14. MSSM

Gerbang kediaman Harun Wicaksana…

Bayu tiba dengan langkah tertatih berjalan ke gerbang rumah megah yang berada di hadapannya, Bayu melihat sekeliling halaman rumah tapi tidak ada siapapun di sana, Bayu kemudian menuju pos satpam yang ternyata juga kosong.

“Nayaa……” teriak Bayu.

“Nayaa…… ini aku, Nayaa keluar,".

“Naya, aku sudah sembuh…… Naya keluarlah, ku mohon,".

Rumah masih terlihat kosong, akhirnya Bayu memutuskan untuk ke Perusahaan BOF menggunakan taksi kembali. Di Perusahaan milik Naya, satpam melarang keras Bayu untuk memasuki gedung pencakar langit tersebut.

Bayu tidak menyerah, dia menunggu di depan pagar perusahaan tersebut, menunggu seseorang yang sangat berharga didalam hidupnya walau hanya sekedar melihat Naya untuk mengobati rasa rindunya. Terik matahari telah berlalu menjadi senja, malam menyambut Bayu masih berada di depan gedung tersebut, melihat padatnya karyawan lalu lalang meninggalkan gedung satu persatu hingga gedung pencakar langit tersebut terlihat sepi.

Bayu sudah terlihat pucat dan akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri. Naya mengetahui hal tersebut melalui laporan Farah sekretarisnya dan beberapa sudut CCTV perusahaan yang menampilkan usaha Bayu menunggu Naya untuk menemuinya hanya bisa terisak didalam ruang kerjanya “apa yang harus aku lakukan….” Batin Naya

Bayu kembali dalam ruang perawatan di rumah sakit, Bibi Nia yang sedang menjaga Bayu merasa iba melihat kondisi Bayu yang kembali drop, sesekali Bayu mengigau dalam tidurnya memanggil nama Naya, begitupun Naya yang melihat kondisi Bayu pingsan di depan perusahaan.

Naya kembali ke kediamannya yang baru, dia memasuki rumah tersebut melangkah dengan gontai, Naya menaiki anak tangga dengan sesekali memijat pelipiisnya, suhu badan Naya juga terasa panas. Asisten rumah tangga Naya melihat itu membantu Naya untuk masuk ke kamar pribadinya.

"Nyonya, saya panggil dokter ya, suhu badan anda terasa sangat panas".

Mendengar itu Naya hanya memberi anggukan. Naya tertidur dan memanggil nama Bayu. Dokter pribadi yang berkunjung menyadarkan Naya untuk memberi perawatan intensif, semua peralatan medis yang Dokter siapkan di dalam tas yang di tentengnya kini berada di tubuh Naya.

“Selamat Nyonya Naya, anda hamil,".

“Hamil Dok?!,".

“Iya, anda hamil dengan usia kehamilan anda tiga minggu,".

Naya kembali sesegukan mendengar kabar yang membuatnya sangat bahagia ”Bayu, kita akan punya anak”.

“Nyonya Naya harus menjaga kandungan Nyonya, karena usia tersebut sangat rentang keguguran”

“Baiklah Dok, terimah kasih”

“Saya akan memberi obat untuk penguat kandungan, selebihnya Nyonya Naya harus memperhatikan pola makan, istrahat dan tolong jangan stress karena hal itu juga bisa menjadi penyebab rentangnya terjadi keguguran saat hamil muda,".

“Terimah kasih Dok,".

“Saya permisi”.

Naya hanya mengangguk dan kembali membenamkan wajahnya di bantal kemudian menangis, “sayang, kamu harus kuat demi Papa dan Mama yang saat ini sedang berjuang untuk bersama, terimah kasih karena telah hadir, setidaknya mama tidak sendiri, ada kamu disini," gumam Naya dengan meraba perutnya yang masih rata.

...***...

Ke esokan harinya, Naya tidak ingin ke perusahaan, Naya memilih istrahat di rumah sesuai dengan saran dokter, Naya sangat antusias dengan kehamilannya, dia menyiapkan beberapa kudapan yang bisa membuat janinnya tumbuh sehat, tiba-tiba asisten rumah tangga Naya menghampiri Naya untuk memberikan informasi bahwa mereka kedatangan tamu.

Naya beranjak dari pembaringan dan berjalan menuruni anak tangga. Naya melihat kedatangan kedua orang tuanya dan nikol disana sedang duduk dengan wajah yang kesal dan tatapan yang mengintimidasi.

“Ada apa kalian datang?,".

