi jelaskan, sekarang kamu istrahat saja dulu".
Bayu berusaha bangun dari pembaringannya walau sedikit meringis menahan perih di perutnya bekas operasi yang belum mengering, Bayu sedikit menerawang wajah Bibi Nia untuk berusaha mencari jawaban dari pertanyaannya, tapi pertanyaan salah seorang dokter membuyarkan tatapan Bayu.
“Apa yang anda rasakan saat ini tuan Bayu?,".
“Tuan?” batin Bayu
“Sedikit pusing dan perut saya masih perih dok,".
“Baiklah, kami akan memberikan beberapa resep obat untuk mempercepat pemulihan tuan Bayu, tolong jangan lakukan banyak pergerakan terlebih dulu, kami akan datang memantau kesehatan tuan sekali setiap jam, terimah kasih,".
Akhirnya semua Dokter tersebut meninggalkan ruangan yang luasnya bisa dibadingkan dengan luas rumah Bibi Nia.
“Bi, Naya di mana?,".
Mendengar pertanyaan itu, Bibi Nia sedikit iba, tidak tega menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Naya, apa lagi Bayu yang saat itu baru siuman.
“Bayu, dengarkan Bibi, apapun yang Bibi jelaskan kamu harus menahan diri dan mengutamakan kesehatanmu terlebih dahulu,".
“Maksud Bibi apa?,".
Bibi Nia menghembuskan nafasnya berat kemudian berjalan ke sebuah rak meja, menenteng map biru kemudian diserahkan kepada Bayu.
“Apa ini Bi?,".
“Bacalah,".
Bayu membuka map biru tersebut kemudian matanya tertuju pada kalimat yang membuatnya syok, “Apa? Cerai? Naya menceraikanku? Kenapa Bi? Apa ini alasan Naya tidak berada menemaniku?,".
Bibi Nia hanya bisa menganggukan kepalanya, “Bi, Naya pasti bercanda, dia tidak akan mungkin meninggalkan aku Bi, pasti terjadi sesuatu, aku harus menemui Naya Bi," ucap Bayu yang tidak menerima perceraian tersebut.
“Sudahlah Nak Bayu, Naya saat ini sudah bertunangan".
“Ha?!!!," dengan wajah yang tercengang.
Bayu masih terdiam dan merasa tidak percaya apa yang telah di ucapkan oleh Bi Nia, semuanya terasa hanya mimpi untuk Bayu tapi Bibi Nia tidak mungkin bergurau dengan situasi seperti itu.
“Kamu harus sabar dan berlapang dada," ucap Bibi Nia.
“Tidak mungkin, naya tidak seperti itu Bi,".
"Itu fakta yang terjadi Nak Bayu, Nak Naya sudah menjadi tunangan seseorang yang bernama Nikol,".
Bibi Nia menjelaskan kepada Bayu tentang pertunangan Naya yang di laksanakan sangat meriah dan ditayangkan oleh media Televisi, Bi Nia yang menyaksikan itupun tidak percaya.
Sebelum pertunangan tersebut berlangsung, sebuah map biru sudah berada di tangan Bi Nia yang diberikan langsung oleh seorang pengacara yang diamanahkan untuk Bayu, kebenaran Naya pun yang terungkap oleh Bi Nia membuat Bibi Nia tidak percaya bahwa selama ini wanita yang bersamanya adalah seorang wanita yang Bibi Nia pernah nonton dibeberapa acara talkshow dalam TV, wanita yang daftar kekayaanya masuk dalam 10 besar orang berpengaruh dan terkaya di Asia.
Bayu melepaskan selang infus yang bertengger diatas pundak tangannya, meraih map biru kemudian berlalu keluar dari ruangan tersebut tanpa sepatah kata. Bayu menggunakan taksi menuju rumah Naya. Bibi Nia berusaha mengejar dan menahan Bayu akhirnya tidak berhasil melakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Imam Sutoto
buset mantap gan lanjutkan good
2024-07-09
0
زيتون مامة
ermmm.. hero yang lemah.. tajuk aja kata kaya
2024-06-29
0
Pierany Prahasiwie
hadeeehh baru sekali ini aku baca CD erita tolol..dan yg nulis pasti ank babi
2024-05-27
3