Setibanya di rumah, Naya kembali bertanya dengan Bayu tentang apa yang sebenarnya terjadi, Bayu menjelaskannya secara terbuka tanpa menutupi apapun. Dari penjelasan Bayu, Naya hanya berkesimpulan bahwa "buku bisa mengubah segalanya, buku memang jendela dunia", karena bukti nyata untuk Naya adalah suaminya yang tiba-tiba memiliki tingkat analisa yang tinggi berdasarkan ilmu yang dia dapat dari buku bacaannya.
Di Kediaman Harun Wicaksana...
Keluarga Naya tengah sibuk menyiapkan pesta ulang tahun untuk Arana yang ke tujuh belas tahun, semua teman-teman Arana akan diundang, begitupun keluarga besar Naya. Halaman rumah telah di dekor sedemikian rupa. Balon menghiasi pekarangan rumah dengan rumbai-rumbai berkesan mewah dan elegan, dress code ditentukan dengan tema princess, semua yang akan tampil malam itu adalah para anak pejabat dan keluarga dari kalangan konglomerat, seperti biasa saat pesta diadakan orang tua, keluarga bahkan kolega mengambil kesempatan untuk saling membahas kerja sama bisnis atau mungkin saja saling mengunggulkan anak mereka.
“Sayang, malam ini apakah kau akan ikut denganku ke acara ulang tahun Arana?," tanya Naya lembut.
“Sepertinya tidak, aku tidak ingin mengacaukan segalanya".
Mendengar itu Naya sangat paham apa yang akan terjadi jika suaminya hadir dalam acara ulang tahun adiknya yang juga tidak menyukai Bayu.
Pukul 20.00 pm.
Para tamu undangan telah berdatangan dengan menggunakan gaun yang sangat terkesan glamour, mereka saling memamerkan desainer terbaik dan brand terbaik dari apa yang melekat ditubuhnya, Naya pun datang dengan tampilan yang sederhana tapi tetap memukau, seperti biasa dia menggunakan aura kepemimpinannya dihadapan semua orang hanya sebagai benteng perlindungan diri, sesekali senyumnya hanya sebatas tersirat sekilas di wajahnya saat menyapa beberapa tamu undangan kolega ayahnya.
...****************...
Di tempat lain, Bayu tengah terburu-buru keluar dari rumah dan mengendarai mobil salah satu koleksi istrinya, Bayu ke sebuah pusat perbelanjaan tanpa sengaja bertemu dengan Rangga sepupu Naya,
“Apa yang kau lakukan disini?,".
Saat Bayu ingin menjawab Rangga masih mengambil alih, "ahh kau disuruh istrimu untuk belanja bulanan? Atau disuruh mengambil pesanan? Ahh aku malu menjadi lelaki saat melihatmu,".
“Dia siapa sayang?," tanya wanita yang bergelayut manja di lengan Rangga.
“Hmm lelaki tidak berguna yang bergantung hidup dengan kakak sepupuku,".
“Aku tidak mengerti,".
“Dia suami kak Naya,".
“Ha?! CEO BOF itu?,".
“Iya siapa lagi. Ah sudahlah, jangan pedulikan dia, ayo kita berangkat, eitsss kenapa kau berada di tempat ini? Bukannya Arana sedang melaksanakan pesta ulang tahun?,".
“Bukan urusanmu," balas Bayu yang sudah sangat ingin memberi bogem mentah ke wajah Rangga.
Kemudian mereka berlalu.
Naya sedang duduk santai meneguk minumannya dengan mendengar semua ocehan keluarganya yang sedang membahas harta dan keunggulan mereka masing-masing, membuat Naya sangat ingin meninggalkan tempat tersebut, tapi kerabat yang lain memaksanya untuk tetap menikmati kudapan hingga acara selesai, karena dalam acara tersebut Naya pun termasuk tuan rumah yang wajib melayani tamu-tamu undangan.
Naya tidak ingin membuang tenaga dengan meladeni mereka yang menurut Naya tidak memiliki attendensi apapun dalam hidup dan pekerjaannya.
“Tinggg….”
“Tinggg…”
Ayah Naya terlihat memukul gelas minumannya dengan sendok untuk meminta perhatian para kerabat yang hadir.
“Terimah kasih untuk kehadiran kalian semua, saya harap semuanya bisa menikmati jamuan yang kami sajikan,".
Semuanya mengangkat gelas mereka menandakan setuju dan sangat merespon baik ucapan Ayah Naya.