“Apa benar kamu hamil?," tanya Nikol.

“Benar!,".

“Naya, aku tidak ingin menikah dengan wanita yang sedang mengandung,".

“Kau pikir aku ingin menikah denganmu?,".

“Bukankah kita sudah sepakat?,".

“Pa, apa Papa ingat perjanjian kita? Sampai bertunangan bukan menikah,".

“Naya!” bentak Nikol.

“Apa menantu seperti ini yang papa inginkan? Dia membentak Naya tepat di hadapan Papa,".

Mendengar itu, Nikol kembali membetulkan duduknya dengan berusaha meredam amarahnya.

“Lantas apa yang kau inginkan?," tanya pak Harun.

“Naya ingin mempertahankan janin ini, tapi papa jangan khawatir, Naya tetap akan bekerja di perusahaan,".

“Baiklah, keputusan sudah dibuat, kalau begitu kamu istrahat, Ma ayo pulang,".

Tanpa aba-aba mereka semua meninggalkan Naya “aneh, terasa sangat gampang, aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu, aku harus hati-hati” batin Naya

...***...

Bayu yang berada di rumah sakit sedang berjuang, tidak hanya untuk sakit yang di deritanya tapi juga mengembalikan jiwanya yang sudah hilang, Bayu duduk bergumam berulang kali untuk ingin bertemu Naya, untuk meminta Naya kembali, untuk meminta penjelasan Naya, melihat itu Bibi Nia dengan sabar selalu memberi semangat dan motivasi Bayu untuk tidak gegabah melakukan sesuatu “nak Bayu, bagaimana bisa kau menemukan nak Naya kalau kamu sakit, kamu harus sembuh total setelah itu kamu berjuang mendapatkan Naya kembali” jelas Bibi Nia

Bayu yang mendengarnya sejenak berpikir, Bibi Nia benar, karena jika Bayu paksakan pun hasilnya tidak akan maksimal, dia putuskan untuk beberapa hari berada dalam rumah sakit opitmis untuk sembuh.

...***...

Di Kantor BOF.

Naya duduk dengan wajah lesuh di singgasana ruangannya, pena yang bertengger sesekali berputar di jemarinya sebagai petanda Naya tengah berpikir untuk menyampaiakan kabar baik itu kepada Bayu, tapi Naya sadar saat itu dia berada diposisi dalam perjanjian kontrak bersama Pak Harun dan lain hal Bayu pasti telah mengetahui pertunangannya dengan Nikol.

Jemari Naya lainnya juga tidak berhenti mengelus perutnya datarnya itu dengan Naya sesekali bersenandung ria agar membuat janinnya sensisitf dengan suara Naya.

“Owek….”

“Owek….”

“Ada apa Bu?” tanya Farah sekretaris Naya.

“Tidak apa-apa Far, apa schedule ku hari ini?,".

“Anda memiliki meeting dengan tiga perusahaan Internasional dan tiga lainnya clien VIP kita ingin membuat sebuah rancangan,".

“Baiklah, kau siapkan semuanya dan tolong sebelum itu kamu ke rumah sakit bertemu dokter Handoko, katakan bahwa kau sekretarisku, pasti dia akan mengerti”.

“Baik Bu,".

Di rumah sakit, perlahan kesehatan Bayu berangsur membaik, rasa nyeri di perutnya tidak terasa lagi hanya saja Bayu butuh sedikit waktu untuk mengoptimalkan tenaganya sedangkan Bi Nia kembali membuka warung seperti biasa, hanya saja dia merasa sedih karena kehilangan gadis yang periang itu dirumahnya.

Drrrrtttttt….

Drrrrttttt….

“Ya halo, kenapa Nak Bayu?,".

“Bi, apakah aku bisa minta tolong?,".

“Iya, apa itu?,".

“Tolong bawain Bayu kotak kecil yang ada di belakang lemari kamar Bayu, dirumah Bibi,".

“Belakang lemari?,".

“Iya Bi,,".

“Baiklah”.

Beberapa menit kemudian Bi Nia, mencari sebuah kotak sesuai arahan Bayu. Benar di belakang lemari ada sebuah kotak hitam yang ukuran sedang terbuat dari aluminium, Bi Nia sesekali menggerakkan kotak tersebut tapi hanya terdengar suara benturan kecil didalam sana.

Terpopuler

Comments

Tony Manru

Tony Manru

babi sampah

2024-10-10

1

Imam Sutoto

Imam Sutoto

good job Thor lanjut

2024-07-09

0

Mario Talumewo

Mario Talumewo

kapan ngetutnya?

