Naya meraih telfon yang berada didekatnya meminta Naya memasuki ruangannya.
“Farah, hubungkan aku dengan Dokter Lucia via video call”
“Baik Bu”
“Dokter Lucia? Buset, dia kan kepala farmasi negara ini,” batin Monic
Farah menekan tombol layar yang barada ddi hadapan Naya, sebuah layar yang begitu besar sedang terpampang nyata didepan Naya.
“CEO BOF calling…..”
Ringing…..
Ringing…..
“Selamat siang ibu Naya”
“Siang Dokter Lucia”
“Tumben sekali ya, saya mendapat telfon dari ibu, ada yang bisa saya bantu?”
“Saya ingin bertanya sesuatu tentang beberapa jenis obat Dokter Lucia”
“Boleh Bu Naya, silahkan sebutkan nama dan tolong perlihatkan kepada saya obat tersebut”
Naya memberi kode kepada Monica.
Monica membaca satu persatu nama obat yang menurut Monica adalah racun untuk menggugurkan kandungan, Monica terdengar sangat fasih menyebutkan nama latin, gram dan semua yang berada dalam keterangan pil tersebut Monica baca dengan lantang.
“Bagaimana Dok?” tanya Naya kembali
“Obat tersebut bisa menjadi pelancar datang bulan tapi jika di konsumsi wanita yang sedang mengandung di usia muda khususnya itu sangat berbahaya untuk kandungannya, bisa menyebabkan keguguran”
Mendengar itu, tangan Naya gemetar seketika, Naya merasa kehilangan seluruh energinya. Farah mengambil alih untuk menutup perbincangan Dokter Lucia dan Naya, karena Naya hanya terdiam setelah mendengar penjelasan Dokter Lucia. Monica pun pamit melihat keadaan Naya, dia sangat paham bahwa Naya membutuhkan ruang untuk sendiri,
“Farah, kamu harus mengawasi baik-baik Naya” bisik Monica kepada orang kepercayaan Naya saat Farah mengantar kepergian Monica.
Berselang beberapa menit kepergian Monica, Naya terlihat berjalan dengan kaca mata hitam bertengger di wajahnya, Farah melihat itu berlarian mengikuti langkah Naya yang begitu cepat,
“Bu Naya mau kemana? Lima belas menit lagi meeting bu”
“Batalkan scheduleku hari ini Far”
“Tapi aku ikut bu Naya” ucap farah yang pertama kalinya mebantah Naya.
Naya sudah tidak peduli lagi dengan tingkah Farah yang menurutnya aneh, Farah tiba-tiba masuk kedalam mobil dan duduk berseblahan dengan driver.
“ada apa ya? Perasaan aku ngga enak, apa ini yang dimaksud mba monica tadi?” batin farah.
...***...
Di rumah sakit….
Tak…
Tak...
Tak….
Langkah Naya begitu cepat bahkan Farah sendiri lelah menyamakan langkahnya dengan Naya, untuk pertama kalinya Farah melihat wajah Naya lebih suram dari biasanya, Farah sudah hafal bahwa akan ada masalah besar yang akan terjadi, tapi sebagai orang yang mengetahui watak Naya, dia hanya terdiam.
Brakkk….
Dokter Handoko yang saat itu sedang memeriksa beberapa laporan pasien syok melihat Naya berada di hadapannya, Dokter Handoko sudah mencurigai kedatangan Naya untuk menanyakan obat tersebut dengan mimik wajah yang ditunjukan oleh Naya, tapi Dokter Handoko berusaha menutupinya dengan bersikap tenang.
“Ada apa ini Nyonya Naya?”
Naya melempar beberapa obat yang berada dalam tasnya,
“Jelaskan padaku!”
“Maksud Nyonya?”
“Kau tahu aku seperti apa, aku tidak suka basa-basi, jelaskan obat apa yang resepkan untukku”
“Itu jelas, vitamin untuk janin di kandungan anda”
“Bohong!”