“Untuk anakku Arana, selamat ulang tahun sayang, ayah harap kedepannya kamu bisa menjadi kebanggaan ayah seperti kakakmu,".
“Terimah kasih ayah,".
“Arana sayang selamat ulang tahun, I love you,".
“Terimah kasih Ma”. Balas Arana dengan memberikan pelukan kepada mereka berdua.
“Selamat ulang tahun Arana," ucap Naya singkat.
“Thanks Sista," balas arana dengan memberikan pelukan juga.
“Ini kado dari ayah,".
Melihat itu Arana sangat girang, karena dalam ulang tahun hal yang paling ditunggu-tunggu adalah saat menerima kado, kado akan menjadi tolak ukur seberapa berharganya kamu.
“Ayah, kok kotaknya kecil?,".
“Buka saja dulu,".
Arana membuka kotak tersebut, dia sangat takjub, mulutnya terbuka karena syok melihat isi kotak kecil tersebut, sebuah kunci mobil yang berlambang banteng, apa lagi kalau bukan logo lamborghini.
“Dan ini kado dari Mama untuk kamu,".
Arana dengan riang pun membuka bingkisan kado yang kedua, ternyata isinya tiket keliling Eropa dengan memilih empat orang teman Arana.
“Oh my God Maaaa, thank youuuu,” pekik Arana.
“Ini kado dari kakak untukmu,".
Arana kemudian dengan gembira membuka bingkisan tersebut, mata Arana kembali syok, melihat kalung berlian yang Arana bisa tafsir harga berlian tersebut pun sangat mahal.
Semua orang bersorak melihat semua kado yang Arana buka satu persatu dari kerabat terdekatnya. Semua kembali menyantap makanan yang tersaji,
“Apakah tidak ada kado dari seorang kakak ipar untuk adik iparnya?," ledek Vely sepupu Arana yang sebaya dengannya.
“Tunggu, aku pikir dia seharusnya sudah tiba,” timpal Rangga
“Siapa maksudmu?,".
“Si Bayu, aku bertemu dia di Mall tadi, aku pikir dia sedang memilah sebuah kado untuk Arana,".
Tiba-tiba notifikasi muncul di layar ponsel Naya, transfer sejumlah uang dengan nominal tiga digit ke salah satu rekening yang tidak Naya ketahui, “Ini kan, black card yang aku berikan ke Bayu, dia pake untuk apa?”. Batin Naya
Saat Naya tengah berpikir, Mama Melanie melihat layar ponsel Naya dan membaca pesan notifikasi itu.
“Ada apa Nay?,".
“Ngga apa-apa Ma,".
“Mungkin saja dia sedang membeli sebuah tas branded mahal untuk Arana” timpal salah satu keluarga.
“Uang dari mana? Dia hanya mengandalkan tubuhnya, tidak lebih," timpal lagi yang lainnya.
Naya yang mendengar semua keluarganya menghujat Bayu, dia meninggalkan acara tersebut dengan diam, sedangkan Mama Melani menaruh curiga dengan informasi yang Rangga berikan.
Pukul 23.00…
Naya tiba dirumah tanpa menemukan Bayu, Naya menelfon Bayu ternyata nomor Bayu tidak bisa dihubungi, berselang beberapa menit, suara deru mobil memasuki garasi terdengar. Naya berpikir yang datang adalah Bayu tapi Naya salah, saat itu Mama dan Papa Naya, Arana dan juga Rangga yang memasuki rumah Naya.
“Naya, apa yang kau lakukan disini? Dimana Bayu?,".
Naya tidak bisa menjawab apapun, tiba-tiba secara bersamaan Bayu memasuki halaman rumah, bingung melihat mobil yang sangat dia kenal tengah terparkir di garasi rumah mereka.
“Hmm ada apa lagi ini?” batin Bayu
Bayu memasuki ruangan tamu, yang disana semua pandangan tertuju padanya, Naya dengan cepat melangkah dan memegang lengan Bayu untuk menghindari perdebatan karena Naya tahu kedatangan keluarganya kali ini tidak lain hanya untuk menjatuhkan Bayu lagi dengan alasan yang sama.
“Sayang ayo kita kekamar,".
“Tunggu!," ucap Mama Melani.
Langkah Naya dan Bayu terhenti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
horang kaya mah bebas ngasih kado
/Facepalm//Facepalm/
2024-09-10
0
Imam Sutoto
mantap gan lanjutkan
2024-07-09
1
Ranny
belum tahu Naya siapa suaminya yg sebenarnya ☺️
2024-03-12
2