2024-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 01. MSSM
2 02. MSSM
3 03. MSSM
4 04. MSSM
5 05. MSSM
6 06. MSSM
7 07. MSSM
8 08. MSSM
9 09. MSSM
10 10. MSSM
11 11. MSSM
12 12. MSSM
13 13. MSSM
14 14. MSSM
15 15. MSSM
16 16. MSSM
17 17. MSSM
18 18. MSSM
19 19. MSSM
20 20. MSSM
21 21. MSSM
22 22. MSSM
23 23. MSSM
24 24. MSSM
25 25. MSSM
26 26. MSSM
27 27. MSSM
28 28. MSSM
29 29. MSSM
30 30. MSSM
31 31. MSSM
32 32. MSSM
33 33. MSSM
34 34. MSSM
35 35. MSSM
36 36. MSSM
37 37. MSSM
38 38. MSSM
39 39. MSSM
40 40. MSSM
41 41. MSSM
42 42. MSSM
43 43. MSSM
44 44. MSSM
45 45. MSSM
46 46. MSSM
47 47. MSSM
48 48. MSSM
49 49. MSSM
50 50. MSSM
51 51. MSSM
52 52. MSSM
53 53. MSSM
54 54. MSSM
55 55. MSSM
56 56. MSSM
57 57. MSSM
58 58. MSSM
59 59. MSSM
60 60. MSSM
61 61. MSSM
62 62. MSSM
63 63. MSSM
64 64. MSSM
65 65. MSSM
66 66. MSSM
67 67. MSSM
68 68. MSSM
69 69. MSSM
70 70. MSSM
71 71. MSSM
72 72. MSSM
73 73. MSSM
74 74. MSSM
75 75. MSSM
76 76. MSSM
77 77. MSSM
78 78. MSSM
79 79. MSSM
80 80. MSSM
81 81. MSSM
82 82.MSSM
83 83. MSSM
84 84. MSSM
85 85. MSSM
86 86. MSSM
87 87. MSSM
88 88. MSSM
89 89. MSSM
90 90. MSSM
91 91. MSSM
92 92. MSSM
93 93. MSSM
94 94. MSSM
95 95. MSSM
96 96. MSSM
97 Sepatah Kata
Episodes

Updated 97 Episodes

1
01. MSSM
2
02. MSSM
3
03. MSSM
4
04. MSSM
5
05. MSSM
6
06. MSSM
7
07. MSSM
8
08. MSSM
9
09. MSSM
10
10. MSSM
11
11. MSSM
12
12. MSSM
13
13. MSSM
14
14. MSSM
15
15. MSSM
16
16. MSSM
17
17. MSSM
18
18. MSSM
19
19. MSSM
20
20. MSSM
21
21. MSSM
22
22. MSSM
23
23. MSSM
24
24. MSSM
25
25. MSSM
26
26. MSSM
27
27. MSSM
28
28. MSSM
29
29. MSSM
30
30. MSSM
31
31. MSSM
32
32. MSSM
33
33. MSSM
34
34. MSSM
35
35. MSSM
36
36. MSSM
37
37. MSSM
38
38. MSSM
39
39. MSSM
40
40. MSSM
41
41. MSSM
42
42. MSSM
43
43. MSSM
44
44. MSSM
45
45. MSSM
46
46. MSSM
47
47. MSSM
48
48. MSSM
49
49. MSSM
50
50. MSSM
51
51. MSSM
52
52. MSSM
53
53. MSSM
54
54. MSSM
55
55. MSSM
56
56. MSSM
57
57. MSSM
58
58. MSSM
59
59. MSSM
60
60. MSSM
61
61. MSSM
62
62. MSSM
63
63. MSSM
64
64. MSSM
65
65. MSSM
66
66. MSSM
67
67. MSSM
68
68. MSSM
69
69. MSSM
70
70. MSSM
71
71. MSSM
72
72. MSSM
73
73. MSSM
74
74. MSSM
75
75. MSSM
76
76. MSSM
77
77. MSSM
78
78. MSSM
79
79. MSSM
80
80. MSSM
81
81. MSSM
82
82.MSSM
83
83. MSSM
84
84. MSSM
85
85. MSSM
86
86. MSSM
87
87. MSSM
88
88. MSSM
89
89. MSSM
90
90. MSSM
91
91. MSSM
92
92. MSSM
93
93. MSSM
94
94. MSSM
95
95. MSSM
96
96. MSSM
97
Sepatah Kata

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!