Tidak seperti biasanya, Naya begitu disiplin dan tepat waktu dalam pekerjaannya, dulu Naya tidak pernah memberi dirinya waktu untuk bersantai, baginya time is money.
Kali ini Naya sudah berubah, dia menikmati hari-harinya dengan santai, menjaga kesehatan, mengonsumsi buah-buahan dan makanan yang sehat, minum susu yang dulunya Naya sangat benci aromanya, kini Naya telah menjadikannya sebuah rutinitas Naya setiap harinya.
Di rumah sakit Bayu mengusap kotak hitam tersebut yang nyatanya memiliki layar touchscreen yang hanya bisa tampil saat pemilik yang pertama kali menyentuhnya dan mendeteksi secara sensitif kulit pemilik pertama tersebut.
Bayu kemudian memasukan sandi dan kotak hitam itu terbuka dengan sendirinya. Tidak ada yang aneh dalam kotak hitam tersebut selain berisi sebuah Hp pengeluaran terbaru, Bayu mengaktfikannya dan skali lagi, wajah Bayu begitu sangat kesal, seolah-olah bayu tengah menunggu notifikasi pesan yang muncul dalam layar Hp tersebut, “aku pasti bisa” gumam bayu.
...***...
Pagi hari suasana kantor di padari dengan ratusan karyawan tengah memasuki gedung pencakar langit tersebut, begitupun dengan atasannya. Naya berjalan memasuki gedung dengan sesekali menyapa beberapa karyawan yang melihatnya, menyunggingkan senyum manisnya yang ramah,
“Selamat pagi Pak Adi selamat pagi Pak Bima…..” ucap Naya dengan ceria kepada penjaga pintu perusahaan. Mereka nampak bingung dengan mereka saling menatap tidak mengerti.
“Hus hus… di, adi, sini…” ucap pak Bima
Pak adi yang melihat kode itupun celingak-celinguk kemudian berlari kecil ke arah Pak Bima.
“Yang lewat tadi itu bu Naya kan?”
“Iya Bim, itu bu Naya, Bim dia hafal nama kita” timpal pak Adi dengan girang
“Iyaa Di, jangan-jangan kita mau dinaikkan jabatan atau gajinya”
“Tapi Bim kok aneh yaa, udah lama kita kerja disini tapi Bu Naya ngga pernah nyapa kita”
“Iya kamu, benar, malahan dia aura singanya terasa pas dia lewat,”
“Apa jangan-jangan dia tadi berbaik hati mangil karena kita mau dipecat?”
“Husss diam kamu, yaa Alloh semoga ngga yaa, amit-amit”
“Bim, kamu liat tadi style nya bu Naya, berbeda yaa dari biasanya?”
“Hu’um, dia lebih sporty dan lebih ceria juga”
“Apa jangan-jangan dia kembaran bu Naya? Jadi bu Naya punya saudara kembar, yang kemaren-kemaren tuh, Bu Naya asli, dan yang tadi tuh Bu Naya palsu”
Senyum yang tersungging di wajah Naya, gaya sporty tanpa heels, terlihat sederhana tapi tetap elegant, menjadi topik pembicaraan di seluruh karyawan perusahaan hari itu, ada yang bergosip baik dan buruk itu pasti, karena penilaian manusia tidak bisa dikendalikan, Naya tetap tidak peduli. Naya tetap ingin menjadi yang terbaik versi dirinya untuk anak yang berada dalam kandungannya.
“Bayu sayang, tunggu aku, aku akan membuat papa menyerah dengan surat perjanjian itu dengan kehadiran cucu di rahimku, aku menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahunya, dan si nikolitu, aku akan menghancurkannya sendiri, aku harus bekerja keras, memperbanyak relasi bisnis untuk mengalahkannya” batin Naya
Naya memasuki ruang kerjanya dan duduk di kursi singgasananya. Bersiap.bertemu dengan clien VIP yang Farah jelaskan,
Tak….
Tak….
Tak….
dengan suara heels yang khas dia memasuki ruangan Naya dengan senyum yang sumringah.
“Good morning…..”
“Good morning Ms.Monica”
“No, no, no… panggil aku Mrs. Jordan, karena tidak lama lagi aku akan melansungkan pernikahan dengannya” jawab Monica dengan centilnya sembari memperlihatkan cincin yang berada di jari manisnya.