“Tidak, saya tidak berbohong Nyonya”
“Aku sudah konfirmasi obat-obatan itu kepada Dokter Lucia, dan itu obat untuk menggugurkan janinku!!!” teriak Naya dengan menggebu-gebu
“a-aku tidak tahu menahu masalah itu, mungkin saja sekretaris anda melakukan kesalahan, tapi aku berani bersumpah, aku tidak melakukan kesalahan apapun”
“Baiklah, kalau kau tidak ingin mengaku, aku akan memaksamu”
“Silahkan saja, saya berkata jujur”
Naya berlalu ingin menemui Farah yang saat itu sedang menunggu di depan ruangan untuk meminta penjelasan, Naya kemudian berbalik meninggalkan ruangan Dokter Handoko dengan penuh amarah,
Drrrtttt…
Drrrttttt…
“Ya Halo…”
“Apakah Naya mengunjungimu”
“Iya tuan, tadi Nyonya Naya datang dan dia sudah mengetahui bahwa obat-obatan itu bisa menggugurkan bayinya” timpal Dokter Handoko
“Dasar bodoh! ingat jangan buka mulut, aku yang akan membereskan semua bukti yang memberatkanmu”
“Baik tuan Harun, tolong jangan lupakan janji anda”
Semua percakapan Dokter Handoko di dengar jelas oleh Naya dibalik pintu, hatinya hancur mendengar nama ayahnya yang menjadi pelaku utama untuk menghilangkan anak yang berada di rahimnya, darah daging tuan Harun, cucunya sendiri.
Farah pun mendengar percakapan itu, merasa iba melihat Naya yang terlihat linglung saat berjalan menuju mobilnya. Naya memutuskan kembali di kediamannya bersama Farah yang setia menemaninya. Naya tidak bisa menangis ataupun marah, tenaganya habis dan tidak bisa melakukan apapun selain diam. Farah yang melihat itu, memegang pundak Naya,
“Bu Naya,…”
“Farah, bagaimana bisa seorang ayah ingin menghilangkan darah dagingnya, cucunya sendiri Far?” ucap Naya yang menahan tangisnya.
“Dunia ini begitu kejam Far, dunia ini tidak adil untuk wanita, bahkan seorang ayah tega ingin membunuh anak, cucunya sendiri”
“Membunuh bayiku, sama halnya ayah ingin membunuhku juga Far, bagaimana ini Far, aku tak bisa menangis lagi Far….”
“Bu Naya tenanglah, anda harus pikirkan bayi dalam kandungan anda, syukur anda tidak mengonsumsi pil setan itu”
“Far, aku ingin pergi…”
“Kemana Bu?”
“Kemana saja tanpa ada yang tahu dan mengenalu, aku ingin meninggalkan tempat gila ini, aku tak bisa lagi berada di sini Far, bahkan menghirup udaranya saja dadaku sesak”
“Bagaimana jika ibu pindah ke luar Negri saja di Negara X, disana ada desa yang damai, saya punya adik sepupu disana, dia bekerja mengelola kebun anggur karena dia memiliki pabrik anggurnya sendiri, bagaimana?”
“Apakah disana aman?”
“Sangat aman bu, anda bisa menenangkan diri disana”
“Baiklah, urus segera yang kuperlukan, ingat Far, jangan biarkan ada yang mengetahui maslaah ini, dan identitasku harus tertutup rapat”
“Baik bu, saya akan menghubungi hacker terbaik untuk itu”
“Aku akan berangkat malam nanti dengan jet, supaya tidak ada yang mencurigai, aku ingin jet terbaru yang aku beli minggu lalu tanpa sepengetahuan ayah”
“Baik bu, kalau begitu silahkan istrahat”.
...***...
Bayu sembuh total, saat dia meninggalkan gedung rumah sakit, dia lalu ke perusahaan BOF, untuk menemui Naya, tapi hasilnya nihil. Bayu menunggu Naya hingga larut tapi tak ada tanda-tanda jika Naya akan menampakkan diri. Mobil yang Naya biasa tumpangi pun tidak menunjukan jika Naya ke kantor beberapa hari ini,
“Bi, apa yang harus aku lakukan?”
“Sabar, tenang, pasti ada jalan, kamu sudah kerumah orang tuanya toh?”
“Sudah Bi, tapi semuanya terlihat sama seperti semula, tidak ada tanda-tanda kehidupan disana, begutupun rumah Naya”
“Wah, susah juga ya, orang kaya punya banyak rumah kali yaa jadi gitu, ehh bibi kaget pasti liat Naya di TV tunangan, ternyata dia itu anak konglemerat Bayu, kamu kenal di mana sih? Kok bisa nikah? Wah hebat kamu Bay”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Mimik Pribadi
Ayo Bi kshkan kartu nama Farah sm Bayu,,,,
2024-10-08
0
Imam Sutoto
bener keren banget nih lanjut
2024-07-09
1
Bajul Sayuto
author ANJING
2024-04-12
3