Jordan adalah salah satu kandidat lelaki yang pernah Naya temui karena paksaan kedua orang tuanya, Naya tahu betul watak Jordan seperti apa, Jordan lelaki dengan seribu ucapan manis, sama dengan lelaki pada umumnya pamer dengan harta benda warisan dari kedua orangtuanya, dan Naya masih ingat kejadian saat dinner bersama jordan ada dua wanita yang datang meminta pertanggung jawabannya,
“Ada apa dengan senyum itu”ucap Monica curiga
“Nothing”
“Kamu mantannya Jordan yaa?” tanya Monica
Mendengar itu, Naya ingin menumpahkan semua isi perutnya di depan Monica. Monica sangat santai berhadapan dengan Naya karena mereka selalu terlibat dalam satu project Fashion, Monica selalu menjadi model yang Naya gunakan untuk memaerkan rancangan busananya.
Naya membetulkan posisi duduknya mendengar ocehan Monica yang ingin menggunakan gaun dengan tema pernikahan internasional wedding, Monica menginginkan gaun dengan backless hiasan payet, dan beberapa mutiara di kera yang berbentuk V dan bagian bawah gaunnya Monica ingin berbentuk A-line, banyak lagi yang diinginkan Monica, tiba-tiba Naya terasa mual,
“tunggu…..”
Naya meninggalkan Monica dan berjalan menuju Bathroom ruangannya,
“Owek….”
“owek…..”
Naya keluar berjalan engan wajah yang sedikit telah berubah menjadi pucat,
“Ada apa Nay?”
“Tidak apa-apa” timpal Naya dengan minum seteguk kemudian meraih obat yang Dokter Handoko resepkan.
“Kamu hamil Nay?!”
“Iya, kenapa kau begitu kaget? Aku wanita yang sudah menikah dan itu wajar”
“Wait, bukannya kamu sudah bercerai dan sekarang kamu tunangan Nikol?”
“Tunangan hanya sebatas itu”
“Kamu tahu Nay, rumor di masyarakat saat ini tentangmu?”
“Aku tidak peduli”
“Hmm, ya aku juga tidak percaya, karena itu aku masih akan tetap menggunakan gaun rancanganmu di pernikahanku”
“Thanks Monic”
“Hmm kenapa diam?” tanya Naya
Monica yang terdiam kembali tersenyum, dia sangat ingin menanyakan alasan perceraian dengan suaminya tapi monica menghargai privasi Naya.
“No, its incredible….OMG selamat Nay!” ucap Monica dengan kegiarangan membuat Naya tersenyum.
“Kau bisa tersenyum seperti itu juga?”
“Aku selalu tersenyum seperti ini” Timpal Naya
“Tidak, never!”
“Aku minum vitamin dulu,kepalaku sudah mulai pusing, kau bisa melihat sketsanya dan koreksi jika ada yang tidak sesuai” jelas Naya yang ingin mengonsumsi obat yang diberikan Dokter Handoko.
“Wait, Nay aku mau liat semua obat-obatanmu” ucap Monica
“Ada apa?” tanya Naya
Monica tiba-tiba merampas semua pil yang berada di tangan Naya, kemudian dia membaca satu persatu bungkusan obat tersebut, dengan wajah yang sulit di artikan Naya.
“Nay, kau gila?!!!!”
“Ada apa?!”
“Aku tahu, kau sedang banyak masalah tapi bukan begini solusinya”
“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan”
“Nay, yang ini vitamin tapi dua pil lainnya itu obat yang bisa membuat kamu keguguran Nay!”
“Apa?!! Kamu tau dari mana itu obat yang bisa menggugurkan kandungan?”
“Nay, aku memang seorang model tapi dulu aku kuliah bagian farmasi sebelum menjadi Model, aku sempat bekerja di apotik rumah sakit ternama di negara ini, jadi sangat tahu Nay,”
“Kau harus membuktikan ucapanmu Monica, tidak mungkin Dokter kepercayaan keluargaku melakukan itu”
“Baiklah, kau bisa cek sekarang juga.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Taryumi 2003
kayaknya Bayu masih misteri nih.. terlihat waktu bicara dgn Nicol dikantor Naya yg kasi komentar soal lukisan nicol
2024-12-26
0
Taryumi 2003
untung ada org baik..
2024-12-26
0
Mimik Pribadi
Syukurlah,,,,sblm itu obat diminum,ada yng mengingatkan Naya klo obat tsb bisa menyebabkan keguguran,,,,
2024-10-08
0